PERANG

Pakistan Siapkan Perundingan Langsung AS-Iran

Pakistan dan tiga negara menggelar pertemuan diplomatik. Mereka membahas langkah-langkah mempersiapkan jalan perundingan antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang.

30 Mar 2026 12:01 WIB · Internasional

AP / PAKISTAN MINISTRY OF FOREIGN AFFAIR

Oleh Helena Fransisca Nababan

ISLAMABAD, SENIN — Perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran belum mereda, bahkan cenderung memanas. Upaya diplomasi tengah berlangsung di Islamabad, Pakistan, untuk mendorong kedua belah pihak berunding dan mengakhiri perang.

Laporan kantor berita Associated Press, Senin (30/3/2026), menyebutkan, pertemuan AS-Iran akan berlangsung ”segera”. Sejak Minggu, Pakistan menjadi tuan rumah pertemuan dua hari empat menteri luar negeri dari Turki, Arab Saudi, Mesir, dan Pakistan. Pertemuan itu menjadi upaya regional yang terkoordinasi untuk mendorong AS dan Iran berunding secara langsung.

”Pakistan sangat senang Iran dan AS sudah menyatakan kepercayaan mereka kepada Pakistan untuk memfasilitasi pembicaraan tersebut. Pakistan merasa terhormat menjadi tuan rumah dan memfasilitasi pembicaraan yang bermakna antara kedua pihak dalam beberapa hari mendatang,” kata Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar setelah bertemu dengan para menteri luar negeri tersebut.

Al Jazeera memberitakan, pertemuan Islamabad diawali dari pertemuan yang diikuti negara-negara Muslim dan Arab di Riyadh awal bulan ini. Awalnya pertemuan berfokus pada proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran. Pertemuan mengerucut menjadi jalur diplomatik empat negara, dengan Pakistan sebagai perantara utama antara Iran dan AS.

Pertemuan empat negara itu awalnya direncanakan berlangsung di ibu kota Turki, Ankara. Namun, pertemuan dipindahkan ke Islamabad karena keterlibatan Pakistan yang semakin dalam sebagai penyampai pesan antara Washington dan Teheran.

Pada saat yang sama, China juga menyampaikan dukungan kepada Teheran atas upaya mediasi Pakistan. China mendorong Iran untuk terlibat dalam proses diplomatik. Hal ini menjadi tanda bahwa kekuatan global mulai mendukung inisiatif regional itu.

Dalam foto yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan, terkihat dari kiri, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menghadiri pertemuan untuk membahas perang Timur Tengah, di Islamabad, Pakistan, Minggu (29/3/2026).

Deeskalasi

Pertemuan diplomatik empat negara bertujuan untuk mengonsolidasikan dukungan regional demi deeskalasi konflik. Meski demikian, pertemuan itu tidak dirancang untuk menghasilkan gencatan senjata.

Dengan tujuan itu, pertemuan dimaksudkan untuk menyelaraskan posisi regional dan mempersiapkan landasan untuk kemungkinan perundingan langsung AS-Iran. Itu sebabnya, pertemuan di Islamabad dalam dua hari ini tidak melibatkan AS-Iran.

Pertemuan empat negara juga diharapkan akan meninjau tanggapan Iran atas proposal AS, kemudian mengoordinasikan pesan kembali ke Washington. Iran telah menolak 15 poin proposal AS dan sudah mengirimkan tanggapannya melalui Islamabad.

Dalam balasannya atas proposal AS, Teheran menawarkan lima poin. Kelima poin itu di antaranya penghentian permusuhan (perang), ganti rugi atas kerusakan, jaminan terhadap tidak adanya serangan di masa mendatang, dan pengakuan atas pengaruh strategisnya di Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengatakan, pertemuan di Pakistan bertujuan untuk membuka dialog langsung antara AS dan Iran, yang selama ini sebagian besar dilakukan melalui mediator. Para diplomat mengatakan, waktu 48 jam hingga 72 jam ke depan akan menentukan apakah upaya diplomatik ini menghasilkan pertemuan antara AS dan Iran.

Jika berhasil, pertemuan empat negara dapat memberikan perlindungan politik yang dibutuhkan Washington dan Teheran untuk memasuki perundingan tanpa tekanan. Islamabad berpandangan, dialog apa pun harus berlangsung dalam suasana saling menghormati serta mengakhiri pembunuhan pejabat dan warga sipil Iran.

Jika kedua belah pihak sepakat, ada kemungkinan pembicaraan antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Perundingan juga kemungkinan berlangsung di Pakistan.

Wakil Presiden AS JD Vance disebut-sebut sebagai sosok yang dapat berbicara dengan pihak Iran. Namun, hal itu belum pasti.

Jika terjadi perundingan langsung, menurut seorang diplomat kepada Al Jazeera, AS bisa saja mengumumkan jeda sementara dalam serangan. Hal itu untuk memenuhi tuntutan Teheran akan langkah-langkah membangun kepercayaan.

Anwar Gargash, penasihat Pemerintah Uni Emirat Arab, menyerukan agar setiap penyelesaian perang mencakup ”jaminan yang jelas” bahwa serangan Iran terhadap negara-negara tetangga tidak akan terulang. Ia mengatakan, Pemerintah Iran telah menjadi ”ancaman utama” bagi keamanan Teluk Persia dan menyerukan kompensasi atas serangan terhadap infrastruktur sipil.

Dalam foto yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan terlihat Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, kiri, berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar sebelum pertemuan mereka di Islamabad, Pakistan, Minggu (29/3/2026).

Pakistan-Iran

Beberapa jam sebelum pertemuan empat negara, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berbicara melalui telepon selama 90 menit dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Ini percakapan kedua Sharif dengan Pezeshkian dalam lima hari terakhir.

Menurut para pejabat di pemerintahan Pakistan, pembicaraan telepon berfokus pada deeskalasi. Pembicaraan juga membahas apa yang disebut Teheran sebagai unsur yang hilang dalam semua negosiasi sebelumnya, yaitu kepercayaan.

Pezeshkian mengatakan kepada Sharif bahwa Iran dua kali diserang selama pembicaraan nuklir sebelumnya dengan AS. Menurut Pezeshkian, hal itu kontradiktif karena ada pembicaraan di satu sisi dan di sisi lain terjadi serangan. Hal itu memperdalam skeptisisme Iran tentang niat AS.

Ia menekankan, diperlukan langkah-langkah membangun kepercayaan sebelum Teheran dapat mempertimbangkan dialog langsung dengan AS.

Selama percakapannya dengan Sharif, Pezeshkian juga memperingatkan bahwa Israel berupaya memperluas konflik ke negara-negara lain di kawasan. Ia menyatakan keprihatinan atas penggunaan wilayah asing oleh AS-Israel untuk menyerang Iran.

Terkait pertemuan empat negara di Islamabad, Departemen Luar Negeri AS dan Gedung Putih belum memberikan tanggapan.

Sebelum pertemuan berlangsung, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh AS mengirimkan pesan tentang kemungkinan negosiasi, sementara pada saat yang sama AS mengirimkan pasukan. Ia menyatakan, pembicaraan di Pakistan sebagai kedok AS belaka setelah sekitar 2.500 marinir AS yang terlatih dalam pendaratan amfibi tiba di Timur Tengah.

Dalam gambar yang diperoleh dari kantor berita ISNA Iran pada Selasa (3/3/2026), orang-orang dan pekerja penyelamat mencari korban setelah ledakan terjadi disebuah bangunan di Lapangan Enghelab Teheran.  AFP/MAJID KHAHI / ISNA

Ghalibaf menambahkan, Teheran siap merespons jika tentara AS dikerahkan. ”Selama Amerika Serikat menginginkan Iran menyerah, tanggapan kami adalah tidak akan pernah menerima penghinaan,” katanya.

Pada saat yang sama, Israel meningkatkan serangan terhadap Iran. Pada Minggu malam, militer Israel mengatakan, selama 24 jam terakhir jet tempurnya telah menjatuhkan lebih dari 120 amunisi di Teheran. Israel menargetkan lokasi yang digunakan untuk penelitian, pengembangan, dan produksi senjata. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti