Oliver Glasner memburu kemenangan ketiga untuk Crystal Palace di Stadion Wembley. Liverpool ingin menyamai koleksi trofi Community Shield milik Arsenal.
09 Agt 2025 11:55 WIB · Olahraga
LONDON, SABTU — Crystal Palace bersama Manajer Oliver Glasner bakal menjalani pertandingan ketiga di Stadion Wembley, London, Inggris, dalam kurun waktu sekitar tiga bulan. Dua kemenangan tercipta pada dua laga sebelumnya. Kontra Liverpool di Community Shield, Minggu (10/8/2025) pukul 21.00 WIB, ingin dibuktikan Glasner bahwa kejayaan di ”katedral” sepak bola Inggris itu bukan kemujuran belaka.
Perkawinan nasib Glasner dengan Wembley dimulai dengan menaklukkan Aston Villa 3-0 di babak semifinal Piala FA, 26 April lalu. Nyaris sebulan berselang, tepatnya 17 Mei, giliran Manchester City yang dipecundangi Palace dengan skor tipis 1-0 pada partai puncak Piala FA.
Kemenangan atas City menciptakan sejarah bagi ”Si Elang”. Mereka meraih trofi mayor pertama dalam sejarah klub. Itu juga menjadi gelar juara perdana Glasner, juru taktik berpaspor Austria, di Inggris.
Menang dan nirbobol pada dua duel sebelumnya di Wembley adalah bekal apik Palace jelang menghadapi Liverpool, sang juara Liga Inggris 2024-2025. Jika hanya memperhatikan posisi klasemen akhir musim lalu, nasib Palace dan ”Si Merah” bak bumi dan langit.
Liverpool tak terusik di puncak klasemen pada mayoritas durasi kampanye kompetisi. Adapun Palace tertatih-tatih di papan tengah hingga finis duduk di peringkat ke-12.
Ini lebih baik daripada sekadar laga persahabatan. Laga ini sebuah kesempatan untuk memenangi trofi. Kesempatan kami untuk bersaing langsung dengan juara (Liga Inggris).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/18/72d56f5743c9fdb69912bdc0d05041b4-wires_photo_15_.jpg)
Meskipun berselisih 31 poin pada klasemen akhir musim lalu, Palace telah membuktikan dalam pertarungan langsung tidak ada yang mustahil. Mereka menahan Si Merah pada laga pamungkas Liga Inggris musim lalu di Stadion Anfield. Ismaila Sarr menodai pesta penutupan dan penyerahan trofi Liga Inggris milik Liverpool.
Glasner mengungkapkan, Community Shield, yang kerap dianggap trofi hiburan jelang musim baru bergulir, amat berarti bagi Si Elang. Berbeda dengan tim-tim papan atas Inggris yang saban tahun berkontestasi mengejar trofi, Palace serupa dengan tim semenjana lain yang memiliki roda siklus khusus untuk mendapatkan kesempatan memainkan partai perebutan gelar juara.
”Ini lebih baik daripada sekadar laga persahabatan. Laga ini sebuah kesempatan untuk memenangi trofi. Kesempatan kami untuk bersaing langsung dengan juara (Liga Inggris),” ujar Glasner dilansir laman klub.
”Kami ingin menunjukkan bagaimana kami bermain. Kami ingin menampilkan bahwa kami bisa berkompetisi dengan setiap tim. Itu yang kami persiapkan dalam beberapa pekan terakhir,” tambahnya.
Glasner juga menyinggung laga terakhir musim lalu ketika timnya bisa membawa pulang satu poin dari Anfield. ”Pemain memberikan saya kepercayaan diri. Saya pikir laga terakhir di (markas) Liverpool memperlihatkan bagaimana permainan akan berjalan, bagaimana laga terjadi, sehingga saya sangat menantikan laga itu dengan segala upaya terbaik,” kata Glasner.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/26/8502f3daf01be0b5c8133e306b7e9385-cropped_image.jpg)
Trio lini serang yang dihuni Sarr, Eberechi Eze, dan Jean-Philippe Mateta akan memberikan ancaman besar bagi pertahanan Liverpool. Mengandalkan transisi positif, ketiganya berpeluang mengejutkan juara Liga Inggris melalui serangan balik cepat.
Mobilitas Daichi Kamada di jantung permainan juga berpotensi menghadirkan momok bagi Liverpool di Wembley. Pemain tim nasional Jepang itu bisa pula berperan sebagai penyerang bayangan untuk menambah kuantitas pemain Palace yang berada di sepertiga akhir pertahanan Liverpool.
Situasi tidak stabil lini belakang Liverpool yang ditandai selalu kemasukan dalam empat pertandingan ekshibisi terakhir bisa dimanfaatkan Palace. Artinya, bukan hal mustahil bagi Palace untuk menambah panjang kemujuran di Wembley pada musim panas tahun ini.
Seandainya meraih Community Shield perdana dalam sejarah klub, Glasner berpeluang bakal dikenang abadi oleh Palace. Patung dirinya di Stadion Selhurst Park bisa berdiri dalam beberapa tahun mendatang.
Manajer Liverpool Arne Slot mengakui Palace bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata oleh anak asuhannya. Berkaca dari laga terakhir di Anfield musim lalu, lanjut Slot, Palace memiliki kualitas untuk bersaing dengan tim mana pun.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/26/08f61074f2e57702312d111d2534743f-wires_photo_2025_05_26T140520.067.jpg)
”Hal yang menyenangkan bisa memulai musim dengan kans untuk memenangi trofi. Sayangnya, kami menghadapi Crystal Palace yang sangat bagus dan amat sulit untuk dikalahkan,” tutur Slot dilansir laman klub.
Ia menambahkan, ”Saya pikir mayoritas pemain mereka bertahan. Jadi itu menjadi alasan lebih betapa sukarnya mereka untuk dihadapi.”
Di tengah kedalaman mengagumkan di lini serang, seperti adanya Mohamed Salah, Cody Gakpol, Florian Wirtz, Hugo Ekitike, Federico Chiesa, dan Rio Ngumoha, lini belakang Liverpool masih mengkhawatirkan.
Khususnya, pos bek tengah yang hanya mengandalkan Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate. Bek tengah pelapis, Joe Gomez, tidak bisa tampil di Community Shield akibat cedera.
Namun, situasi itu tidak memusingkan bagi Slot. Ia yakin secara perlahan pemain-pemain alternatif bisa menjalankan peran di lini pertahanan dengan baik. Slot mempersiapkan Andy Robertson, Wataru Endo, dan Ryan Gravenberch untuk menjadi bek tengah pelapis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/26/f13190401942e3c047b31d0b884d2e62-APTOPIX_Britain_Soccer_Premier_League.jpeg)
”Kami masih memiliki beberapa opsi. Saya sangat senang dengan pemain yang saya miliki,” tegas Slot yang berambisi mempersembahkan trofi Community Shield ke-17 untuk Liverpool.
Saat ini, Liverpool hanya tertinggal dari Manchester United (21 gelar) dan Arsenal (17) dalam koleksi trofi juara laga pembuka kompetisi kasta tertinggi Inggris itu.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan