Titik terparah jalan amblas akibat banjir bandang di Lembah Anai ada di sekitar pemandian TWA Megamendung dengan panjang lebih dari 100 meter.
30 Nov 2025 14:04 WIB · Nasional
KOMPAS/YOLA SASTRA
PADANG PANJANG, KOMPAS — Akses lalu lintas jalan nasional Padang-Bukittinggi di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat, masih terputus akibat banjir bandang atau galodo. Alat berat mulai bekerja memperbaiki alur sungai dan membuat dasar untuk perbaikan jalan.
Pada Minggu (30/11/2025) siang, situasi jembatan kembar dekat gapura perbatasan Padang Panjang dan Tanah Datar yang sebelumnya tertimbun sisa material galodo mulai terbuka. Salah satu jalur jembatan dapat dilewati kendaraan secara darurat untuk kawasan Lembah Anai.
Akan tetapi, jalur Padang-Bukittinggi itu belum dapat dilewati kendaraan. Sebab, dari gapura hingga kawasan pemandian TWA Megamendung di Lembah Anai terdapat empat titik jalan ambles akibat tergerus banjir bandang Sungai Batang Anai dan longsor.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/30/79449d85dbdefecee3bacbd6fb623373-DSC04825.JPG)
Lokasi terparah ada di sekitar pemandian di Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Tanah Datar. Lebih dari 100 meter jalan ambles hingga tak bisa dilewati kendaraan sama sekali. Selain itu, kolam-kolam pemandian di pinggir jalan itu juga habis disapu galodo.
Di lokasi itu ada tiga ekskavator beroperasi. Alat berat memperbaiki alur Sungai Batang Anai yang berbelok ke arah jalan yang amblas. Para petugas juga melakukan pengukuran topografi.
Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra mengatakan, akses lalu lintas di sekitar jembatan kembar di Kelurahan Silaing Bawah—pusat banjir bandang pada Kamis (27/11/2025) lalu—mulai terbuka. Walakin, akses ke arah Padang di Lembah Anai belum tersambung.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/30/0a671b34f1ee8ef52b8b6c6f6503732f-DSC04962.JPG)
Sonny menjelaskan, jalan nasional yang terputus itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. Pada Sabtu (29/11/2025) kemarin, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional bersama anggota DPR RI datang ke lokasi untuk memantau situasi bencana dan akses jalan.
”Dari informasi yang kami terima, diupayakan dalam dua minggu akses sudah bisa dilewati. Khusus kendaran kecil dulu. Sebab, ini sangat berdampak bagi masyarakat Padang Panjang (untuk ke arah Padang) dan sekarang ini satu-satunya akses,” katanya.
Secara terpisah, Roi (54), warga Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam, Padang Pariaman, berharap jalan nasional di Lembah Anai dapat segera dilewati. Sebab, putrinya bersekolah di salah satu sekolah dasar di Padang Panjang.
Dari informasi yang kami terima, diupayakan dalam dua minggu akses sudah bisa dilewati.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/30/c9a4330b10a9d58ef8b7b6e2ef0eeb39-DSC04897.JPG)
Roi juga berharap ada solusi permanen atas kerusakan jalan nasional di Lembah Anai akibat banjir bandang. Pada Mei tahun lalu, jalur ini juga lumpuh akibat galodo dari Gunung Marapi.
”Aliran air ini seharusnya diperbesar atau diperbaiki sehingga tidak timbul aliran air baru yang kembali merusak jalan,” katanya.
Selain jalur Padang-Bukittinggi di Lembah Anai, jalur alternatif via Malalak juga tidak dapat dilalui karena jalan ambles dan longsor. Begitu pula jalur Kelok 44 di Agam.
Satu-satunya akses alternatif adalah jalan memutar ke Danau Singkarak, yaitu dari Padang-Sitinjau Lauik-Solok-Danau Singkarak-Padang Panjang-Bukittinggi.
Penulis:
Yola SastraEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto