Pertama kali di masa kepresidenannya, Presiden Prabowo Subianto menggelar ”open house” di Istana. Selain bersilaturahmi, warga pun menikmati aneka makanan minuman.
31 Mar 2025 15:04 WIB · Politik & Hukum
Hidangan ketupat dengan rendang, ayam opor, dan sambal goreng hati terhidang di meja-meja bertaplak putih. Bukan hanya itu, masih ada siomay bandung dan batagor, bakwan malang, teppanyaki dan nasi goreng jepang, roti, es kelapa, es teler avokad, kopi, serta beragam minuman dalam kemasan.
Sekitar 1.000 masyarakat menikmati hidangan itu di tenda raksasa di halaman tengah antara Istana Merdeka dan Istana Negara, Jakarta, Senin (31/3/2025). Jalur-jalur pembatas disiapkan. Sebab, menurut rencana Presiden Prabowo Subianto akan menghampiri warga dan bersilaturahmi.
Warga pun antusias menanti sembari makan dan minum. Banyak warga menginjakkan kaki untuk pertama kali di Istana.
Joko (61) dan rekannya, Armen (42), pun menikmati ketupat opor ayam dengan bersemangat. Mengenakan kaus, celana panjang berwarna gelap, dan sandal, keduanya senang bisa masuk istana kendati sejak pukul 06.00 menunggu di gerbang Kompleks Istana Kepresidenan di Jalan Majapahit dan melewatkan kesempatan shalat Idul Fitri.
”Ini, kan, perdananya beliau (Prabowo sebagai Presiden), dari kecil hingga lahir di Jakarta baru ini saya menginjak Istana,” kata Armen yang kini tinggal di Bekasi.
Mimpi apa semalam, bisa ke Istana dan ketemu Presiden.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/31/adf96d8c-2638-4da8-a7d3-cb42718476a9_jpg.jpg)
Sementara Joko yang sehari-hari bekerja sebagai mandor proyek perumahan mengikuti open house atau gelar griya di Istana karena belum mendapatkan tiket untuk mudik ke Pinrang, Sulawesi Selatan. Sembari menunggu jadwalnya pulang kampung sekitar 5 April, dia pun berharap bisa menyalami Presiden Prabowo.
Apalagi, Joko mengaku menjadi relawan Prabowo di pemilu presiden sebanyak tiga periode. ”Saya relawan (Pak Prabowo) tiga periode,” ujar Joko bersemangat.
Rani (46) yang hadir bersama suaminya, Ridwan, tak kalah antusias. Dia pun segera mengabadikan momen ini dengan membuat vlog.
”Tiap tahun tahu ada open house, tapi enggak pernah ke sini. Sebab, dulu tugas terus,” ujar Ridwan yang anggota tentara.
Rani pun bersemangat menemui Presiden Prabowo. ”Mimpi apa semalam, bisa ke Istana dan ketemu Presiden,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/31/4324e193-9fe9-4c5a-83d3-360d3ddee629_jpg.jpg)
Beberapa warga difabel pun hadir di acara gelar griya ini. Rosida (50) yang tinggal d Lenteng Agung tiba di Kompleks Istana Kepresidenan menggunakan sepeda motor modifikasi beroda 3. Dengan teman-teman difabelnya, dia bertemu di pintu masuk baru kemudian ke tenda di halaman tengah ini.
Rosida mengatakan, kompleks Istana cukup akses untuk warga yang menggunakan kursi roda. Namun, harapannya fasilitas umum pun memberi akses untuk warga difabel. ”Sekarang, kan, masih banyak yang bertangga-tangga,” ujar Rosida yang sehari-hari bekerja dengan membuat dan menjual aneka puding dan makanan kecil.
Untuk Aryani Arsyad (55) yang menggunakan kaki palsu dan tongkat sebagai alat bantu jalan, jalur dari gerbang di Jalan Majapahit sampai ke halaman tengah Istana sangat melelahkan. Keringat tampak mengucur di keningnya.
”Sebenarnya, welcome semua dari Paspampres. Care banget. Itu yang saya alami begitu. Tapi, kendalanya, terlalu jauh, dari gerbang sampai tenda, sampai halaman tengah, apalagi saya pakai tongkat dan turun naik tangga. Sulit terjangkau. Tapi, demi Bapak Prabowo sebagai Presiden yang pernah kita harapkan, kendala jadi enggak masalah. Tapi, sebenarnya kami capek,” tuturnya.
Aryani pun berharap, ke depan, warga difabel bisa dipermudah saat bersilaturahmi dengan Presiden.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/31/8d73acff-cacc-4f14-aaef-c868dd11326f_jpg.jpg)
Selain itu masih ada beberapa pengemudi ojek daring (ojol) yang hadir. Bambang (55) dari bogor, Riyanto (49) dari Jakarta Barat, dan Triyono (49) dari Jakarta Selatan menjadi beberapa pengemudi yang hadir di open house. ”Kami ini 100 mitra pertama Gojek, dari zaman (pakai) pager sampai HP jadul,” kata Bambang.
Bambang dan rekan-rekannya gembira. Sebab, ini pertama kali bagi mereka bisa masuk Istana. Jaket hijau penanda grup ojek daringnya pun dikenakan.
Pengalaman pertama masuk Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pun dirasakan Sibarani, seorang pemuda asal Solo yang tinggal di Cempaka Putih. ”Pertama masuk dan melihat bentuk bangunan di Istana, ada kesan kolonial gitu,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/31/5c18165c2818602de7322f1f80ec65d4-WhatsApp_Image_2025_03_31_at_14.35.40.jpeg)
Menurut Sibarani, pemeriksaan sewaktu mau masuk Kompleks Istana berjalan standar. ”Enggak ketat banget. Pemeriksaan biasa aja,” ujarnya.
Sesekali, Sibarani menyapukan pandangan ke arah kerumunan warga yang berada di bawah naungan tenda tempat aneka menu makanan dan minuman disajikan di meja panjang. Sejurus kemudian, saat berada di tengah ada banyak orang yang mendatangi Istana, dia mengatakan bahwa dirinya tiba-tiba teringat cerita kakeknya.
”Dulu kakek saya cerita, waktu zaman Bung Karno, orang-orang juga berkumpul ketika mendengar Bung Karno datang. (Orang) yang lagi di ladang, lagi kerja, lari untuk mendengar Bung Karno berpidato,” kata Sibarani.
Sekitar pukul 11.00 WIB Presiden Prabowo menemui dan menyalami masyarakat. Sebelumnya, sejak menjelang pukul 09.00 WIB, Presiden menerima para menteri, duta besar, serta pejabat lain dan keluarganya di ruang kredensial Istana Merdeka.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/31/f731b8f1-0371-432b-abd3-ef4459255c9b_jpg.jpg)
Para menteri pun mengenalkan anggota keluarga mereka serta berfoto bersama Presiden. Oleh karena itu, proses silaturahmi dengan ratusan pejabat ini berlangsung cukup lama.
Di awal acara, tampak pula Wakil Presiden Gibran Rakabumingraka bersama Nyonya Selvi dan kedua anak mereka, Jan Ethes dan La Lembah Manah. Selain itu, hadir pula Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla bersama Nyonya Mufidah serta Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarganya.
Hidangan pun disajikan buat para pejabat ini di ruang tengah Istana Merdeka. Presiden Prabowo yang didampingi putranya, Ragowo Hediprasetyo, yang lebih dikenal sebagai Didit, benar-benar menjamu tamu-tamu di Istana.
Penulis:
Nina Susilo, Cyprianus Anto SaptowalyonoEditor:
Cyprianus Anto Saptowalyono