Berdasarkan jajak pendapat Litbang ”Kompas”, sebanyak 55,8 persen publik yakin Patrick Kluivert bisa meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 2026.
17 Mar 2025 14:57 WIB · Olahraga
Meskipun sempat menghadirkan pro dan kontra, kedatangan Patrick Kluivert sebagai pelatih anyar tim nasional Indonesia tetap menghadirkan keyakinan dari publik untuk mewujudkan mimpi menembus Piala Dunia 2026. Kluivert wajib memenuhi ekspektasi pada dua laga perdananya menangani skuad ”Garuda” kontra Australia (20/3/2025) dan Bahrain (25/3/2025) demi menyiram keyakinan publik itu.
Berdasarkan jajak pendapat Litbang Kompas, awal Maret ini, sentimen positif memayungi penunjukan Kluivert untuk melanjutkan estafet kepemimpinan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
Masih dengan target yang sama, Kluivert juga dicanangkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menerbangkan Indonesia ke Piala Dunia untuk pertama kali sejak bangsa ini merdeka di pengujung Perang Dunia II.
Keyakinan publik kepada Kluivert dan staf pelatihnya yang diisi sejumlah nama beken di percaturan sepak bola Eropa, seperti Alex Pastoor, Danny Landzaat, dan Gerald Vanenburg, untuk membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026 mencapai 49,2 persen.
Dengan menambah persentase publik yang ”sangat yakin”, maka sebanyak 55,8 persen responden optimistis Kluivert bisa meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 2026. Hanya sebanyak 36,6 persen responden yang tidak yakin bahwa Kluivert bisa mewujudkan mimpi terbesar publik sepak bola nasional.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/17/1c294bf4-72ee-4df4-aada-4c343992a1c3_png.png)
Meskipun optimisme terhadap Kluivert cukup dominan, keyakinan publik terhadap Kluivert belum sebesar Shin. Pada jajak pendapat Oktober 2024, sebesar 87,9 persen responden percaya Shin bisa membantu Indonesia mentas di Piala Dunia 2026.
Margin keyakinan yang signifikan itu cukup beralasan. Pasalnya, Kluivert baru akan menjalani laga perdana sebagai pelatih skuad Garuda pada Kamis (20/3/2025) menghadapi Australia di Stadion Sepak Bola Sydney.
Keterlibatan Kluivert dalam membuka diskusi dengan petinggi tim-tim Liga 1 Indonesia, menjalani langsung pencarian pemain lokal, hingga pemanggilan 30 pemain untuk laga bulan Maret ini memang telah menumbuhkan dukungan kepada Kluivert.
Indikasi itu bisa disaksikan dengan puluhan pendukung timnas Indonesia yang melepas Kluivert dan staf pelatih di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (16/3/2025). Kemudian, puluhan suporter Indonesia juga menyambut Kluivert dan timnya di Bandara Sydney, Australia, Senin (17/3/2025) pagi.
Saya mendukung di mana pun timnas bermain sejak bersama coach Shin.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/11/213534b0-bed2-45ac-abbc-26e02f769d16_jpg.jpg)
Tak hanya itu, sejumlah suporter dari Indonesia juga terbang ke Sydney untuk mendukung langsung Thom Haye dan kawan-kawan menghadapi Australia. Taufiq (53), wiraswasta, juga telah memesan hotel dekat tempat menginap skuad Indonesia di Hotel Intercontinental Doubley Bay, Sydney.
”Saya mendukung di mana pun timnas bermain sejak bersama coach Shin. Kini, saya juga terus mempertahankan tradisi datang langsung di laga tandang timnas demi mendukung skuad asuhan Patrick Kluivert lolos ke Piala Dunia,” ujar Taufiq.
Menjelang menghadapi Australia dan Bahrain, Kluivert mendapat suntikan tiga pemain naturalisasi baru. Mereka adalah Emil Audero (Palermo), Joey Pelupessy (Lommel), dan Dean James (Go Ahead Eagles).
Ketiga pemain itu memiliki kualitas yang mumpuni untuk memperkuat kedalaman skuad Garuda. Kluivert pun memiliki 19 pemain berstatus naturalisasi.
Dari 19 nama itu, hanya Jordi Amat (Johor Darul Ta’zim/Malaysia), Rafael Struick (Brisbane Roar/Australia), dan Sandy Walsh (Yokohama Marinos/Jepang) yang berkarier di Asia. Satu pemain bermain di Amerika Serikat, yaitu Maarten Paes di FC Dallas. Sebanyak 15 pemain lainnya berkarier di Eropa.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/17/cb9aba02-1933-42fa-9c6c-dfbcf2c41ecf_png.png)
Namun, publik justru berharap Kluivert tidak terlalu bergantung pada pemain naturalisasi. Sebanyak 53,4 persen responden menilai Kluivert perlu menambah lebih banyak pemain lokal dalam ambisi membawa Indonesia ke Piala Dunia edisi ke-23 yang bakal digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Dari 30 pemain untuk laga bulan Maret ini, Kluivert hanya menyertakan Septian Bagaskara, penyerang Dewa United, sebagai calon pemain debutan asal Liga 1 Indonesia. Tujuh pemain Liga 1 lain yang dibawa ke Sydney adalah muka-muka lama, misalnya Rizky Ridho, Ernando Ari, dan Ricky Kambuaya.
Sementara itu, responden menyertakan tujuh pemain hasil pembinaan dalam negeri yang paling difavoritkan tetap menjadi langganan skuad Garuda di era Kluivert. Ketujuh pemain itu mendapat dukungan lebih dari 3 persen.
Mereka adalah Pratama Arhan (24,9 persen), Rizky Ridho (22,5 persen), Marselino Ferdinan (15,5 persen), Egy Maulana Vikri (7,7 persen), Witan Sulaeman (3,7 persen), Asnawi Mangkualam (3,5 persen), serta Ramadhan Sananta (3,2 persen).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/17/df896242-3165-474d-858b-37a11066bab1_png.png)
Pemain-pemain yang tengah bersinar bersama klub masing-masing juga mendapat dukungan dari responden walaupun kurang menonjol, seperti Beckham Putra (1,3 persen), Saddil Ramdani (0,9 persen), dan Yakob Sayuri (0,5 persen).
Di sisi lain, sebanyak 36,6 persen responden masih mendukung program PSSI di bawah kendali Ketua Umum Erick Thohir untuk menambah pemain naturalisasi. Sejumlah nama yang masih berpeluang dinaturalisasi di antaranya Mauro Zijlstra (penyerang/Volendam), Jairo Riedewald (gelandang/Royal Antwerp), serta Miliano Jonathans (penyerang sayap/FC Utrecht).
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji Dewabrata