Panahan Indonesia Akhiri Tur Internasional Persiapan SEA Games Thailand 2025

Kejuaraan Dunia 2025 di Gwangju akan mengakhiri turnamen persiapan tim panahan Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025. Selama tur, mereka tunjukan tren positif.

05 Sep 2025 15:53 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Tim panahan Indonesia akan mengakhiri tur internasional dengan berlomba di Kejuaraan Dunia Panahan 2025 di Gwangju, Korea Selatan, 5-12 September. Serangkaian turnamen tahun ini merupakan bagian dari persiapan SEA Games Thailand 2025 dan Olimpiade Los Angeles 2028.

Sebanyak 12 atlet panahan Indonesia beserta lima pelatih dan satu ofisial telah tiba di Gwangju sejak Rabu (3/9/2025) untuk berlomba di Kejuaraan Dunia Panahan 2025. Turnamen ini merupakan seri terakhir Kejuaraan Dunia pada 2025 sekaligus ajang pamungkas dalam rangkaian turnamen persiapan SEA Games Thailand 2025.

“Para atlet dalam kondisi fit, tidak ada kendala cuaca atau makanan, semua sudah siap berlomba. Tim compound sudah berlatih di lapangan perlombaan mulai hari ini, sedangkan tim recurve masih di lapangan latihan,” kata Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Abdul Razak yang mendampingi di Gwangju saat dihubungi dari Jakarta.

Dari 12 atlet yang berlomba di Gwangju, sebanyak enam atlet merupakan pemanah divisi compound dan enam lainnya pemanah disiplin recurve. Tahun ini, atlet-atlet dari dua divisi tersebut mengikuti total tiga ajang internasional.

Tim panahan Indonesia disiplin recurve nomor beregu putri melakukan tos sebelum tampil di Piala Asia 2025 yang berlangsung 15-20 Juli 2025, di Bukit Gombak, Singapura.
Quote

Di Kejuaraan Dunia, kami akan kembali menguji hasil latihan sekaligus akan memantau lawan dan memetakan persaingan untuk SEA Games.

Tim recurve memulainya dengan berlomba di Piala Dunia seri Florida, Amerika Serikat, April 2025. Lalu, tim compound dan recurve sama-sama berlomba di Piala Asia di Singapura pada Juni. Sebulan kemudian, tim compound berlomba lagi di Piala Dunia di Madrid, Spanyol.

Hasil terbaik tim compound di Madrid adalah menempati peringkat keempat pada kategori beregu putri. Pada babak semifinal, Yurike Nina Bonita Pereira, Ratih Zilizati Fadhly, dan Nurisa Dian Ashrifah, dijegal India yang akhirnya keluar sebagai juara.

Sementara itu, di Piala Asia, tim compound membawa pulang dua perunggu lewat Yurike Nina pada katagori perseorangan putri. Perunggu lainnya dipersembahkan Prima Wisnu Wardhana dan Nurisa Dian Ashrifah pada sektor beregu campuran.

Pada ajang yang sama, tim recurve menggondol dua emas melalui beregu putri yang diperkuat Diananda Choirunisa, Ayu Mareta Dyasari, dan Rezza Octavia. Emas lainnya diraih beregu campuran yang diisi Ayu Mareta dan Arif Dwi Pangestu. Selain itu, Diananda juga mempersembahkan medali perak pada kategori perseorangan putri.

Di Piala Dunia seri Florida, hasil terbaik tim recurve adalah peringkat ke-8 pada kategori beregu campuran yang diperkuat Diananda dan Alviyanto Bagas Prastyadi. Hasil serupa diraih Riau Ega Agata Salsabilla, Bagas, dan Gusti Gazli, pada kategori beregu putra.

Atlet panahan Indonesia disiplin compound, Yurike Nina Bonita Pereira, tampil di Piala Asia 2025 yang berlangsung 15-20 Juli 2025, di Bukit Gombak, Singapura.

Tren positif ini menjadi modal berharga tim Indonesia untuk menghadapi SEA Games Thailand 2025. Tak hanya itu, hasil tersebut juga jadi bekal untuk menatap Olimpiade Los Angeles 2028.

“Di Kejuaraan Dunia, kami akan kembali menguji hasil latihan sekaligus akan memantau lawan dan memetakan persaingan untuk SEA Games. Target kami tentu berusaha semaksimal mungkin karena ada juga poin besar yang ditawarkan, ini akan berguna untuk kualifikasi Olimpiade nantinya,” tutur Abdul Razak.

Di kancah Asia Tenggara, kata Razak, tim kepelatihan akan memantau khususnya Malaysia yang bisa menjadi salah satu pesaing di SEA Games. Selain itu, mereka akan melihat juga kemampuan Vietnam yang baru pertama kali berlomba lagi tahun ini.

Setelah Kejuaraan Dunia di Gwangju, maka akan berakhir pula rangkaian turnamen persiapan tahun ini. Sebab, tidak ada lagi seri kejuaraan dunia yang bisa diikuti. Menurut Razak, setelah tur internasional, para atlet akan fokus mematangkan persiapan melalui latihan yang didasarkan pada evaluasi turnamen.

Tim panahan Indonesia divisi compound tampil di Piala Dunia seri keempat di Madrid, Spanyol, pada 8-13 Juli 2025, sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand.

Ketua Umum PB Perpani Arsjad Rasjid, dalam video yang diunggah akun resmi media sosial federasi, mengungkapkan, persiapan panjang dilakukan karena panahan Indonesia punya target tinggi di SEA Games Thailand 2025. "Ajang ini merupakan seri terakhir dari rangkaian Kejuaraan Dunia tahun 2025, yang menjadi momentum bagi tim panahan Indonesia untuk mempersiapkan diri menjelang SEA Games 2025 di Thailand, di mana panahan Indonesia ditargetkan untuk menjadi juara umum pada ajang tersebut," kata Arsjad.

Indonesia mengukir kisah manis pada cabang olahraga panahan di SEA Games Vietnam 2021. Saat itu, Indonesia keluar sebagai juara umum. Namun, pada SEA Games Kamboja 2023, panahan tidak dilombakan sehingga para atlet tidak bisa mengulang prestasi tersebut.

Di SEA Games Thailand 2025, panahan akan kembali dilombakan. Persiapan panjang juga dilakukan demi Olimpiade Los Angeles 2028 yang akan jadi debut disiplin compound. Lewat nomor beregu campuran, compound akan dilombakan untuk pertama kalinya di Olimpiade.

Dengan demikian, muncul harapan dan tujuan baru bagi atlet-atlet disiplin compound di Indonesia. Jenjang kompetisi multicabang tidak lagi berhenti di Asia. Mereka berkesempatan tampil di ajang multicabang kancah dunia lewat Olimpiade.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase