Naomi Osaka memenangi babak kedua Australia Terbuka 2025. Capaian itu mengantarkannya ke babak ketiga pertamanya di Grand Slam sejak menjadi seorang ibu.
15 Jan 2025 18:56 WIB · Olahraga
MELBOURNE, RABU — Mantan petenis nomor satu dunia, Naomi Osaka, kembali ke babak ketiga Grand Slam. Dia mencapainya pada turnamen yang dua kali dijuarai, Australia Terbuka, setelah menjalankan misi balas dendam pada dua babak.
Laga babak kedua Australia Terbuka 2025 di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Rabu (15/1/2025), dimenanginya ketika berhadapan dengan Karolina Muchova. Osaka mengalahkan petenis peringkat ke-20 dunia itu dengan skor 1-6, 6-1, 6-3.
Setelah kehilangan set pertama, terbayang oleh Osaka bahwa dia bisa saja kalah 1-6, 1-6. Namun, Osaka tak ingin itu terjadi. Dia mempunyai motivasi membalas kekalahan dari Muchova yang terjadi pada pertemuan terakhir sebelum di Melbourne Park, yaitu pada babak kedua Amerika Serikat Terbuka 2024.
Kekalahan itu begitu membekas, bukan hanya karena kepercayaan dirinya bangkit setelah menyingkirkan unggulan kesepuluh, Jelena Ostapenko, pada babak pertama. Di arena Grand Slam yang diselenggarakan di gemerlapnya Kota New York itu, Osaka memamerkan pakaian terbaik yang dikenakannya saat bertanding.
Dia memakai gaun dengan gaya ruffle di bagian rok. Ketika memasuki lapangan dan saat pemanasan, Osaka mengenakan jaket bomber dengan pita besar di bagian punggung dan rok tutu. Pita juga menghias bagian belakang sepatunya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/15/4960c0f9-1dfb-4acd-8c18-1ab160895262_jpg.jpg)
Namun, Osaka hanya sempat dua kali mengenakan pakaian bergaya harujuku itu, yaitu warna hijau untuk bermain siang dan versi hitam untuk malam. Langkahnya di Flushing Meadows dihentikan Muchova pada babak kedua 3-6, 6-7 (5) dan Muchova bertahan hingga semifinal untuk kedua kali secara beruntun.
”Dia adalah lawan yang sangat sulit untuk saya hadapi. Dia mengalahkan saya di AS Terbuka ketika saya punya pakaian terbaik. Saya sangat kecewa dan marah. Ini adalah pembalasan dendam yang kecil,” ucap Osaka seraya bercanda. Ia akan berhadapan dengan sesama ibu dengan satu anak, Belinda Bencic, pada babak ketiga.
Dua hari sebelum menyingkirkan Muchova, kemenangan pada babak pertama juga merupakan pembalasan dendam petenis Jepang dengan empat gelar juara Grand Slam itu. Dia mengalahkan Caroline Garcia yang menang pada babak ketiga WTA 1000 Miami 2024, pertemuan terakhir sebelum mereka berjumpa di Melbourne Park. Kemenangan dengan skor 6-3, 3-6, 6-3 juga merupakan pembalasan kekalahan dari Garcia pada babak pertama Australia Terbuka 2024.
Osaka bercerita bahwa dia mengerahkan semua kemampuannya untuk memenangi dua babak. Salah satu faktor yang menonjol pada dua babak adalah ketenangan ketika berada dalam situasi tertekan, salah satunya, setelah kehilangan set pertama dengan skor telak saat melawan Muchova. Dia bisa berbalik mengontrol permainan hingga pertandingan selesai dalam durasi satu jam 57 menit.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/15/44399379-c701-46d4-9e2f-42aa860d2b9e_jpg.jpg)
Petenis yang saat ini berperingkat ke-51 dunia itu selalu berteriak come on sambil mengepalkan tangan seraya melihat ke arah timnya di tribune penonton. Salah satu penonton yang berada di sana adalah Patrick Mouratoglou, mantan pelatih Serena Williams, yang mendampingi Osaka sejak September 2024.
Pertandingan berikutnya, melawan Bencic, pada Jumat, menjadi babak ketiga pertama Osaka pada turnamen Grand Slam ketika dia kembali ke persaingan profesional setelah melahirkan, Juli 2023. Babak ketiga terakhir dijalaninya tiga tahun lalu, juga di Melbourne Park ketika kalah melawan Amanda Anisimova.
Ketika petenis unggulan yang lain bertahan meskipun melalui laga yang tak mudah, finalis tunggal putri 2024, Zheng Qin Wen, mengakhiri perjalanannya dengan lebih cepat.
Tak hanya Osaka yang harus bekerja keras untuk mencapai babak ketiga. Juara bertahan tunggal putri, Aryna Sabalenka dan Cori Gauff, juga melewati babak kedua dalam laga ketat, meskipun menang straight sets dengan skor yang sama, 6-3, 7-5. Sabalenka menang atas Jessica Baouzas Maneiro setelah tertinggal 2-5 pada set kedua. Adapun Gauff mengalahkan Jodie Burrage.
Di tunggal putra, Novak Djokovic kembali harus kehilangan set seperti yang dialami pada babak pertama. Petenis 21 tahun yang lolos dari babak kualifikasi, Jaime Faria, mencuri set kedua sebelum Djokovic menang 6-1, 6-7 (4), 6-3, 6-2. Pada babak pertama, Djokovic bahkan kehilangan set awal saat melawan petenis 19 tahun, Nishesh Basavareddy.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/15/b29d0cb8-4860-4e34-b2e3-cba4308f4f36_jpg.jpg)
Ketika petenis unggulan yang lain bertahan meskipun melalui laga yang tak mudah, finalis tunggal putri 2024, Zheng Qin Wen, mengakhiri perjalanannya dengan lebih cepat. Unggulan kelima yang juga peraih emas Olimpiade Paris 2024 ini kalah dari Laura Siegemund, 6-7 (3), 3-6. Bagi Zheng, Melbourne Park pada tahun ini meninggalkan memori yang berbeda dibandingkan setahun sebelumnya.
Nama petenis China itu naik daun ketika mencapai final Australia Terbuka 2024 yang merupakan final pertamanya di Grand Slam. Setelah itu, Zheng menjadi petenis yang menyulitkan petenis-petenis top, salah satunya Iga Swiatek. Perjalanan gemilang Swiatek pada enam bulan pertama dihentikan Zheng saat mereka bertemu pada semifinal Olimpiade. Zheng kemudian meraih medali emas, sementara Swiatek mendapat perunggu.
Akan tetapi, Melbourne Park tahun ini menjadi tempat yang memunculkan kesan berbeda bagi Zheng. Dia disingkirkan Siegemund, petenis peringkat ke-97 dunia.
”Saya tahu harus bermain dengan sangat baik dan tanpa beban pada pertandingan tadi. Zheng adalah salah satu pemain terbaik saat ini. Jadi, saya selalu mengingatkan diri sendiri agar menikmati pertandingan tanpa beban apa pun,” kata Siegemund, petenis Jerman berusia 36 tahun. (AP/AFP/IYA)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus Harjono