John Herdman menyajikan kebiasaan anyar bagi timnas Indonesia. Latihan taktik jadi fokus Herdman jelang laga kontra Saint Kitts dan Nevis.
24 Mar 2026 19:08 WIB · Olahraga
Kompas/Danu Kusworo
JAKARTA, KOMPAS — Era tim nasional sepak bola Indonesia bersama John Herdman resmi dimulai di lapangan hijau. Sesi latihan, Selasa (24/3/2026) sore, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, menjadi penanda persiapan skuad ”Garuda” menghadapi laga perdana FIFA Series 2026 kontra Saint Kitts dan Nevis.
Herdman bersama tim kepelatihannya baru memiliki 15 pemain dari 24 nama yang dipanggil untuk dua laga awalnya menangani Indonesia. Jumlah itu terdiri dari 10 pemain yang berkarier di BRI Liga Super Indonesiq 2025-2026, lalu ditambah lima pemain yang bermain di luar negeri.
Kelima pemain itu ialah Ole Romeny (Oxford United), Elkan Baggott (Ipswich Town), Sandy Walsh (Buriram), Ramadhan Sananta (DPMM Brunei), dan Maarten Paes (Ajax Amsterdam). Sembilan pemain lain yang berkarier di Eropa, termasuk kapten Jay Idzes, dijadwalkan tiba di Jakarta, Selasa malam.
Kondisi itu menyebabkan skuad Garuda baru akan lengkap pada latihan Rabu (25/3/2026). Hal itu artinya Herdman hanya memiliki dua hari latihan bersama seluruh pemain yang dipanggilnya dalam laga internasional, Maret ini.
”Jendela laga internasional kali ini sangat singkat. Untuk itu, kami fokus untuk melatih taktik secara cepat. Pemain juga sudah diberikan sistem dan taktik permainan untuk mereka pelajari sebelum kami berkumpul,” ujar Herdman seusai latihan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/24/dbde3892-f40a-44f9-9ab5-9ac0d2be2b8b.jpg)
Herdman menambahkan, ”Laga hari Jumat nanti tidak akan berjalan sempurna, tetapi pemain di sini bukan untuk liburan. Kami akan berusaha untuk saling beradaptasi dan menikmati pertandingan (FIFA Series) ini.”
Dalam sesi latihan terbuka perdana, Herdman sudah menunjukkan perbedaan dibandingkan dua pendahulunya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Para pemain tidak langsung berlatih di lapangan seperti biasanya.
Jadwal latihan dimulai pada pukul 16.00 WIB, tetapi bus timnas Indonesia sudah tiba di Stadion Madya pada pukul 15.00 WIB. Sebelum latihan di lapangan, para pemain menaiki dua mobil buggy untuk melakukan latihan strategi di Hall Basket Senayan. Adapun Herdman bersama staf pelatihnya menggunakan satu mobil buggy terpisah.
”Sesi latihan itu kami lakukan agar pemain bisa cepat memahami strategi yang ingin kami mainkan. Saint Kitts dan Nevis adalah tim yang tangguh, tetapi tujuan utama kami ingin menampilkan identitas permainan Indonesia,” ucap Herdman.
Pada pukul 15.42, para pemain kembali ke Stadion Madya. Setelah minum dan mengganti sepatu dari sepatu latihan biasa ke sepatu bola, para pemain langsung melakukan latihan peregangan bersama pelatih performa Cesar Meylan. Latihan itu berjalan sekitar 10 menit. Pada pukul 16.00, semua pemain masuk ke lapangan untuk memulai sesi latihan dengan lari ringan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/24/2c52035f-e3bf-4549-9dbf-58dfd559f93e.jpg)
Selain menu latihan berbeda, Herdman juga menampilkan satu perbedaan lain dibandingkan dua pendahulunya. Ia turun langsung mengatur alat-alat latihan, seperti menancapkan base stick (tiang latihan) dan menempatkan cone (kerucut) di beberapa sisi lapangan.
Kami ingin FIFA Series menjadi momentum positif untuk timnas dan sepak bola Indonesia. Atas dasar itu, kami mempersiapkan secara maksimal stadion dan lapangan penunjang.
Adapun Shin dan Kluivert menyerahkan penempatan alat-alat itu kepada asistennya. Pada pemasangan perlengkapan latihan itu, Herdman dibantu oleh dua asistennya, Simon Grayson dan Nova Arianto.
Rizky Ridho, bek tengah Indonesia, menyebut intensitas latihan bersama Herdman lebih tinggi dibandingkan pelatih-pelatih Indonesia sebelumnya. Kata Ridho, Herdman sudah memberikan program latihan kepada tim sebelum memulai pemusatan latihan, Senin (22/3/2026).
Selain intensitas latihan tinggi, Ridho mengungkapkan Herdman mengutamakan latihan untuk mendalami pendekatan taktik.
”Ada hal baru bersama John Herdman, ia mengajak kami menyaksikan video taktik dari televisi pada satu sesi sebelum latihan dimulai. Ia tampilkan video taktik dan berikan penjelasan taktik seperti apa yang diinginkannya. Itu hal baru bagi saya,” ujar Ridho.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/24/53960596-f782-43f6-a164-140cfbb2b98e.jpg)
Lebih lanjut, kata Ridho, duel kontra Saint Kitts dan Nevis, tim asal zona CONCACAF (Amerika Utara dan Tengah) akan menjadi momen dirinya dan rekan setim beradaptasi dengan rencana permainan Herdman.
”Kami mencoba terus mempelajari dan memahami keinginan pelatih (Herdman) dalam dua hari latihan yang sudah berjalan. Semoga, kami bisa semakin baik,” ucap Ridho, bek klub Persija Jakarta.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir berharap laga FIFA Series menjadi awal yang baik bagi era Indonesia bersama Herdman. Susunan kepelatihan timnas Indonesia sudah lengkap. Herdman sudah mengimpor enam staf asing untuk bertugas membantunya bersama Nova dan analis, Dzikry Lazuardi.
”Herdman memiliki rekam jejak yang bagus. Ia membawa Kanada lolos ke Piala Dunia sehingga kami berharap pengalaman itu bisa membawa energi baru untuk timnas Indonesia,” tutur Erick.
Sebagai penyelenggara FIFA Series 2026, PSSI menyiapkan tiga lapangan latihan untuk empat tim peserta. Tim Indonesia berlatih di Stadion Madya. Adapun lapangan latihan tiga tim tamu, yakni Saint Kitts dan Nevis, Kepulauan Solomon, dan Bulgaria, disediakan di Stadion Soemantri Brodjonegoro dan Lapangan A Senayan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/dce817e1d544fabab4b6db0a16ab2591-20260103_KID_John_Herdman_mumed.png)
Erick memastikan kondisi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, sudah ideal untuk menjalani dua hari pertandingan pada Jumat (27/3/2026) dan Senin (30/3/2026). Demi menyambut FIFA Series, rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno juga sudah dipugar.
”Kami ingin FIFA Series menjadi momentum positif untuk timnas dan sepak bola Indonesia. Atas dasar itu, kami mempersiapkan secara maksimal stadion dan lapangan penunjang,” ucap Erick.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul