Enam medali emas akan mengantar Diananda Choirunisa dan kawan-kawan mengulangi raihan juara umum panahan di SEA Games. Kekuatan tim didominasi atlet berpengalaman.
08 Nov 2025 06:51 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
BEKASI, KOMPAS — Tim panahan Indonesia membidik enam medali emas di SEA Games Thailand 2025. Kendati persiapan tidak ideal, mereka optimistis bisa memenuhi target yang akan mengulangi pencapaian juara umum itu.
Tim panahan Indonesia mengajukan total 14 atlet ke Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk dikirim ke SEA Games Thailand 2025. Dari 14 atlet itu, 8 atlet di antaranya pemanah divisi recurve yang terdiri dari masing-masing 4 atlet putra dan putri. Adapun 6 atlet sisanya adalah pemanah divisi compound (3 atlet putra dan 3 atlet putri).
Kami optimistis dengan target enam medali emas. Apalagi, sebagian besar atlet sudah berpengalaman tampil di level lebih tinggi, Asia dan dunia.
Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Abdul Razak mengatakan, dengan kekuatan tersebut, target yang disepakati dengan Kemenpora adalah enam medali emas. Jumlah ini lebih dari separuh dari total emas yang diperebutkan, yakni 10 keping.
”Kami optimistis dengan target enam medali emas. Apalagi, sebagian besar atlet sudah berpengalaman tampil di level lebih tinggi, Asia dan dunia,” kata Razak di pemusatan latihan nasional panahan di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (7/11/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/07/78d7b06e5b93ab8c435373b68bf3746b-FAK_0205.jpg)
Dari daftar atlet yang diajukan itu, sebagian besar merupakan wajah lama di tim panahan Indonesia. Mereka adalah pemanah recurve putri peringkat ke-17 dunia sekaligus Olimpian, Diananda Choirunisa, dan atlet putra yang juga Olimpian, yakni Riau Ega Agatha, Arif Dwi Pangestu, dan Alviyanto Prastiyadi Bagas.
Riau Ega (33) merupakan atlet paling senior sekaligus paling sukses di SEA Games di antara rekan setimnya dengan total enam medali emas dari lima edisi. Diananda dan Arif sama-sama mengoleksi 3 emas, disusul Bagas dengan 1 emas. Pada divisi compound, ada Prima Wardhana Wisnu yang berpengalaman tampil di SEA Games dan meraih 1 emas.
Prestasi para atlet tersebut sebenarnya sudah mencapai level lebih tinggi, baik pada ajang multicabang maupun ajang tunggal. Tahun ini, misalnya, tim recurve menggondol dua emas di Piala Asia 2025 melalui beregu putri yang diperkuat Diananda Chorinusia, Ayu Mareta Dyasari, dan Rezza Octavia.
Emas lainnya diraih beregu campuran yang diisi Ayu Mareta dan Arif Dwi Pangestu. Selain itu, Diananda juga mempersembahkan medali perak pada perlombaan individu putri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/07/a9c927bd596aa5c82b0ee1db2c3ab1c0-FAK_7733.jpg)
Sementara itu, tim compound membawa pulang dua perunggu lewat Yurike Nina pada katagori perseorangan putri. Perunggu lainnya dipersembahkan Prima Wisnu Wardhana dan Nurisa Dian Ashrifah pada sektor beregu campuran.
Di Kejuaraan Dunia 2025, Gwangju, China, September lalu, Diananda mampu menempati peringkat empat individu putri. Ini menjadi pencapaian terbaik Diananda di Kejuaraan Dunia pada nomor individu.
Optimisme akan pemenuhan target di SEA Games itu tumbuh meski persiapan tidak ideal. Setelah sempat terdampak efisiensi anggaran pada Februari lalu, panahan tidak bisa mengikuti rangkaian ajang internasional, termasuk seri Piala Dunia secara penuh. Alhasil, ajang dipilih secara selektif, begitu pula dengan atlet yang ikut serta.
Dari empat seri Piala Dunia, Indonesia hanya ikut seri Florida, Amerika Serikat, dan Madrid, Spanyol. Pada dua seri itu pun, hanya salah satu divisi yang ikut serta.
Padahal, kata Razak, partisipasi di ajang internasional penting guna mengasah dan menguji kemampuan para atlet. Di kompetisi itulah, para atlet bisa mendapatkan banyak pengalaman yang berguna untuk perkembangannya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/07/685dc7625a13736fd66b809ec423fe5e-FAK_9015.jpg)
Di sisi lain, tim panahan Indonesia juga mewaspadai pesaing-pesaing, terutama dari tuan rumah Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Razak menambahkan, hasil dari Kejuaraan Asia 2025 di Dhaka, Bangladesh, 8-14 November, akan jadi pemetaan terakhir kekuatan lawan.
Pemanah putri divisi compound, Ratih Zil’izati Fadhly, menilai, Malaysia akan menjadi salah satu pesaing kuat di SEA Games mendatang. Namun, Ratih optimistis Indonesia bisa memenuhi target. Apalagi, Ratih berbekal motivasi tinggi untuk menorehkan prestasi pada debut di ajang multicabang dua tahunan itu.
”Selain ada keinginan untuk meraih prestasi pribadi, pasti kami juga ingin berjuang agar panahan bisa mempertahankan juara umum di SEA Games,” tutur Ratih, yang debut di Asian Games lebih dahulu pada edisi 2023 di Hangzhou, China.
Indonesia menjadi juara umum cabang panahan pada SEA Games Vietnam 2021 dengan meraih lima emas dan satu perak. Compound menyumbang satu emas, sisanya berasal dari recurve.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/07/daff7415d12b4da9cabaa7781479eee0-FAK_0264.jpg)
Namun, pada SEA Games Kamboja 2023, panahan tidak dilombakan sehingga para atlet tidak bisa mengulang prestasi tersebut. Baru di SEA Games Thailand 2025, panahan akan kembali dilombakan.
Seperti Ratih, Ahmad Khoirul Baasith juga berharap meraih hasil terbaik pada debutnya di SEA Games. Meski baru teruji pada dua ajang internasional, pemanah divisi recurve ini berusaha tampil percaya diri di Thailand mendatang.
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Kelvin Hianusa, I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan