Ole Romeny Sejajar Ilham Jayakesuma, Perjuangan Indonesia Menuju Piala Dunia Berlanjut

Timnas Indonesia memastikan langkah ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Ole Romeny menyamakan rekor Ilham Jayakesuma yang berjalan 20 tahun.

05 Jun 2025 23:25 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JAKARTA, KOMPAS — Mimpi tim nasional Indonesia menuju Piala Dunia 2026 memasuki babak baru. Kemenangan 1-0 atas China, Kamis (5/6/2025) malam WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, memastikan langkah Indonesia menyegel satu tempat di putaran keempat yang bakal digelar, Oktober mendatang.

Serupa dengan pertandingan kedelapan kontra Bahrain, hasil positif skuad ”Garuda” dihasilkan lewat gol tunggal penyerang asal Oxford United, Ole Romeny. Gol ketiga Ole untuk Indonesia dihasilkan melalui eksekusi titik putih pada menit ke-45.

Penalti diberikan wasit asal Uzbekistan, Rustam Lutfullin, setelah menyaksikan tayangan ulang di asisten wasit video (VAR). Insiden bermula pelanggaran bek China terhadap gelandang Indonesia, Ricky Kambuaya.

Ole Romeny pun sudah bisa masuk dalam daftar penyerang terbaik Indonesia merujuk kiprah di ajang kualikasi Piala Dunia. Gol dalam tiga pertandingan beruntun yang dihasilkan Ole Romeny menyejajarkan dirinya dengan Ilham Jayakesuma. Legenda Persita Tangerang itu mencetak gol pada tiga pertandingan beruntun pada kualifikasi Piala Dunia 2006.

”Iya, (disamakan Ole) ya alhamdulillah, ha-ha-ha,” ujar Ilham kepada Kompas melalui pesan singkat.

Pemain Indonesia Ole Romenij melakukan tendangan penalti dalam pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Raihan tiga poin yang sesuai harapan di laga kandang pamungkas pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 membuat skuad Garuda mengumpulkan 12 poin. Indonesia sudah menyingkirkan China dari persaingan menuju Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Bahrain juga tidak bisa finis lebih baik dari Indonesia setelah kalah 0-2 dari Arab Saudi pada pertandingan yang digelar setelah laga Indonesia lawan China berakhir.

Alhasil, koleksi poin itu memastikan Indonesia sudah menyegel posisi empat besar, utamanya duduk di posisi ketiga atau keempat. Dengan minimal duduk di peringkat keempat, Jay Idzes dan kawan-kawan bakal menjadi salah satu dari enam tim yang akan memperebutkan dua tiket langsung ke Piala Dunia 2026.

Pelatih Indonesia Patrick Kluivert bangga dengan daya juang pemainnya. Ia mengatakan laga melawan China adalah wujud dari hasil pemusatan latihan yang digelar di Bali.

"Saya senang dengan penampilan tim. Kami akan berjuang untuk laga melawan Jepang dan melakukan yang harus kami lakukan," tutur Kluivert dalam konferensi pers usai laga.

Patrick menambahkan, "Saya percaya diri dan puas dengan skuad yang saya miliki. Saya tidak berencana menambah pemain (naturalisasi) untuk babak berikutnya".

Pelatih China Branko Ivankovic menyebut tim Indonesia mampu tampil dengan kemampuan terbaik. Meski sudah berusaha maksimal, lanjutnya, China tetap gagal meraih hasil positif yang diinginkan.

"Selamat untuk Indonesia atas kemenangan. Semoga beruntung untuk menjalani babak selanjutnya. Indonesia memiliki potensi untuk lolos ke Piala Dunia tahun depan," ucap Ivankovic.

Kans Indonesia untuk duduk di peringkat kedua guna mendampingi Jepang lolos ke Piala Dunia 2026 telah dipastikan gugur. Penyebabnya, Australia mampu menaklukkan Jepang 1-0 pada pertandingan di Stadion Optus, Perth, Australia, Kamis malam waktu setempat. Gol tunggal bek sayap kiri, Aziz Behich, mendekatkan ”Socceroos” untuk menjaga tradisi lolos ke putaran final Piala Dunia dalam enam edisi beruntun.

Australia bisa memastikan sebagai pendamping Jepang dari Grup C apabila Arab Saudi gagal mengalahkan Bahrain, Jumat (6/6/2025) dini hari WIB. Jika Saudi menang, duel Saudi kontra Australia di Jeddah, Selasa nanti, bakal menentukan penghuni peringkat kedua.

Pemain Indonesia Justin Hubner berebut bola dengan pemain China Cao Yongjing dalam pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Kemenangan pertama

Mengalahkan China tidak sekadar memperpanjang napas Indonesia menuju pentas sepak bola terakbar di kolong langit. Hasil itu juga mencetak sejarah baru dalam rekor pertemuan dengan ”Tim Naga”, julukan China. Untuk pertama kali, Indonesia bisa mengalahkan China di Stadion Utama GBK.

Pada tiga pertemuan sebelumnya di stadion warisan Asian Games 1962 itu, Indonesia dua kali ditahan China pada Ganefo 1963 dan kualifikasi Piala Asia 2015, kemudian menelan kekalahan pada kualifikasi Piala Dunia 2002.

Adapun dalam historis duel dengan China secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi kemenangan kedua. Kemenangan perdana Indonesia atas China dalam laga kandang tercipta pada Mei 1957 di kualifikasi Piala Dunia 1958. Kala itu, Ramang mencetak dua gol kemenangan Indonesia yang disaksikan sekitar 80.000 penonton yang memadati Lapangan Ikada, Jakarta.

Secara permainan, China mampu mengimbangi Indonesia. China mencatatkan momen pertama unggul penguasaan bola dalam laga tandang putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pemain Indonesia merayakan gol dari tendangan penalti yang dicetak oleh Ole Romenij dalam pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Kompas/Adryan Yoga Paramadwya

Di Stadion Utama GBK, Tim Naga mencatatkan 52 persen penguasaan bola. Angka itu jauh melonjak dibandingkan rerata 25 persen penguasaan bola pada empat laga di luar kandang sebelumnya. Hal itu menunjukkan Pelatih China Branko Ivankovic bertekad mengejar kemenangan.

Sementara itu, Indonesia lebih unggul dalam kreasi peluang. Sebanyak 13 tembakan skuad Garuda jauh superior dibandingkan lima tembakan China.

Indonesia kreasikan dua tembakan tepat sasaran di setiap babak. Ancaman terbaik itu dicatatkan Ole Romeny yang berbuah gol, lalu Kevin Diks pada menit ke-79. Adapun China hanya satu kali menguji ketangguhan kiper debutan Indonesia, Emil Audero.

Kluivert mengakui Indonesia tidak menunjukkan dominasi mutlak atas China. Juru taktik asal Belanda itu menegaskan misi utama di gim kontra China.

"Penting untuk memainkan permainan yang nyaman. Meski begitu, hasil akhir tetap yang paling utama bagi kami," katanya.

Catatan redaksi:

Berita ini diperbarui dengan kutipan dari pelatih Indonesia Patrick Kluivert dan pelatih China Branko Ivankovic.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan