Seusai menunaikan shalat Id di Istiqlal, Presiden Prabowo Subianto kembali ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk bersilaturahmi dengan para pejabat dan masyarakat.
31 Mar 2025 12:34 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Antrean para pejabat bersama keluarganya menjejali tangga di samping Istana Merdeka, Jakarta, Senin (31/3/2025). Mereka menanti giliran bersalaman dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.
Presiden bersilaturahmi dengan para menteri, kepala lembaga, serta pejabat lain di ruang kredensial Istana Merdeka seusai menunaikan shalat Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Presiden yang hadir bersama putranya, Didit Hediprasetyo, tiba di masjid sekitar pukul 06.45 WIB. Selain Presiden, ribuan jemaah juga turut hadir untuk bersama-sama menunaikan shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal.
Presiden menempati saf paling depan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta para menteri. Shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan imam ustaz Moh Salim Ghazali dan khatib KH Ahmad Tholabi. Khotbah kali ini bertema ”Merawat Kemabruran Puasa”.
Kebersamaan selama bulan Ramadhan sejatinya memberi makna penting bahwa keberkahan itu akan lahir dari kebersamaan dan persatuan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/31/f530f0dc-86c2-4541-9ab6-77b9174d9de4_jpg.jpg)
Dalam khotbahnya, disampaikan bahwa pesan penting dari amalan Ramadhan adalah kohesivitas yang bukan sekadar kata-kata. Kohesivitas harus senantiasa diikhtiarkan secara bersungguh-sungguh.
”Kebersamaan selama bulan Ramadhan sejatinya memberi makna penting bahwa keberkahan itu akan lahir dari kebersamaan dan persatuan, Albarakah ma’a al-jama’ah,” tuturnya.
Khatib mengajak seluruh umat Muslim untuk menjaga kefitrian dengan terus berikhtiar agar menghadirkan kebaikan untuk semua. Kemabruran puasa tidak hanya menjadikan individu saleh, tetapi secara lebih luas menghadirkan kesalehan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
”Harapan bagi terwujudnya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang makmur dan diberkahi, harus kita perjuangkan secara kontinu, konsisten, dan bersungguh-sungguh dengan spirit menghadirkan kebaikan bersama,” ucapnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/31/f517d0d4-7546-4c0b-9559-5ebd1366978f_jpg.jpg)
Selesai menunaikan shalat Idul Fitri, Presiden Prabowo kembali ke kompleks Istana Kepresidenan Jakarta untuk bersilaturahmi dengan para pejabat negara dan masyarakat.
Sekitar seribu warga yang beruntung bisa masuk istana dan bersilaturahmi dengan Presiden menunggu di tenda raksasa di halaman tengah Istana Negara dan Istana Merdeka. Tenda ini digunakan sejak pelantikan serentak kepala-kepala daerah pada 20 Februari lalu serta berbagai agenda.
Kini, jalur-jalur disiapkan lengkap dengan meja-meja dengan beragam hidangan. Tersedia siomay bandung, batagor, ketupat dan ayam opor, sambal goreng ati dan rendang, teppanyaki dan nasi goreng jepang, roti, es alpukat, dan es kelapa. Masyarakat pun bebas menikmati hidangan.
Joko (61), warga Pinrang, Sulawesi Selatan, menuturkan, dirinya mengetahui agenda gelar griya (open house) dari berita media massa dan kawan-kawannya. Selain itu, dia memanfaatkan masa libur, tetapi belum mendapatkan tiket untuk pulang ke kampung halaman dengan mengikuti gelar griya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/31/5fc255a2-08a0-4112-8372-a1a2ae622edb_jpg.jpg)
Oleh karena itu, kendati mengenakan kaus, celana hitam, dan sandal jepit, dia bersemangat untuk menyalami Presiden. ”Saya relawan (Pak Prabowo) tiga periode,” ujar Joko bersemangat.
Rani (46) pun antusias menyalami Presiden Prabowo. Dia bersama suaminya, Ridwan, berangkat menggunakan kereta komuter sejak pagi dari tempat tinggalnya di Serpong. ”Tiap tahun tahu ada open house, tapi enggak pernah ke sini. Sebab, dulu tugas terus,” ujar Ridwan yang anggota tentara.
Rani pun bersemangat menemui Presiden Prabowo. ”Mimpi apa semalam, bisa ke istana dan ketemu Presiden,” ujarnya.
Presiden Prabowo sendiri baru mulai menemui warga sekitar pukul 11.00 WIB.
Penulis:
Nina Susilo, Nino Citra Anugrahanto, Emanuel Edi Saputra, Cyprianus Anto SaptowalyonoEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra