Dari Zubimendi, Transformasi Serangan Arsenal Dimulai

Ada alasan besar Arsenal rela melepas dua gelandang jangkar kunci, Thomas Partey dan Jorginho, pada musim panas. Alasan itu adalah Zubimendi.

22 Jun 2025 07:46 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Sudah menjadi rahasia umum, problem terbesar Arsenal pada beberapa musim terakhir terletak di lini serang. Mereka tidak punya penyerang tengah kelas dunia. Di tengah kebutuhan terhadap sosok mesin gol, pemain pertama yang segera berlabuh ke Arsenal justru berposisi gelandang jangkar.

Pemain itu adalah gelandang tim nasional Spanyol, Martin Zubimendi. Menurut The Athletic, dia sudah berada di London pada Sabtu (21/6/2025) WIB untuk merampungkan transfer dari Real Sociedad ke Arsenal. Nilai transfernya berkisar 60 juta euro (Rp 1,13 triliun).

Kedatangan Zubimendi tidak mengejutkan. Sang pemain sudah masuk radar Arsenal sejak Januari lalu. Hanya saja, dia memang direncanakan masuk ke dalam skuad pada musim panas ini untuk menggantikan dua gelandang veteran yang habis kontrak, yaitu Jorginho dan Thomas Partey.

Pertanyaannya, mengapa Manajer Mikel Arteta tertarik mendatangkan Zubimendi dan merombak lini tengah? Arteta rela melepas Jorginho dan Partey yang bergantian jadi pivot tim sepanjang musim lalu. Jorginho sudah hengkang ke klub Brasil, Flamengo, sementara Partey segera menyusul.

Pertama karena rejuvenasi. Arsenal ingin melakukan penyegaran di lini tengah. Jorginho (33) dan Partey (32) sudah melewati usia emas dan kemungkinan akan terus menurun dari sisi performa. ”Si Meriam” butuh sosok gelandang baru yang berada dalam usia dan performa prima.

Real Madrid's French midfielder #14 Aurelien Tchouameni fights for the ball with Real Sociedad's Spanish midfielder #04 Martin Zubimendi (R) during the Spanish Copa del Rey (King's Cup) semi-final second leg football match between Real Madrid CF and Real Sociedad at the Santiago Bernabeu stadium in Madrid on April 1, 2025. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP)

Siapa lagi kalau bukan Zubimendi yang baru 26 tahun? Dia merupakan gelandang bertahan paling diincar dalam setahun terakhir. Jika Rodri digadang-gadang sebagai yang terbaik di posisi itu, Zubimendi ada di urutan berikutnya. ”Martin adalah pemain terbaik kedua di dunia (setelah Rodri),” kata Pelatih Spanyol Luis de la Fuente.

Ketertarikan Liverpool mendatangkan Zubimendi di musim panas lalu cukup untuk memperkuat ucapan Fuente. Pelatih Liverpool Arne Slot berkata, sulit mencari pemain yang bisa menambah kualitas tim saat ini. Namun, tidak dengan Zubimendi yang diyakini akan langsung memberikan pengaruh positif.

Liverpool pada akhirnya gagal mendatangkan Zubimendi. Sang pemain memutuskan bertahan selama satu tahun lagi di Sociedad. Meskipun begitu, seperti yang dibayangkan Slot, bisa tergambar bagaimana skuad Liverpool akan lebih kuat lagi. Adapun ”Si Merah” sudah mampu mendominasi Liga Inggris musim lalu walaupun tanpa tambahan gelandang.

Transformasi serangan

Bagi Arsenal, rejuvenasi di posisi gelandang jangkar akan diikuti dengan adaptasi sistem bermain. Alasan terkuat Zubimendi didatangkan karena punya kemampuan lebih yang tidak dimiliki Partey ataupun Jorginho. Dia akan membuka dimensi baru serangan Si Meriam.

Zubimendi memungkinkan Arsenal bermain dengan pivot tunggal, tidak butuh bantuan bek sayap untuk bermain inverted ataupun gelandang Martin Odegaard dan Declan Rice untuk mundur menjemput bola. Berbeda dengan Partey dan Jorginho yang butuh bantuan ekstra di lini tengah.

Gaya bermain Zubimendi banyak disebut mirip gelandang legendaris Spanyol, Sergio Busquets. Mereka sama-sama bertugas menjaga keseimbangan lini tengah sebagai jembatan serangan di posisi ”nomor 6”. Keduanya memiliki kemampuan teknis, mengatur tempo, dan bertahan sangat baik.

Kelebihan terbesar Zubimendi tampak saat membangun serangan. Dia bisa dengan tenang membagi bola untuk memecahkan tekanan lawan. Menurut Opta, Zubimendi mencatat 238 umpan yang memecahkan garis lawan di Liga Spanyol musim lalu. Jumlah itu hanya kalah dari tiga gelandang Real Madrid.

Zubimendi memiliki segalanya untuk bermain sebagai pivot tunggal. Bersama itu, satu problem serangan Arsenal bisa diselesaikan. Pada musim lalu, progres serangan Si Meriam terlalu lambat karena Odegaard dan Rice sering mundur. Mereka tidak bisa hanya menunggu di sepertiga akhir.

Pemain Real Sociedad, Martin Zubimendi (kiri) berusaha memotong bola operan ke pemain Barcelona, Ousman Dembele pada lanjutan pertandingan Liga Spanyol di Stadion Reale Arena, Spanyol, Senin (22/3/2021) dini hari WIB. AFP/Ander Gillenea

Faktor ”X” dari Zubimendi sempat terlihat dalam final Liga Nasional Eropa antara Spanyol dan Portugal, awal Juni 2025. Dia tidak pasif menahan posisi di tengah saat penguasaan bola. Pemain setinggi 1,81 meter itu juga beberapa kali maju ketika ada kesempatan, lewat dribel ataupun pergerakan tanpa bola.

Zubimendi tidak ragu masuk ke kotak penalti saat melihat ada ruang kosong. Berkat insiting itu, dia bisa menyumbang gol pembuka ke gawang Portugal. Arsenal membutuhkan pergerakan lebih banyak dari lini tengah untuk membuat serangan tidak terduga.

”Martin adalah pemain yang diinginkan semua pelatih. Dia bisa menjadikan pemain di sekelilingnya tampak lebih baik. Dia selalu menawarkan solusi. Sebelum bola jatuh ke kakinya, dia sudah tahu langkah berikutnya. Kemampuan mengorganisasinya sangat baik,” kata Xabi Alonso yang pernah melatih Zubimendi di tim kedua Sociedad, seperti dikutip The Guardian.

Alhasil, kedatangan Zubimendi sama sekali tidak menghambat rencana Arsenal untuk memperbaiki lini serang. Transfer itu akan membantu Si Meriam ke level berikutnya. Pembelian Zubimendi dan penyerang tengah kelas dunia merupakan dua hal yang krusial dilakukan.

Terlepas dari bakat besar Zubimendi, tidak ada jaminan sang gelandang akan beradaptasi dengan mudah di Liga Inggris. Permainan di Inggris lebih banyak mengandalkan fisik dan tempo cepat. Meskipun begitu, Zubimendi bisa sedikit tenang karena akan bertemu lagi dengan mantan rekan di Sociedad, yaitu Odegaard dan Mikel Merino. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .