Sebagai cabor baru, padel sadar perlu membuktikan diri lebih dahulu. Mereka pun akan berangkat secara mandiri atau non-APBN ke Asian Games.
31 Jul 2026 06:39 WIB · Olahraga
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Timnas padel Indonesia akan berangkat secara mandiri atau tanpa menggunakan APBN ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di tengah efisiensi anggaran. Sebagai cabang olahraga baru, padel ingin lebih dahulu membuktikan diri mampu berprestasi. Pencapaian di Piala Asia 2025 dan persiapan hingga ke Spanyol akan jadi modal berharga menatap persaingan di Jepang.
Indonesia akan menjadi bagian dari debut padel di Asian Games pada Aichi-Nagiya 2026. Pada akhir tahun lalu, padel diumumkan akan dipertandingkan untuk pertama kalinya di Asian Games 2026. Berselang beberapa bulan, padel diputuskan akan dipertandingkan secara kompetitif atau memperebutkan medali.
Kami kami ingin membuktikan dulu mampu menjalankan (kompetisi) dengan baik dan benar.
Meski begitu, cabang olahraga (cabor) menghadapi problem efisiensi anggaran yang membuat pemilihan dan pengiriman atlet Indonesia ke Asian Games lebih selektif. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) pun membuka opsi pengiriman secara mandiri demi menyiasati problem tersebut. Padel menjadi salah satu cabor yang mengambil opsi itu.
Ketua Umum Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Galih Dimuntur Kartasasmita mengatakan, timnas padel akan diberangkatkan secara mandiri dengan biaya dari federasi dan sponsor. Keputusan itu diambil karena PBPl sadar padel merupakan cabor baru yang perlu membuktikan diri lebih dulu bahwa mereka layak dikirim kompetisi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/06/42d0e31e-077d-4b49-bf2e-b30783db455d.jpg)
”Kami kami ingin membuktikan dulu mampu menjalankan (kompetisi) dengan baik dan benar. Ke depannya, kalau sudah bisa menunjukkan prestasi yang konsisten, kami akan melibatkan negara,” kata Galih, Kamis (30/7/2026).
Galih menuturkan, pemilihan skema mandiri itu bukan berarti menihilkan peran pemerintah ataupun lembaga olahraga. Kata anggota DPR Komisi XI ini, baik Kemenpora, KOI, maupun KONI membantu proses timnas padel untuk partisipasi di Asian Games.
Ke Aichi-Nagoya 2026, timnas padel baru memastikan akan mengirimkan total empat pemain atau sepasang ganda putri dan ganda putra. PBPI sebenarnya mengajukan total delapan pemain yang terdiri dari dua ganda putra dan dua ganda putri. Namun, empat pemain lainnya masih dalam kajian KOI.
Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari sempat menegaskan, skema mandiri tidak dimaknai sebagai kebebasan berangkat sendiri tanpa standar yang jelas. Sebaliknya, skema tersebut dibangun di atas prinsip akuntabilitas dan tanggung jawab prestasi.
Untuk itu, setiap usulan keberangkatan tetap akan melalui kajian strategis dan teknis. Kajian itu meliputi peluang meraih medali, kesiapan logistik, serta kepastian akomodasi di Jepang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/03/3f459586fa58c0509f18609fd5c5fbbe-Screenshot_2026_06_03_at_10.38.28.png)
Terkait peluang padel di Jepang, Galih mengatakan, timnya melihat adanya kans medali, terutama dari sektor putri. Hal ini berkaca dari prestasi pada Piala Asia 2025 di Qatar. Pada debut internasional itu, timnas padel putri mampu merebut perak.
Kendati format pertandingan di Asian Games akan berbeda dengan tidak mempertandingkan nomor beregu, Galih mengatakan prestasi di Piala Asia tetap jadi modal berharga. Setidaknya, prestasi itu memberikan tambahan kepercayaan diri kepada para pemain.
Sementara di sektor putra, Galih melihat tetap ada peluang karena PBPI telah menggelar seleksi nasional yang memunculkan wajah dan kekuatan baru. Di Piala Asia 2025, tim putra menempati posisi terbawah klasemen akhir Grup A.
Di samping itu, Galih percaya diri karena timnas padel melakukan persiapan matang. Selain seleksi nasional dan pemusatan latihan dalam negeri, Galih mengatakan, timnas padel juga akan dikirimkan pemusatan latihan ke Mallorca, Spanyol.
Spanyol dipilih karena merupakan salah satu negara terbaik dalam padel. Tim putri Spanyol menghuni peringkat satu dunia, sedangkan tim putra menempati posisi kedua. Pada kategori individu pun, atlet padel Spanyol menghuni papan atas peringkat dunia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/31/67a0c02d4df421f099cb216e25fd4389-20260131DRA5888.jpg)
Para pemain Indonesia akan berangkat ke Spanyol pekan depan. Mereka akan berlatih di bawah asuhan pelatih Ari Moya, yang juga berasal dari ”Negeri Matador”, hingga pertengahan September.
Setelah itu, para pemain akan kembali ke Indonesia lebih dulu dan bertolak ke Jepang. Padel dijadwalkan akan dimainkan pada 28 September-3 Oktober di Nagoya City Higashi Sports Center.
”Pemusatan latihan pun tidak hanya untuk Asian Games, tetapi untuk jangka panjang. Karena beberapa minggu setelah Asian Games, kami juga akan menjalani kualifikasi Piala Dunia,” ucap Galih.
Dalam Sports Program Asian Games 2026 yang dirilis AINAGOC 6 Juli 2026, padel akan memperebutkan dua medali emas. Medali diperebutkan dari dua nomor yang dipertandingkan, yakni ganda putra dan putri.
Padel resmi diakui Dewan Olimpiade Asia (OCA), organisasi olahraga Asia yang menyelenggarakan Asian Games, pada 10 November 2025. Federasi Padel Internasional (FIP) mengklaim, pengakuan dibarengi keputusan memasukkan padel sebagai cabang olahraga resmi Asian Games 2026.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/03/74cfe56b7fa0a01c63ea6c522da5cb3c-Usia_Olahraga_Padel_B.png)
Pada Maret 2026, AINAGOC (Panitia Penyelenggara Asian Games 2026) bersama OCA dan FIP mengumumkan penandatanganan resmi Nota Kesepahaman (MoU) mengenai padel yang dikonfirmasi sebagai cabor resmi peraih medali di Asian Games 2026. Seluruh pihak juga berkomitmen menyelenggarakan kompetisi berkualitas tinggi sehingga berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan padel di Asia.
”Sesuai dengan kerangka kerja yang disepakati dan keputusan Dewan Eksekutif OCA, FIP akan memikul tanggung jawab utama untuk perencanaan, persiapan, dan penyelenggaraan kompetisi padel,” tulis laman resmi AINAGOC.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji Dewabrata