Panggung Ilusi Michael Carrick di Derbi Manchester

Peran Michael Carrick sebagai pesulap di Manchester United akan dimulai dengan laga derbi versus Manchester City. Aksi-aksi ilusi dari sang pelatih patut dinanti.

16 Jan 2026 17:35 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Kelvin Hianusa

MANCHESTER, JUMAT — Pelatih interim Manchester United Michael Carrick mirip seperti pesulap. Setiap datang ke klub yang sedang kacau, dia selalu mampu menghilangkan masalah dalam sekejap. Ilusi itu akan menjadi harapan bagi MU dan ancaman untuk Manchester City dalam laga derbi.

MU akan menjamu City dalam laga pekan ke-22 Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026) pukul 19.30 WIB. Laga tersebut akan menjadi debut Carrick dalam era keduanya bersama ”Si Setan Merah”. Dia ditunjuk menggantikan pelatih interim sebelumnya Darren Fletcher.

Penunjukan Carrick merupakan simbol rasa penasaran manajemen MU. Sang mantan gelandang pernah membantu klub di masa krisis, tepatnya akhir 2021. Carrick memimpin tiga laga, mencatat hasil impresif dengan salah satunya menang atas Arsenal, tetapi tidak dipermanenkan.

Manajer interim Manchester United, Michael Carrick (kiri), bertepuk tangan setelah berakhirnya pertandingan Liga Inggris antara Chelsea dan Manchester United, yang digelar di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Senin (29/11/2021) dini hari WIB.

Carrick kini kembali dengan pengalaman lebih setelah belajar di tim Divisi Championship Middlesbrough selama tiga musim. ”Semoga kami bisa memainkan gaya sepak bola yang benar-benar menarik, bersikap positif, mengekspresikan diri, dan menghadirkan kegembiraan,” ujar sang pelatih.

Sebelum fokus ke tim lawan, tugas utama Carrick adalah menemukan masalah di tubuh sendiri. MU hanya menang sekali dalam tujuh laga terakhir. Setelah pemecatan Pelatih Ruben Amorim, situasi tidak membaik. Mereka, di bawah Fletcher, baru saja disingkirkan Brighton di Piala FA.

Di kepemimpinan Amorim dengan formasi 3-4-3, serangan MU kurang menyengat. Pertahanan mereka rapuh. Fletcher mengubah formasi ke 4-2-3-1. Hasilnya, serangan tim lebih berbahaya, tetapi pertahanan mereka jauh lebih rentan. MU kemasukan empat gol dari dua laga di era Fletcher.

Beruntung, Carrick sudah terbiasa menjadi ”pesulap”. Di Middlesbrough, dia datang saat klub terjebak zona degradasi pada tengah musim 2022-2023. Carrick langsung mengakhiri krisis dengan memenangi 13 dari 17 laga pertama. Middlesbrough finis di empat besar pada akhir musim.

Ketika Carrick menggantikan Ole Gunnar Solskjaer pada pertengahan musim 2021-2022, MU sedang dalam tren buruk lima kali kalah dari tujuh laga liga. Carrick langsung bisa menghentikan pendarahan tim di dua laga besar, imbang 1-1 dengan Chelsea dan menang atas Arsenal 3-2.

Kunci keberhasilannya adalah identifikasi masalah. Carrick tidak punya filosofi permainan atau formasi spesifik seperti Amorim. Dia bisa menjadikan Middlesbrough sangat ofensif, tetapi juga bisa menyulap MU jadi pragmatis. Semua tergantung situasi dan materi skuad.

Middlesbrough manager Michael Carrick, left, celebrates with player Dan Barlaser after the final whistle in the English League Cup semi final first leg soccer match between Middlesbrough and Chelsea, at the Riverside Stadium, in Middlesbrough, England, Tuesday, Jan. 9, 2024. (Martin Rickett/PA via AP)

Di laga tandang versus Chelsea pada November 2021, contohnya. Carrick memilih formasi 4-3-1-2 tanpa penyerang murni. Pemain sayap Jadon Sancho dan Marcus Rashford ditugaskan jadi ujung tombak. MU hanya mendapatkan 34,3 penguasaan bola, tetapi sukses membawa pulang satu poin berharga dari Stadion Stamford Bridge.

Menurut analisis mantan pemain Liga Inggris, Adrian Clarke, skema serupa mungkin saja diulangi Carrick. MU bisa menggunakan Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo sebagai duet di lini serang. Adapun presensi sosok penyerang murni akan membuat MU kalah telak dari City di lini tengah.

Berbicara formasi, Carrick hampir pasti kembali ke skema empat bek. Formasi andalannya adalah 4-2-3-1. Dia menggunakan formasi itu sebanyak 112 kali dari 124 laga di Middlesbrough. ”Kami hanya ingin memenangi laga. Banyak cara untuk melakukannya, ada skenario berbeda, tergantung situasi saat pertandingan,” kata Carrick, Kamis lalu.

Sebagai pemain, derbi Manchester adalah jadwal favorit Carrick. MU menang 13 kali dari 24 laga versus City ketika bersamanya. Hanya Sunderland (16 kali), tim yang lebih banyak dikalahkan olehnya. Terlepas dari rekor itu, Carrick baru akan menjalani laga derbi pertama sebagai pelatih.

City datang untuk mengacaukan ekspektasi tim tetangga. Tim asuhan Pep Guardiola sedang berapi-api seusai kedatangan pemain sayap Antoine Semenyo. City menang 10-1 atas Exeter City di Piala FA dan mengalahkan Newcastle 2-0 di Piala Liga. Semenyo menyumbang gol di dua laga itu.

Meskipun begitu, City patut waspada. Erling Haaland dan rekan-rekan paham betul bagaimana rasanya menghadapi tim yang sedang dalam transisi pergantian pelatih. Di pertandingan liga pada awal Januari, City ditahan imbang 1-1 oleh Chelsea yang dipimpin Pelatih interim Callum McFarlane.

Pelatih interim Manchester United Darren Fletcher (kiri) dan penyerang Joshua Zirkzee berjalan keluar lapangan setelah kalah dari Brighton 1-2 dalam pertandingan putaran ketiga Piala FA di Stadion Old Trafford, Manchester Inggris, Minggu (11/1/2026).

Reporter MU Adam Marshall menggambarkan suasana latihan pertama MU di era Carrick. Menurut dia, atmosfer terasa hangat walaupun cuaca sedang dingin. Para pemain tampak bersemangat untuk membuktikan diri di era baru. Optimisme bertambah dengan kembalinya Mbeumo dan Amad Diallo dari Piala Afrika.

Wayne Rooney, penyerang legendaris MU, berkata, penunjukan Carrick merupakan keputusan tepat. ”Tidak ada manajer papan atas yang tersedia saat ini. Tentu tugas itu akan sulit. Tim tidak berada dalam posisi yang baik, tetapi Michael mampu menyeimbangkan keadaan,” ujarnya di siniar The Wayne Rooney Show.

Kisah Carrick di Middlesbrough tidak berakhir dengan manis. Dia dipecat setelah dua setengah musim karena tidak bisa mempertahankan prestasi di musim pertama. Itu sama sekali bukan kabar buruk bagi MU mengingat Si Setan Merah tidak berniat mengontrak Carrick dalam jangka panjang.(AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan