Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KMP Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa diperpanjang satu pekan.
19 Sep 2026 21:10 WIB · Nasional
ARSIP KANTOR SAR BANJARMASIN
BANJARMASIN, KOMPAS — Operasi pencarian dan pertolongan korban KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam dan terbalik di Laut Jawa diperpanjang hingga satu pekan ke depan. Perpanjangan ini dilakukan sembari menunggu upaya pengangkatan yang masih didiskusikan dengan pemilik kapal dan tim terkait.
Sementara itu, tiga jenazah kembali dapat diidentifikasi. Semuanya sudah diserahkan kepada keluarga.
Perpanjangan pencarian dan pertolongan disampaikan Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (19/9/2026) malam.
”Operasi ini kami perpanjang menjadi tujuh hari ke depan,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/19/407ed37bffddf7c91061302d0cadd90f-20260919wer2.jpg)
Menurut Yudhi, perpanjangan dilakukan dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya terkait rencana upaya pengangkatan badan kapal (salvage) yang prosesnya masih didiskusikan.
Yudhi menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait operasi yang dilaksanakan. Sabtu siang, ada dua tim salvage yang dikoordinasi pemilik kapal. Namun, ia belum bisa memastikan sampai kapan salvage dilakukan.
Sembari menunggu keputusan salvage, Yudi mengatakan, patroli udara dan laut tetap dilakukan. Sabtu malam, misalnya, Basarnas menurunkan KN SAR Kamawijaya dan Tugboat Jaya Dragon yang berisi 12 penyelam ke lokasi kecelakaan.
”Kami berusaha mencari di bawah air. Semoga didukung cuaca supaya kegiatan bisa dilakukan maksimal,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/15/8c93e89aa6dadb66af0c67e5cdd3efb0-20260915WER2.jpg)
Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalsel berhasil mengidentifikasi tiga korban yang ditemukan Jumat (18/9/2026). Mereka adalah Surya asal Tapin, serta Yuli dan M Abdianoor, warga Banjarmasin. Semuanya telah diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.
Sebelumnya, tim telah menyerahkan enam korban meninggal kepada keluarganya. Empat orang adalah warga Jawa Timur, yaitu Reyner Fausta Yosilianto (22) asal Malang, Nurul Rian Hidayat (33) asal Pamekasan, Deny Ridzal Saputra (29) dari Kediri, dan Imam Soeparno (66) asal Surabaya. Sementara dua lainnya dari Garut, Jawa Barat, yakni Erick Maisul Latif (37) dan Risyan Kurnia Putra (28).
Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Kalsel Komisaris Besar M Sofwan mengungkapkan, Abdianoor diketahui melalui identifikasi sekunder, yakni ciri medis, gigi, dan properti.
Sementara Yuli teridentifikasi melalui identifikasi primer, yakni gigi, dan identifikasi sekunder berupa properti. Adapun jasad Surya teridentifikasi melalui identifikasi primer sidik jari dan ciri medis.
DVI Polda Kalsel meminta kepada seluruh keluarga korban dan kerabat yang anggota keluarganya belum ditemukan bisa memberikan informasi terkait data korban ke Posko Antemortem di Pelabuhan Trisakti dan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Sejauh ini tim DVI Polda Kalsel telah menerima data antemortem dari 90 pelapor di posko di Pelabuhan Trisakti dan 12 di posko Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Penulis:
Defri WerdionoEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar