Keduanya menyampaikan belasungkawa, mengunjungi korban luka, membawa bantuan makanan dan obat-obatan, serta evakuasi medis bagi warga Palestina.
19 Jul 2025 11:24 WIB · Internasional
DEIR AL-BALAH, SABTU — Negosiasi gencatan senjata Israel-Hamas belum kunjung ada titik terang. Namun, Israel kembali menyerang Gaza dan merusak satu-satunya gereja Katolik di Gaza. Dua pemimpin Katolik senior Jerusalem melakukan kunjungan langka ke Gaza untuk menyampaikan belasungkawa, memberi dukungan pastoral, dan meninjau kerusakan gereja.
The Associated Press pada Jumat (18/7/2025) melaporkan, Patriark Latin Katolik Roma Jerusalem Pierbattista Pizzaballa dan Pemimpin Gereja Kristen Ortodoks Yunani Theophilos III mengunjungi Jalur Gaza dan Gereja Keluarga Kudus.
Dengan mengenakan jubah hitam, keduanya tiba di Gaza dengan dua kendaraan yang usang. Di salah satu kendaraan bendera Vatikan berwarna kuning, putih, dan berlambang salib berkibar di jendela depan.
Menurut keterangan Vatikan, kunjungan tersebut terjadi setelah Paus Leo XIV menelepon Pizzaballa pada Jumat pagi. Paus menanyakan situasi di Gaza dan kondisi korban luka, termasuk pastor paroki Gabriel Romanelli yang turut terluka dalam serangan Israel.
”Beliau menyatakan dukungan dan kasih sayangnya kepada seluruh komunitas yang berada di sekitar paroki dan mereka yang menderita akibat kekerasan. Paus menegaskan kembali niatnya untuk melakukan segala yang mungkin guna menghentikan pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa,” demikian bunyi pernyataan Vatikan tersebut.
Kunjungan kedua pemimpin umat Kristiani itu termasuk langka. Sejak pecah perang antara Israel dan Hamas pada 7 Oktober 2023, sangat jarang pejabat asing diizinkan masuk ke Gaza. Israel menutup ketat perbatasannya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/19/03d55e72-091d-45b2-b7c4-b8b83570e2e2_jpg.jpg)
Pizzaballa dan Theophilos III mengatakan, mereka bisa memasuki Jalur Gaza lewat campur tangan lembaga-lembaga bantuan. ”Para Patriark bertemu dengan keluarga-keluarga yang mencari perlindungan di sana. Mereka menyampaikan belasungkawa, menyampaikan dukungan pastoral, dan secara pribadi meninjau kerusakan yang dialami gereja setelah serangan baru-baru ini,” kata Patriarkat Latin Jerusalem dalam sebuah pernyataan.
”Kedua pemimpin agama tersebut membawa ratusan ton pasokan makanan, obat-obatan, dan peralatan medis yang sangat dibutuhkan,” kata Patriarkat Latin Jerusalem lebih lanjut.
”Bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk komunitas Katolik di Gaza, tetapi juga untuk sebanyak mungkin keluarga,” imbuh Patriarkat, seraya menambahkan bahwa bantuan itu juga mencakup evakuasi medis bagi para korban luka.
Saat mengunjungi Gereja Ortodoks Yunani Santo Porphyrius, kedua pemimpin agama tersebut menyampaikan kata-kata penghiburan dan solidaritas kepada para pengungsi. Patriarkat Ortodoks Yunani Jerusalem menyebut kunjungan itu sebagai ekspresi kuat persatuan gereja.
Vatikan mengatakan, Paus juga sudah menerima kabar terbaru tentang kondisi Pastor Gabriel Romanelli. Pastor paroki itu mengalami luka ringan.
Pastor paroki Romanelli yang berasal dari Argentina dikenal dekat dengan mendiang Paus Fransiskus. Sejak perang pecah hingga Paus Fransiskus wafat pada April 2025, keduanya sering berkomunikasi lewat telepon. Romanelli melalui telepon menceritakan perjuangan warga Gaza dalam perang Israel-Hamas.
Selanjutnya, kantor Pizzaballa mengatakan, Kardinal Pizzaballa diperkirakan akan tetap berada di Gaza hingga hari Minggu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/19/38f287b8-3e9d-4452-9420-539f1327f6f9_jpg.jpg)
Serangan Israel itu terjadi pada Kamis (17/7/2025) pagi waktu setempat. Vatican News melaporkan, Gereja Keluarga Kudus, satu-satunya Gereja Katolik di Jalur Gaza, diserang sebuah tank.
Serangan militer Israel menghancurkan Gereja Keluarga Kudus. Tiga orang tewas akibat luka-luka mereka. Sejumlah orang lainnya dilaporkan terluka, termasuk pastor paroki, Pastor Gabriel Romanelli.
Laporan Reuters memperlihatkan foto-foto yang menunjukkan atap gereja terkena serangan di dekat salib utama. Serangan Israel menghanguskan fasad batu dan memecahkan jendela.
Dari Vatikan, Paus Leo XIV mengatakan, sangat berduka atas serangan hari Kamis itu. Paus Leo XIV mengirim ucapan belasungkawa kepada para korban serangan di gereja.
Di tempat itu, ratusan warga Palestina, termasuk anak-anak dan warga berkebutuhan khusus, berlindung selama perang Israel-Hamas yang hingga kini belum berakhir. Serangan ke gereja menuai kecaman dari dunia internasional.
Paus Leo XIV kemudian berbicara dengan PM Israel Benjamin Netanyahu lewat telepon. Paus menyatakan keprihatinannya tentang situasi kemanusiaan yang dramatis di Gaza.
Paus menyerukan kembali negosiasi, gencatan senjata, dan diakhirinya perang. ”Saya sangat berharap adanya dialog demi mencapai perdamaian atas konflik yang sudah terlalu lama ini,” ucap Paus Leo.
Kantor PM Netanyahu mengatakan, Netanyahu menyatakan penyesalan Israel atas serangan tersebut. Netanyahu menyebut serangan itu sebagai insiden tragis dan menyalahkan amunisi nyasar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/18/372a9cce-8959-498b-8a06-d7b19464ce99_jpg.jpg)
Catholic News Agency (CNA), dalam laporan Jumat (18/7/2025), memberitakan, militer Israel menyatakan telah keliru menyerang Gereja Keluarga Kudus di Gaza pada hari Kamis. Israel menyesalkan kerusakan yang terjadi pada satu-satunya Gereja Katolik di kota itu.
Tentara Israel (IDF) pada Kamis malam mengunggah di X dan menyatakan, ”Pecahan peluru mengenai gereja paroki yang telah menjadi tempat perlindungan bagi lebih dari 500 orang sejak perang Israel-Hamas pecah pada Oktober 2023.”
”Penyebab insiden sedang ditinjau,” demikian bunyi cuitan IDF di X.
Dalam cuitan berikutnya, IDF menyatakan, ”IDF mengarahkan serangannya hanya pada target militer dan melakukan segala upaya yang memungkinkan untuk mengurangi kerugian bagi warga sipil dan bangunan keagamaan, serta menyesalkan kerusakan yang tidak disengaja yang terjadi pada mereka.”
Militer Israel menyatakan tidak sengaja menargetkan gereja dan tempat-tempat keagamaan. Namun, Patriarkat Jerusalem menyatakan, terjadi serangan berulang kali terhadap tempat-tempat suci umat Katolik di Gaza.
Terkait gencatan senjata, Netanyahu menyampaikan kepada Paus tentang upaya Israel untuk tercapainya gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera dalam perundingan di Qatar. Akan tetapi, menurut Netanyahu, upaya Israel sejauh ini belum dibalas oleh Hamas.
Melalui siaran video pada hari Jumat, Abu Obaida selaku Juru Bicara sayap bersenjata Hamas Brigade Ezzedine al-Qassam mengatakan, Israel yang menghalangi kesepakatan tersebut. Langkah Israel itu mengancam pembebasan awal 10 sandera.
Terakhir, serangan Israel ke Jalur Gaza pada Jumat malam menewaskan 30 orang. Sembilan korban tewas di antaranya merupakan warga yang tengah berupaya mendapatkan bantuan kemanusiaan di dekat kota Rafah di selatan.
(AP/AFP/Reuters)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/19/a735dd86-7911-4c0e-82aa-6fcebffd37c5_jpg.jpg)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto