Partey Hengkang dan Norgaard Datang, Pilihan Bijak Arsenal

Norgaard mungkin tidak lebih baik dari Partey. Namun, sebagai pelapis di gelandang jangkar, Norgaard adalah sosok paling ideal untuk Arsenal dari berbagai aspek.

01 Jul 2025 14:33 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Arsenal dipastikan kehilangan dua gelandang jangkar veteran pada musim depan. Setelah Jorginho terlebih dulu, giliran Thomas Partey yang hengkang dengan status bebas kontrak. Lini tengah tim asuhan manajer Mikel Arteta itu terlihat berlubang sementara ini.

Meskipun begitu, kekosongan di posisi gelandang ”Si Meriam” akan segera terisi. Pemain tim nasional Spanyol Martin Zubimendi akan segera bergabung dari Real Sociedad. Sementara itu, Arsenal juga sedang mendekati gelandang veteran Brentford, yaitu Christian Norgaard.

Direktur Olahraga Brentford Phil Giles mengonfirmasi, kepindahan Norgaard sangat dekat. Pemain 31 tahun itu dipersilakan pergi karena sudah berkontribusi besar selama enam musim terakhir. Harganya berkisar 11 juta euro (Rp 208 miliar). ”(Transfer) itu kemungkinan besar terjadi,” ujarnya.

Bagi Arteta, skenario saat ini mungkin bukan yang terbaik. Arsenal bisa lebih solid jika memiliki Zubimendi dan Partey untuk saling mengisi. Namun, kontrak Partey tidak diperpanjang karena sang pemain meminta kenaikan gaji. Permintaan itu dinilai tidak realistis oleh klub.

Partey, 32 tahun, tercatat sebagai salah satu penerima gaji tertinggi di Arsenal dengan bayaran sekitar 200.000 euro per pekan. Selain usia, Partey juga hanya akan diproyeksikan sebagai pelapis dari Zubimendi di musim depan. Pemain tim nasional Ghana itu pun bebas kontrak per Senin (30/6/2025).

Brentford's Christian Norgaard, left, fouls Arsenal's Gabriel Martinelli during the English Premier League soccer match between Arsenal and Brentford at Emirates Stadium in London, Saturday, April 12, 2025. (John Walton/PA via AP)

Norgaard merupakan solusi paling ideal. Nilai transfernya cukup rendah, begitu juga dengan gaji yang diperkirakan tidak lebih dari 70.000 euro per pekan. Kapten Brentford itu sudah lebih cukup sebagai pelapis. Arsenal pun bisa mengalokasikan ruang gaji untuk penyerang baru.

Secara tidak langsung, Norgaard memang seperti mengisi kepergian Partey. Namun, dia tidak akan menjalani peran Partey di musim lalu sebagai pemain inti. Norgaard bertugas menggantikan peran Jorginho yang hanya tampil 704 menit di Liga Inggris musim lalu, kebanyakan masuk dari bangku cadangan.

Norgaard bahkan mungkin hanya menjadi pilihan ketiga di posisi gelandang jangkar. Posisi itu masih bisa ditutupi oleh Declan Rice yang biasa bermain sebagai gelandang ”nomor 8”. Artinya, keputusan Arsenal dalam memilih pemain timnas Denmark itu sebenarnya sangat masuk akal.

Kelebihan Norgaard

Norgaard bukan tipe gelandang genius yang piawai menjembatani serangan, tidak seperti Partey ataupun Jorginho. Dia merupakan pengumpan yang biasa-biasa saja di level Liga Inggris. Kelebihan utama pemain setinggi 1,87 meter itu adalah mampu membaca permainan dengan sangat baik.

Thomas Frank, mantan pelatih Brentford, berkata, Norgaard mampu bermain sama baik dalam setiap sistem. Itu membuat Brentford bisa fleksibel dalam pemilihan formasi, mulai dari 3-5-2, 4-3-3, hingga 4-2-3-1. ”Dia punya kecerdasan untuk mengisi seluruh posisi di lini tengah,” ujarnya.

Pemain depan Denmark, Christian Norgaard (kiri) berebut bola dengan pemain Inggris, Phil Foden pada babak semifinal Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris, Kamis (8/7/2021) dini hari WIB. Inggris melaju ke final setelah menang 2-1.

Kecerdasan membaca permainan itu terlihat jelas dalam aspek bertahan. Norgaard merupakan gelandang dengan intersepsi (49) dan blok (52) kedua terbanyak di Liga Inggris. Dia jelas merupakan pemain yang lebih baik dibandingkan Partey ataupun Jorginho di sisi defensif.

Menariknya, insting Norgaard di sisi ofensif juga memukau. Dia menyumbang 5 gol dan 4 asis di liga pada musim lalu. Jumlah itu sudah melampaui kombinasi dari catatan Jorginho ataupun Partey (4 gol dan 2 asis). Semua dihasilkan dengan posisi bermain cukup dalam, sebagai pivot.

Norgaard juga selalu menjadi ancaman di kotak penalti saat situasi bola mati. Itu sangat cocok dengan kebutuhan Arsenal. ”Saya yakin posisi terbaiknya sebagai ’nomor 8’ atau ’nomor 10’. Dia bisa menghasilkan peluang dan juga memberikan ancaman saat masuk ke kotak penalti,” puji Frank.

Dengan kelebihan itu, Norgaard bisa menjadi opsi darurat ketika tim sudah unggul dan ingin mempertahankan keunggulan. Pemain dengan 35 penampilan di timnas Denmark itu juga bisa menjadi solusi kebuntuan Arsenal saat butuh gol, terutama lewat skema bola mati.

Pemain Arsenal Thomas Partey (kiri) berebut bola dengan pemain Manchester City Bernardo Silva laga Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Senin (3/1/2025) dini hari WIB. Arsenal menang 5-1 pada laga itu dan Partey mencetak satu gol.

Mengapa Arsenal tidak mengambil gelandang muda potensial sebagai pelapis? Sebab, mereka butuh pemain berpengalaman yang sudah siap berlaga di Inggris. Arsenal baru saja kehilangan dua gelandang veteran. Adapun Zubimendi hanya berpengalaman tampil di Liga Spanyol sepanjang kariernya.

Ketersediaan tidak kalah penting. Seperti diketahui, Partey cukup sering cedera sejak pindah ke Arsenal. Dia hanya bermain total 49 pertandingan di liga dalam dua musim terakhir. Jumlah itu jauh lebih rendah dibandingkan Norgaard (65) yang nyaris selalu tersedia di setiap pekan untuk Brentford.

Alhasil, pembelian Norgaard mungkin terlihat tidak penting. Dia bukan pemain berstatus bintang. Usianya juga sudah tidak muda lagi. Meskipun begitu, Norgaard sangat penting untuk menjaga keseimbangan dalam struktur klub maupun kedalaman skuad. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase