Hanya dalam sebulan berselang, Nistelrooy diperlihatkan versi Manchester United yang jauh berbeda. MU penuh percaya diri saat menyerang dan disiplin ketika bertahan.
17 Mar 2025 05:52 WIB · Olahraga
LEICESTER, SENIN - Manajer Leicester City Ruud van Nistelrooy tidak bisa lagi beralasan kalah dari Manchester United karena wasit. Mantan penyerang MU tersebut harus mengakui kali ini, “Setan Merah” memang unggul dari segala aspek dan sedang bangkit dari keterpurukan.
Nistelrooy begitu geram setelah laga babak keempat Piala FA, awal Februari 2025. Leicester bisa menahan imbang MU selama 90 menit di kandang lawan, tetapi kecolongan gol yang berbau offside pada injury time. Gol disahkan karena asisten wasit video (VAR) belum tersedia di babak awal kompetisi.
Persaingan kedua tim berubah drastis dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion King Power, pada Senin (17/3/2025) dini hari WIB. MU mendominasi mutlak dengan menang 3-0 atas tuan rumah. Mereka meneruskan tren hasil cemerlang dalam dua pekan terakhir.
“Saya pikir perbedaan kualitas terlihat jelas di dua kotak penalti,” kata Nistelrooy mengakui keunggulan MU. “Efisiensi dalam menyelesaikan peluang, bertahan dalam momen kunci, anda bisa melihat ada perbedaan di sana. Itulah yang terjadi dalam sepak bola,” lanjutnya kepada Sky Sports.
Kemenangan tim tamu diinspirasi oleh trio lini serang, yaitu Alejandro Garnacho, Bruno Fernandes, dan Rasmus Hojlund. Setelah “hattrick” ke gawang Real Sociedad pada tengah pekan, Fernandes kembali menunjukkan kelasnya dengan sumbangan satu gol dan dua asis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/17/a104c0e66d9a02cd96f9d12d97b6a7b3-wires_photo_15_.jpg)
Hojlund yang tampak percaya diri lagi saat melawan Sociedad, sukses membuka keunggulan tim tamu. Itu adalah gol pertama baginya sejak Desember 2024. Dia mengakhiri paceklik gol dalam 21 laga. Hojlund juga sempat memberikan asis untuk gol Garnacho, tetapi dianulir karena offside.
Garnacho sempat kecewa karena gagal menggandakan keunggulan MU. Namun, dia bangkit tidak lama setelah itu dengan mencetak gol lagi pada pertengahan paruh kedua. Sang penyerang sayap berhasil masuk papan skor lagi sejak terakhir pada November 2024.
“Rasmus memiliki kontrol yang sangat baik dengan kaki kanannya. Garnacho selalu mencoba untuk mencetak gol dan dia layak mendapatkannya. Mereka selalu tampak hidup untuk menciptakan gol atau asis. Bruno sedang dalam tren bagus,” kata Pelatih Kepala MU Ruben Amorim.
Fernandes yang tidak berhenti mencetak gol, serta Garnacho dan Hojlund yang mengakhiri paceklik gol, menandakan hal positif untuk tim asuhan Amorim. Moral skuad MU sedang berada di titik tertinggi sejak dipegang Amorim, pada November lalu.
Pertanda kebangkitan “Setan Merah” adalah konsistensi. Sepanjang musim ini, mereka jarang sekali bisa bermain bagus dalam dua pertandingan beruntun. Fernandes dan rekan-rekan bahkan sering kali mengalami dua performa yang berbanding terbalik dalam satu pertandingan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/17/158be73c8398cda5e56cac3eaf1f51ed-wires_photo_16_.jpg)
MU setidaknya sudah bermain bagus dalam empat pertandingan terakhir, termasuk di Stadion King Power. Mereka menaklukkan Sociedad dengan agregat 5-2 dalam dua laga Liga Europa. Pekan lalu, mereka menahan imbang Arsenal yang menempati peringkat kedua klasemen liga.
Fernandes berkata, tidak ada yang lebih baik untuk tim dibandingkan kemenangan. “Kami bisa merasakan (peningkatan) itu. Lawan Arsenal, kami sedikit lebih dalam. Mereka tidak banyak berkembang. Perkembangan itu harus terus berlanjut. Kami masih punya banyak laga penting,” ucapnya.
Di balik konsistensi itu, terlihat peningkatan pesat dalam pertahanan. MU jauh lebih konsentrasi, disiplin, dan gigih dalam bertahan sebagai satu tim. Kelemahan yang sering terekspos saat transisi tidak terlihat lagi. Garnacho yang sering terlambat mundur pada rezim Erik ten Hag, sudah berubah.
Pertahanan solid tersebut yang terlihat jelas di kandang Leicester. Lini belakang MU yang dipimpin bek Matthijs de Ligt mampu meredam kecepatan penyerang Jamie Vardy. Baik dengan garis pertahanan tinggi di paruh pertama dan garis lebih rendah setelah turun minum.
Peluang terbesar Leicester diciptakan Vardy pada awal laga. Tendangan ke arah gawang oleh Vardy berhasil diselamatkan kiper Andre Onana. Setelah itu, tim asuhan Nistelrooy tidak banyak mengancam pertahanan MU. Leicester bisa mendekat ke kotak penalti berkali-kali, tetapi gagal membuat tembakan yang berbahaya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/17/20fe1b94c3bdd41bb310bf3fe5765855-wires_photo_17_.jpg)
Menurut Amorim, kebanggaan terbesar bukan karena menang telak. Dia lebih peduli dengan etos kerja tim. Itu yang baru terlihat belakangan. “Hal terpenting bagi saya adalah kerja keras yang mereka berikan, terutama ketika dalam situasi bertahan,” pungkasnya.
Satu-satunya hal negatif dari MU di laga tadi hanya kehilangan bek 18 tahun Ayden Heaven. Dia mengalami cedera serius dan harus ditandu keluar lapangan. Heaven yang didatangkan dari akademi Arsenal pada bursa tranfer Januari memang masih “polos”, tetapi selalu tampil tenang saat diturunkan. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .