Permainan terorganisasi Nottingham nyatanya belum cukup untuk menyetop rekor kemenangan beruntun City. Memulai musim dengan lambat, Cherki muncul sebagai penyelamat.
27 Des 2025 23:07 WIB · Olahraga
AP
NOTTINGHAM, SABTU — Manchester City masuk pengecualian dalam daftar tim raksasa yang tidak mampu ditaklukkan Nottingham Forest musim ini. Rekor tujuh kemenangan beruntun City di semua kompetisi bertambah panjang setelah mengatasi Forest, 2-1, di Stadion City Ground, Sabtu (27/12/2025) malam WIB. Rayan Cherki memperlihatkan sinarnya dengan memborong masing-masing satu gol dan asis.
Predikat Forest sebagai tim peredam raksasa memudar setelah gagal menahan laju City. Sebelumnya, tim arahan Manajer Sean Dyche itu relatif bisa meladeni tim-tim besar seperti Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Manchester United. Namun, City berada pada level yang berbeda. Apalagi dengan ketajaman Cherki yang kian terasah di tiap laganya.
Performa gelandang berkebangsaan Perancis itu sempat terganggu dengan cedera di awal musim. Proses pemulihan cedera menghambat adaptasi Cherki yang baru bergabung dengan City dari Olympique Lyon musim ini. Setelah pulih, Cherki perlahan mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya.
Saya tahu kemampuan saya. Saya memberikan umpan bagus untuk Tijjani Reijnders dan itu adalah penyelesaian yang sangat baik.
Cherki menapaki level baru bersama City pada laga melawan Forest. Pemain berusia 22 tahun itu mengarsiteki gol pertama City yang dilesakkan Tijjani Reijnders pada menit ke-48. Nottingham hanya perlu waktu enam menit untuk membalas melalui Omari Hutchinson. Di saat laga tampaknya akan berkesudahan dengan skor imbang, sepakan keras Cherki membawa City kembali unggul.
Ini menjadi pertama kali bagi Cherki menyumbangkan gol dan asis sekaligus dalam satu laga sejak berseragam City. Tambahan satu asisnya ke Reijnders membuatnya sejajar dengan Bruno Fernandes dari Manchester United dalam hal kontribusi asis. Mereka sama-sama memuncaki daftar pemberi asis terbanyak Liga Inggris, yakni sebanyak tujuh kali.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/27/f27155b87c02c47bbad123c6161ec601-AFP_894G2A4.jpg)
”Saya tahu kemampuan saya. Saya memberikan umpan bagus untuk Tijjani Reijnders dan itu adalah penyelesaian yang sangat baik. Saya sangat bangga dengan tim karena hari ini adalah kemenangan besar. Saat Anda datang ke sini, Anda tahu bahwa Nottingham adalah tim besar dengan banyak pemain bagus. Saya sangat bangga bisa mencetak gol untuk tim saya karena musim ini masih panjang dan kami membutuhkan semua poin,” tutur Cherki dalam wawancara bersama Sky Sports usai laga.
Tanpa Cherki, City bisa saja pulang dengan tangan hampa dari City Ground. Itu karena Forest bermain amat terstruktur dan rapi. Demi menghambat upaya City membangun serangan dari belakang, Dyche menerapkan formasi 4-5-1 saat sedang tidak menguasai bola (out of possession).
Para pemain Forest juga berusaha mengontrol laga tanpa penguasaan bola. Caranya dengan memaksa lawan mengarahkan aliran serangan ke titik yang mereka kehendaki. Gelandang bertahan Forest, Elliot Anderson, sangat gigih memutus rangkaian serangan City. Dia tercatat sebagai pemain dengan jumlah kemenangan duel terbanyak, 10 kali, sepanjang pertandingan.
Berkat kepiawaian Anderson dalam melindungi empat bek, penyerang City, Erling Haaland, sampai dibuat tidak banyak berkembang. Suplai bola kepada Haaland terhambat sehingga hanya mampu melakukan 14 kali sentuhan bola. Haaland menjadi pemain urutan keempat ke bawah dengan jumlah sentuhan bola paling sedikit sepanjang laga.
”Saya harus bermain lebih ke depan (di babak kedua) sehingga mereka kesulitan memilih siapa yang harus dijaga. Gol itu adalah contoh sempurna dari hal tersebut. Tentu saja Cherki tahu bagaimana menemukan umpan-umpan seperti itu dan saya bisa menyelesaikannya. Dia sangat bagus. Dia menemukan ruang. Dan, ketika dia mendapatkan bola, Anda harus siap dan berada di posisi yang tepat,” ujar Reijnders.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/27/87c1f624d0ae55c59f65f0b178b3391d-AFP_894H8QV.jpg)
Hutchinson menjadi sosok yang paling merepotkan pertahanan City. Di saat upaya Forest membangun serangan menemui kebuntuan, mantan pemain Chelsea tersebut selalu bisa menemukan cara melewati penjagaan Nico O’Reilly. Lengah sedikit saja Hutchinson bisa menghadirkan ancaman. Itulah yang terjadi saat para bek City tertarik dengan pergerakan Igor Jesus sehingga Hutchinson bisa menyontek bola dengan bebas di dalam kotak penalti.
Kemenangan atas Forest untuk sementara membawa City memuncaki klasemen Liga Inggris dengan koleksi 40 poin. Perolehan poin City berpotensi kembali dilampaui Arsenal jika mampu mengatasi Brighton and Hove Albion pada laga lainnya.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto