OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang, Puluhan Mobil, hingga Motor Ducati

Tim penindakan KPK menangkap total 11 orang, termasuk Immanuel Ebenezer. Penangkapan ini diduga berkaitan dengan kasus pemerasan terhadap sejumlah perusahaan.

21 Agt 2025 12:50 WIB · Politik & Hukum

Oleh Willy Medi Christian Nababan

JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi menyita barang bukti dalam jumlah fantastis saat melakukan operasi tangkap tangan yang menjerat Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, Kamis (21/8/2025). Barang bukti yang disita tak hanya berupa uang, tetapi juga puluhan mobil dan sebuah sepeda motor mewah merek Ducati.

Konfirmasi mengenai barang bukti sitaan ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. Saat ditanya mengenai rincian barang bukti, ia membeberkan skala sitaan fantastis. ”Yang pasti ada uang, ada puluhan mobil, dan ada sepeda motor Ducati,” ujar Fitroh, Kamis.

Fitroh juga mengonfirmasi bahwa dalam operasi senyap ini, tim penindakan KPK mengamankan total 11 orang, termasuk Immanuel Ebenezer. Penangkapan ini diduga berkaitan dengan kasus pemerasan terhadap sejumlah perusahaan yang tengah mengurus sertifikasi kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Hingga berita ini diturunkan, kesebelas orang yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Keterangan resmi mengenai konstruksi perkara, para tersangka, dan rincian lengkap barang bukti yang disita akan diumumkan dalam konferensi pers yang akan segera dijadwalkan.

Wamenaker Immanuel Ebenezer menjawab pertanyaan media di acara diskusi Dewas Menyapa Indonesia, Senin (28/7/2025), di Jakarta.

Rekam jejak

Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, dikenal luas di kancah politik nasional bukan sebagai birokrat karier, melainkan sebagai seorang aktivis dan ketua kelompok relawan. Namanya meroket sebagai Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (JoMan), salah satu organ pendukung Presiden Joko Widodo yang paling vokal.

Gaya komunikasinya yang lugas dan kerap melontarkan pernyataan-pernyataan politik yang keras membuat JoMan menjadi salah satu kelompok relawan yang paling disorot media. Meski awalnya merupakan pendukung setia, Noel bersama JoMan tak jarang melayangkan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Quote

Yang pasti ada uang, ada puluhan mobil, dan ada sepeda motor Ducati.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Noel sempat menduduki posisi di lingkungan BUMN. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Mega Eltra, anak usaha dari BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero). Kariernya yang melesat dari panggung relawan hingga menduduki jabatan strategis di BUMN dan kementerian kerap menjadi sorotan publik.

Suasana saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengekspos barang bukti yang disita di halaman Gedung Juang KPK, Jakarta, terkait kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kemenaker, Senin (26/5/2025). KPK saat ini masih terus mengusut kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi terhadap Tenaga Kerja Asing yang diduga dilakukan oleh beberapa pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kemenaker. KPK telah menyita 11 mobil dan 2 sepeda motor terkait kasus yang berlangsung dalam kurun waktu tahun 2020-2023 tersebut. Barang bukti tersebut akan dipindahkan dari Gedung Merah Putih ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK, Cawang, Jakarta Timur.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
26-5-2025

Gebrakan kelima

Penangkapan Wamenaker Immanuel Ebenezer ini menandai operasi tangkap tangan (OTT) kelima yang digelar KPK sepanjang tahun 2025. Rentetan penindakan ini menunjukkan KPK kembali gencar menyasar berbagai sektor strategis.

Sebelumnya, pada Maret 2025, KPK melakukan OTT di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, terkait suap proyek di lingkungan dinas pekerjaan umum. Selanjutnya, pada Juni, tim penindakan bergerak di Sumatera Utara dan menjerat pejabat di Satuan Kerja Penyelenggaraan Jalan Nasional.

Memasuki Agustus 2025, KPK semakin intensif melakukan penindakan. Dua pekan lalu, KPK menangkap Bupati Kolaka Timur Abdul Azis dalam kasus korupsi pembangunan rumah sakit. Tepat sepekan yang lalu, KPK juga menggelar OTT di Jakarta yang menjerat Direktur Utama BUMN PT Inhutani V Dicky Yuana Rady dalam kasus suap izin pemanfaatan kawasan hutan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Willy Medi Christian Nababan
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan