PASKAH

Paskah Pertama dan Berbeda Paus Leo XIV

Prosesi pekan suci pertama Paus Leo berbeda dibandingkan dengan beberapa paus pendahulunya.

07 Apr 2026 08:45 WIB · Internasional

AP/Andrew Medichini

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Kamis, 8 Mei 2025, jutaan umat Katolik dari berbagai penjuru dunia masih setia berada di Alun-alun Santo Petrus, di hari kedua konklaf yang akan memilih paus ke-267 dalam sejarah Gereja Katolik. Pada pukul 11.40 waktu Vatikan, asap hitam pekat bergulung-gulung keluar dari cerobong yang terletak di atas atap Kapel Sistina. Ini merupakan asap kedua yang menandai telah dua kali gagal memilih paus baru.

Tepat pukul 18.00 waktu Vatikan, tepuk tangan dan teriakan kembali bersahutan. Dari kejauhan, umat melihat cerobong di atas Kapel Sistina kembali mengeluarkan asap tipis. Teriakan dan kegembiraan makin meriah tatkala asap putih bergulung-gulung keluar dari cerobong. Kalimat ”Viva Ill Papa” bersahutan dengan ”Habemus Papam!” Kita mempunyai Paus baru….

Asap putih terlihat mengepul keluar dari cerobong Kapel Sistina dan menandakan bahwa seorang paus baru telah terpilih pada hari Rabu, 13 Maret 2013.
Paus Leo XIV yang baru terpilih, di balkon Basilika Santo Petrus untuk pertama kalinya, setelah para kardinal mengakhiri konklaf, di Vatikan, pada 8 Mei 2025. Robert Francis Prevost pada hari Kamis terpilih sebagai paus pertama dari Amerika Serikat, dia menjadi paus ke-267 Gereja Katolik, mengambil nama kepausan Leo XIV.
Paus Leo XIV yang baru terpilih merayakan Misa dengan Dewan Kardinal di dalam Kapel Sistina di Vatikan sehari setelah pemilihannya sebagai paus ke-267 dari Gereja Katolik Roma, Jumat, 9 Mei 2025.

Awal kepausan Leo

”Damai sejahtera bagimu,” sapa Paus Leo XIV, yang mengenakan jubah merah tradisional dan atribut kepausan, dari balkon Basilika Santo Petrus. Momen itu terjadi 70 menit setelah asap putih keluar. Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat terpilih sebagai paus ke-267 dan memilih nama Paus Leo XIV sebagai nama kepausannya. Paus Leo menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025 di usia 88 tahun.

Kata ”kasih” dan ”persatuan” adalah dua kata yang berkali-kali ditekankan dalam misa inaugurasi Paus Leo XIV.  Di akhir misa, Leo menyampaikan harapannya agar ada negosiasi untuk mewujudkan ”perdamaian yang adil dan abadi” di Ukraina dan memanjatkan doa bagi rakyat Gaza. Perang di Gaza, Lebanon, serta Iran menjadi keprihatinan di awal pemerintahan Paus Leo.

Imam berjalan di akhir misa Minggu Palma yang dipimpin oleh Paus Leo XIV di alun-alun Santo Petrus di Vatikan pada Minggu (29/4/2026).
Sebuah prosesi mendahului Paus Leo XIV saat dia memimpin Misa di St. Lapangan Petrus di Vatikan pada Minggu Palma, memperingati kedatangan Yesus di Yerusalem, Minggu (29/3/2026).
Paus Leo XIV memimpin Misa Minggu Palma di St. Lapangan Petrus di Vatikan, Minggu (29/3/2026).

Minggu Palma

Dalam rangkaian perayaan Paskah yang dimulai dengan Minggu Palma, Paus Leo XIV dalam homilinya menyinggung tentang perang yang masih berlangsung di banyak negara. Selain mengatakan Tuhan tidak mendengarkan doa-doa mereka yang berperang atau mengutip Tuhan untuk membenarkan kekerasan yang mereka lakukan, ia secara khusus mendoakan umat di negara yang dilanda perang.

Paus menegaskan bahwa Tuhan adalah ”raja perdamaian” dan menolak kekerasan disuarakan sepanjang misa. Dalam berkat khusus di akhir misa, Paus Leo mengatakan bahwa ia berdoa terutama untuk umat Kristen di Timur Tengah. Dalam banyak kasus, mereka tidak dapat sepenuhnya menghayati ritual hari-hari suci ini, tambahnya.

Pada Minggu pagi, polisi Israel melarang para pemimpin tertinggi Gereja Katolik memasuki Gereja Makam Suci untuk merayakan misa Minggu Palma secara pribadi. Ini adalah kejadian pertama dalam beberapa abad, saat para pemimpin gereja dicegah merayakan Minggu Palma di tempat yang diyakini umat Kristen sebagai tempat Yesus disalibkan.

Paus Leo XIV memimpin Misa di Caena Domini, Misa Perjamuan Tuhan, pada Kamis Putih Katolik di St. Basilika John Lateran di Roma, Kamis (2/4/2026).
Paus Leo XIV merayakan Misa Krisma di St. Basilika Petrus, di Vatikan, Kamis (2/4/2026).
Paus Leo XIV membasuh dan mencium kaki 12 imam selama Misa di Caena Domini,pada Kamis Putih di St. Basilika John Lateran di Roma, Kamis (2/4/2026).

Kamis Putih

Pada perayaan pekan suci mengenang penderitaan Yesus, Paus Leo membasuh kaki 12 imam dalam ritual Kamis Putih. Ini memulihkan tradisi yang sebelumnya berbeda. Pendahulunya, Paus Fransiskus, memasukkan orang awam dan non-Kristen dalam upacara pembasuhan kaki. Bahkan ia melakukan upacara di penjara, pusat penahanan remaja, dan tempat pencari suaka.

Paus Leo menuangkan air dari kendi berwarna emas ke atas kaki para imam sebelum mengeringkan dengan kain putih dan menciumnya. Upacara pembasuhan kaki pada Kamis Putih mengingatkan pada pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus terhadap 12 rasul-Nya pada Perjamuan Terakhir sebelum Ia disalibkan.

Suasana saat misa Jumat Agung yang dipimpin Paus Leo XIV  di Colosseum di Roma, Jumat (3/4/2026).
Sebuah salib raksasa didirikan di dalam Colosseum di Roma menjelang prosesi Jumat Agung Katolik yang dihadiri oleh Paus Leo XIV, Jumat, (3/4/2026).
Paus Leo XIV membawa salib kayu ringan sepanjang 1,5 meter selama Via Crucis, prosesi Jalan Salib Jumat Agung di Colosseum di Roma, Jumat (3/4/2026).
Suasana misa Jumat Agung di Colosseum di Roma, Jumat (3/4/2026).
Paus Leo XIV membawa salib kayu sepanjang 1,5 meter selama  prosesi Jalan Salib Jumat Agung di Colosseum di Roma, Jumat (3/4/2026).

Jumat Agung

Pada perayaan jalin salib, Paus Leo XIV membawa salib kayu di seluruh 14 pemberhentian. Selama beberapa dekade, mungkin ini adalah yang pertama Paus membawa sendiri salib kayu berkeliling di Koloseum pada upacara Jumat Agung.

”Saya membawa semua penderitaan ini dalam doa saya,” kata Paus Leo. Di dalam Koloseum, ia mengangkat salib dan memulai ritual yang diapit oleh dua pembawa obor, yang menemaninya sepanjang prosesi.

Selama satu jam, dimulai dari dalam Koloseum, Paus Leo membawa salib kayu melewati kerumunan di luar dan menaiki tangga curam ke Bukit Palatine, tempat dia memberikan berkat terakhir. Sekitar 30.000 umat berkumpul dan mengikuti tahapan-tahapan yang dibacakan melalui pengeras suara.

Paus Leo XIV tiba untuk Vigil Paskah di dalam St. Basilika Petrus di Vatikan, Sabtu (4/4/2026).
Pengawal Kepausan Swiss berdiri di St. Lapangan Petrus di Vatikan sebelum Misa Paskah yang dipimpin oleh Paus Leo XIV, Minggu (5/4/2026).
Seorang biarawati menghadiri Vigil Paskah Paus Leo XIV di dalam St. Basilika Petrus di Vatikan, Sabtu (4/4/2026).

Malam Paskah

Membawa lilin tinggi yang menyala melalui Basilika Santo Petrus yang gelap dan sunyi, Paus Leo mengawali perayaan paling gembira umat Kristen dengan kebaktian malam Paskah pertamanya sebagai paus. Tak lupa ia menyerukan agar Paskah membawa harmoni dan perdamaian ke dunia yang dilanda perang.

Sambil menyalakan lilin sebelum memasuki basilika, Paus mengucapkan, ”Terang Kristus yang bangkit dalam kemuliaan.” Para pembawa lilin berhenti untuk menyalakan lilin umat, lantas berjalan menyusuri lorong tengah, menyebarkan cahaya yang berkelap-kelip di basilika yang gelap sebelum lampu menyala.

Paus Leo XIV menyapa umat beriman di akhir Misa Paskah yang dia pimpin di St. Lapangan Petrus di Vatikan, Minggu (5/4/2026).
Paus Leo XIV menyapa umat di akhir Misa Paskah yang dia pimpin di St. Lapangan Petrus di Vatikan, Minggu (5/4/2026).
Paus Leo XIV menyampaikan berkat Urbi et Orbi dari loggia pusat St. Basilika Petrus di akhir Misa Paskah di St. Lapangan Petrus di Vatikan, Minggu (5/4/2026).
Umat menghadiri misa untuk Minggu Palma yang dipimpin oleh Paus Leo XIV di alun-alun Santo Petrus di Vatikan pada Minggu (29/4/2026).
Paus Leo XIV menyapa umat dari balkon utama St. Basilika Petrus untuk menyampaikan Urbi et Orbi dan berkat bagi kota dan dunia.

Minggu Paskah

Setelah misa Minggu Paskah, di hadapan sekitar 50.000 umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo menyampaikan doa ”Urbi et Orbi”, yang berarti ’untuk kota dan dunia’. Paus Leo juga menyapa umat beriman di seluruh dunia dalam 10 bahasa, termasuk Arab, China, dan Latin. Ini menghidupkan kembali praktik yang telah ditinggalkan oleh pendahulunya, Paus Fransiskus. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti