Lawan China, Ujian Intensitas dan Kualitas Menyerang Indonesia

Meskipun lebih diunggulkan, timnas Indonesia harus waspada permainan pragmatis China. Peran Emil Audero bakal krusial untuk menjaga fokus lini pertahanan.

05 Jun 2025 11:35 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Duel menghadapi China, Kamis (5/6/2025) pukul 20.45 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, akan menjadi ujian bagi permainan menyerang tim nasional Indonesia. Statistik China yang gemar bertahan dan laga berlabel wajib menang menuntut anak asuhan Patrick Kluivert untuk tampil ofensif sejak sepak mula.

China hanya catatkan rata-rata 25 persen penguasaan bola dalam empat laga tandang di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Jika melihat rerata penguasaan bola itu, angka itu juga masih di bawah 24 persen penguasaan bola yang dicatatkan China pada gim pertama kontra Indonesia, Oktober 2024 lalu.

Bermain di hadapan sekitar 70.000 pendukung, Kluivert menjanjikan permainan skuad “Garuda” yang memburu kemenangan. Apalagi Kluivert telah memaksimalkan masa pemusatan latihan dalam dua pekan terakhir untuk menyuntikkan filosofi permainan total football khas Belanda.

Meskipun kehilangan Marselino Ferdinan dan Ragnar Oratmangoen pada gim kontra China, Kluivert memanggil pemain-pemain ofensif untuk mengisi skuadnya. Terdapat Beckham Putra, Stefano Lilipaly, Egy Maulana Vikri, serta Yakob dan Yance Sayuri yang berpeluang mendapatkan menit bermain pertama di timnas Indonesia pada rezim Kluivert.

Pekerjaan rumah Kluivert dan stafnya adalah membongkar garis pertahanan rendah China yang bakal menguji sabar dan fokus para pemain Indonesia. Pada dua gim di era Kluivert, Maret lalu, Ole Romeny dan kawan-kawan menghasilkan akumulasi 18 tembakan.
Namun, akurasi tembakan itu hanya 28 persen. Tak heran, Indonesia hanya mampu mencetak masing-masing satu gol ke gawang Australia dan Bahrain melalui sepakan Ole.

infografik Perbandingan Kekuatan Timnas Indonesia dan China

”Kami terus menyempurnakan pola permainan yang kami siapkan di Bali. Saya berharap bisa melihat seluruh pemain menjalankan taktik yang kami siapkan itu. Saya memiliki perasaan yang baik untuk hadapi China,” tutur Kluivert dalam konferensi pers jelang laga, Rabu (5/6/2025), di SUGBK.

Pada sesi latihan resmi, Rabu malam, pemain skuad Garuda menjalani sesi latihan operan-operan pendek cepat. Kemampuan itu akan sangat penting untuk melepaskan diri dari pressing ketat China, terutama ketika pemain Indonesia sudah melewati garis tengah lapangan.

Dengan peluang menerapkan formasi 3-4-3 serupa ketika hadapi Bahrain, Indonesia bisa menempatkan delapan pemain di zona pertahanan China. Jumlah itu terdiri dari tiga penyerang, empat gelandang, serta salah satu bek akan menjadi ekstra gelandang untuk membantu mengalirkan bola.

Keberadaan Ole yang berkeliaran di jantung pertahanan China perlu ditopang oleh pemain-pemain sayap yang mampu lakukan improvisasi. Dalam skema open play, tusukan melalui dribel ciamik serta umpan terobosan akurat akan sangat bermanfaat untuk membongkar pertahanan berlapis ”Tim Naga”, julukan China.

Pemain timnas Indonesia berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025). Timnas Indonesia dijadwalkan bertanding melawan China pada laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Kamis (5/6/2025) malam. Indonesia wajib menang dalam laga itu untuk menjaga peluang lolos ke babak utama Piala Dunia 2016.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
04-06-2025

Lima pemain baru yang dipanggil Kluivert dari Liga 1 memiliki bekal untuk hadirkan efek kejut di pertahanan China. Egy dan Yakob, misalnya, telah membuktikan kualitas mereka mampu menaklukan pertahanan tim-tim terbaik di Indonesia yang mayoritas diisi oleh pemain impor.

Egy dan Yakob juga telah mengenyam pengalaman laga internasional yang mumpuni. Kejuaraan ASEAN, Piala Asia, hingga kualifikasi Piala Dunia adalah turnamen yang telah dijalani mereka bersama skuad Garuda.

Kehadiran keduanya akan sangat bermanfaat untuk melayani Ole di depan. Egy dan Yakob berani berhadapan satu lawan satu dengan lawan, lalu mereka juga dibekali naluri sangat baik untuk menyajikan operan yang melayani rekan setim.

Koleksi tujuh asis yang diciptakan Egy, lalu empat asis milik Yakob adalah modal mereka untuk mendapat kepercayaan Kluivert di gim kontra China. Jangan dilupakan pula, Egy dan Yakob adalah pemain lokal tersubur di BRI Liga 1 2024-2025. Egy menyumbang 12 gol untuk Dewa United. Sementara Yakob mencetak 10 gol pada musim perdananya bersama Malut United.

Perbandingan statistik performa Egy Maulana Vikri (kiri) dan Yakob Sayuri di Liga 1 2024-2025.

Cegah transisi

Selain memikirkan cara untuk membongkar pertahanan China yang rapat dan rendah, Kluivert juga perlu memastikan anak asuhannya mampu menjaga fokus pertandingan dan tampil tanpa cela selama 90 menit. Pasalnya, China memiliki transisi positif yang berbahaya.

Australia dan Bahrain telah merasakan lecutan kejutan fast-break Tim Naga di kandang mereka masing-masing. Pada dua gim di kandang Australia dan Bahrain adalah momen China bisa mencetak gol pada laga tandang di putaran ketiga.

Gaya itu juga sudah ditunjukkan China kepada Indonesia pada palagan pertama di Qingdao. Zhang Yuning, penyerang Beijing Guoan, mencetak gol kedua China ke gawang Maarten Paes yang membantu timnya unggul 2-1.

Yuning bakal kembali menjadi andalan Pelatih China Branko Ivankovic. Ia adalah penyerang dengan cap terbanyak yang dibawa Ivankovic ke Jakarta. Namun, Yuning tidak terlalu memikirkan untuk bisa kembali mencetak gol ke gawang Indonesia.

Pemain timnas China berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025). Timnas China dijadwalkan bertanding melawan Indonesia pada laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Kamis (5/6/2025) malam.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
04-06-2025

”Sebagai penyerang, mencetak gol hanya salah satu bagian dari tugas saya. Saya juga harus memberikan kontribusi kepada tim. Saya yakin semua pemain bisa mencetak gol karena kami berjuang bersama untuk meraih hasil positif,” kata Yuning.

Di sesi latihan resmi, kemarin malam, pemain-pemain China juga menyimulasikan serangan-serangan cepat mereka. Ketika bola berada di kiper, serangan akan dimulai dari pemain belakang. Mereka langsung sajikan permainan vertikal lewat sisi sayap.

Jika pemain saya tidak bebas, dua penyerang akan mendekati rekan setim yang menguasai bola. Salah satu penyerang akan berperan sebagai pemantul dan penghancur fokus lawan sehingga penjagaan terhadap pemain-pemain sayap mengendur. Selanjutnya, melalui operan satu sentuhan, bola sudah bisa dialirkan kepada pemain sayap.

Akhir dari serangan Tim Naga, dalam simulasi latihan itu, ialah dengan umpan silang ke kotak penalti. Pemain China dominan melatih duel udara, salah satu sasaran umpan itu ialah Yuning.

Pemain timnas China berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025). Timnas China dijadwalkan bertanding melawan Indonesia pada laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Kamis (5/6/2025) malam.

Demi antisipasi transisi positif China, peran kiper, Emil Audero, bakal sangat krusial. Tidak hanya diharapkan mampu menghalau setiap ancaman yang dihasilkan China, Emil juga memiliki tugas untuk memastikan organisasi lini pertahanan mampu terjaga selama 90 menit dalam kondisi dengan dan tanpa bola.

”Kami berpeluang memiliki waktu lebih banyak dengan bola, tetapi kami juga harus hati-hati ketika tanpa bola untuk antisipasi serangan balik mereka. Kami sudah mempersiapkan diri untuk menjalani situasi (serangan balik China) itu,” ujar Emil.

Ia menambahkan, ”Second ball sangat penting untuk pertandingan nanti. Selain itu, kami harus jaga akurasi operan dan melakukan segalanya dengan benar.”

Tak ayal, laga menghadapi China adalah pembuktian kelas sesungguhnya skuad Garuda dalam persaingan elite di Asia. Jika bisa menang, apalagi dengan skor telak, Indonesia bisa menatap level lebih tinggi dan semakin percaya diri mengejar target agung ke putaran utama Piala Dunia 2026.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .