Nama-nama yang dibawa John Herdman untuk FIFA Series 2026 menggambarkan pendekatan permainan oleh rezim baru timnas. Herdman belum berani hadirkan pemain anyar.
22 Mar 2026 12:30 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Jelang lima hari menjalani laga perdana menangani tim nasional Indonesia, John Herdman telah memutuskan 24 pemain yang akan mengikuti FIFA Series 2026 pada 27 dan 30 Maret nanti. Sayangnya, tidak ada pemain debutan yang akan mendapat kesempatan mencatatkan cap pertama di awal rezim Herdman.
Sebelum mengumumkan 24 nama itu, Herdman lebih dulu memanggil 41 pemain dalam daftar sementara skuad timnas Indonesia. Hal yang menarik tercipta adalah penyusutan daftar itu dilakukan juru taktik asal Inggris itu sebelum melakukan pemusatan latihan. Sesuai jadwal, pemusatan latihan jelang FIFA Series baru akan dimulai pada Senin (23/3/2026).
Hal itu membuat Herdman tidak memberikan kesempatan kepada 16 pemain—minus Miliano Jonathans yang menderita cedera—untuk memikat hatinya dalam sesi latihan.
Di antara mereka, termasuk tiga calon debutan, yakni bek sayap kanan Persija Jakarta Fajar Fathurrahman; gelandang sayap Emmen, klub kasta kedua Liga Belanda, Tim Geypens; serta penyerang Bali United Jens Raven.
Herdman hanya menyematkan dua nama ”baru” yang tidak masuk dalam daftar tetap skuad ”Garuda” di kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka adalah kiper PSIM Yogyakarta Cahya Supriadi dan bek sayap kiri Persija Dony Tri Pamungkas. Meski terkesan nama anyar, keduanya telah memiliki cap timnas Indonesia ketika bertanding di empat laga Kejuaraan ASEAN 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/07/09/1877d491-f507-4b51-9e60-2e8d544754de.jpg)
Adapun dari dua ”anak hilang” timnas, Elkan Baggott dan Ezra Walian, hanya Elkan yang akan berlaga di FIFA Series. Ezra bermodal predikat pemain Indonesia dengan kontribusi gol terbaik di Liga Super Indonesia 2025-2026 tersisih dari persaingan.
Sebanyak 21 nama lain adalah pemain-pemain terbaik yang dimiliki timnas Indonesia saat ini dengan komposisi 14 pemain berkarier di luar Indonesia. Tujuh pemain berstatus pemain klub-klub domestik.
”Dari jumlah 41 nama yang dipanggil dalam skuad sementara, Herdman meracik susunan pemain akhir dengan mempertimbangkan keseimbangan pengalaman dan potensi. Hal itu demi menghadapi turnamen FIFA Series menghadapi tiga tim dari konfederasi berbeda,” bunyi pernyataan resmi PSSI melalui laman Kita Garuda.
Terlepas dari ketiadaan pemain debutan, satu sisi yang menarik adalah menyaksikan kolaborasi debut staf baru timnas di bawah komando Herdman. Setelah membawa Cesar Meylan sebagai pelatih kebugaran dan performa, Herdman terkini merekrut asisten baru, yaitu Simon Grayson.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/13/74bec5b94c389be20e3ef52055efd41d-FAK_4467.jpg)
Serupa dengan Herdman, Grayson juga berasal dari Inggris. Ia sudah melanglang buana melatih klub-klub medioker Inggris di kompetisi Liga Championship dan Liga Satu. Grayson juga tidak asing dengan sepak bola Asia karena pernah menukangi tim India pada periode 2022 hingga 2025
”Saya bangga bergabung dengan tim nasional Indonesia sebagai asisten pelatih pada laga internasional FIFA di Jakarta. Pengalaman berharga lainnya di dalam dan luar lapangan. Saya sudah tidak sabar bekerja dengan Pelatih Kepala John Herdman dan stafnya,” ucap Grayson dalam pernyataannya, pekan lalu.
Hal menarik lain dari susunan skuad timnas Garuda perdana di bawah asuhan Herdman adalah kentalnya warna Persija Jakarta. Di seluruh lini terdapat perwakilan pemain ”Macan Kemayoran”.
Duo Persija mengisi ketersediaan pemain belakang, yakni Dony dan Rizky Ridho, kapten Persija. Di lini tengah, Jordi Amat, menjadi salah satu pilihan Herdman untuk bermain di jantung permainan.
Kemudian, Mauro Zijlstra adalah opsi untuk harapan gol Indonesia pada dua laga FIFA Series 2026 yang dimulai dengan menjamu Saint Kitts dan Nevis, Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/18/70bb331c6d662716628a929509b3cbf0-antarafoto_persija_jakarta_kalahkan_bhayangkara_presisi_1768733008.jpg)
Jika melihat empat kiper yang dipanggil Herdman, memang tidak ada satu pun yang kini berstatus pemain Persija. Namun, Cahya patut dianggap sebagai ”perwakilan” Macan Kemayoran karena merupakan kiper lulusan program Persija Development.
Ia membela Persija di ajang Elite Pro Academy U-16, U-18, hingga U-20 sebelum dipromosikan Thomas Doll ke tim utama Persija pada musim 2022-2023.
Sejak awal musim 2024-2025, Cahya pergi dari Persija untuk memperkuat Bekasi City. Lalu, ia mendapat kesempatan naik kelas bersama PSIM pada musim 2025-2026. Di Liga Super musim ini, Cahya berstatus kiper termuda yang tampil rutin. Sudah 23 laga dijalaninya bersama PSIM.
”Kami bangga Cahya mendapat pengakuan dari pelatih baru timnas. Harapan kami, Cahya tidak hanya berkesempatan masuk ke dalam skuad akhir, tetapi juga bisa bermain untuk timnas senior,” ucap Manajer PSIM Razzi Taruna.
Merujuk 24 pemain yang akan menghiasi daftar susunan pemain Indonesia di FIFA Series 2026, Herdman memberikan indikasi nyata bahwa akan mempertahankan formasi 3-4-3 yang menjadi taktik favoritnya semasa menangani timnas Kanada.
Pakem awal 3-4-3 itu bisa berubah menjadi 5-4-1 dalam situasi defensif. Peran dua pemain sayap, terdiri dari gelandang/bek sayap dan penyerang sayap, amat penting dalam pendekatan permainan Herdman.
Herdman berpeluang menurunkan susunan trio bek tengah dalam dua laga FIFA Series. Ia memiliki bek-bek dengan kualitas nyaris setara, seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Justin Huber, Ridho, dan Elkan.
Poros permainan dari kedua sisi sayap yang akan diperebutkan oleh sejumlah pemain. Di pos gelandang/bek sayap kanan, Sandy Walsh sulit disaingi. Pelapis utama Sandy adalah Yakob Sayuri dan Eliano Reijnders.
Untuk sisi kiri, terdapat persaingan ketat antara Calvin Verdonk dan Dean James. Dony akan memetik pelajaran penting berlatih dengan dua seniornya itu.
Sementara itu, posisi penyerang sayap akan menjadi arena pertarungan bagi Beckham Putra, Ragnar Oratmangoen, juga Yakob. Ole Romeny masih akan berstatus penyerang tengah utama. Zijlstra dan Ramadhan Sananta bakal bersaing untuk menjadi deputi striker Oxford United itu yang diturunkan ketika lini serang Garuda buntu hingga pertengahan babak kedua.
Potensi serangan terpaku dari kedua sayap didasari empat gelandang yang dipilih Herdman bertipe serupa, yakni berperan murni sebagai nomor enam atau gelandang bertahan. Joey Pelupessy, Jordi Amat, Ivar Jenner, dan Nathan Tjoe-A-On adalah kuartet yang bisa berduet di lini tengah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/10/e9c21c6a-8e85-48af-8027-60287f204040.jpg)
Keputusan Herdman untuk tidak membawa Ricky Kambuaya, gelandang dan kapten Dewa United, dan Ezra membuat skuad Garuda tidak memiliki pemain yang piawai berfungsi sebagai gelandang serang. Pemain yang dominan menghadirkan umpan progresif dan berani menggiring bola dari lini tengah untuk berduel satu lawan satu dengan pemain lawan.
Tanpa pemain bertipe nomor delapan atau sepuluh di jantung permainan, timnas Indonesia akan fokus pada gaya pragmatis yang mengandalkan serangan melalui direct play ke kedua sisi sayap. Apalagi, empat gelandang yang dipilih Herdman memiliki akurasi umpan jarak jauh yang baik.
Intinya, bersama Herdman, timnas Indonesia akan kembali fokus mengejar hasil akhir dengan berfokus pada pertahanan kokoh, alih-alih sajikan sepak bola menyerang dan menghibur.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/22/b5fec2a7b42d0d4084315d5c76ba2dcb-Screenshot_2026_03_22_at_8.37.43_AM.png)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra