AS menghentikan bantuan sebagai langkah meninjau ulang dan untuk memastikan bahwa bantuan tersebut berkontribusi pada solusi perang Rusia-Ukraina.
04 Mar 2025 20:37 WIB · Internasional
KYIV, SELASA — Tanpa pasokan Amerika Serikat, langit Ukraina tak terlindungi dari rudal Rusia. Ukraina juga akan lumpuh dan buta tanpa akses ke jaringan satelit dan informasi intelijen AS soal posisi dan pergerakan Rusia.
Semua itu bisa terjadi selepas Presiden AS Donald Trump memerintahkan penghentian bantuan militer ke Ukraina. Perintah berlaku segera sejak disetujui Trump pada Senin (3/3/2025) malam waktu Washington DC.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengutus para diplomat Ukraina berkomunikasi dengan para sekutu untuk menyikapi perintah Trump. ”Kami membahas semua skenario untuk melindungi Ukraina. Batas bawahnya adalah mempertahankan posisi dan menciptakan kondisi untuk diplomasi yang layak, untuk secepat mungkin mengakhiri perang,” katanya, Selasa waktu Kyiv.
Pernyataannya soal perang berbeda antara sebelum dan selepas perintah Trump terkait bantuan pertahanan. Pekan lalu, ia menyebut perdamaian dengan Rusia masih amat jauh. Kini, ia menyatakan mau mengakhiri perang secepatnya.
Pernyataan pekan lalu dinilai Trump sebagai indikasi Zelenskyy tak mau perdamaian segera tercapai. Padahal, Trump mau Ukraina segera berhenti berperang dengan Rusia.
”Ini pernyataan terburuk dari Zelenskyy. Amerika tak mau lagi terlibat lebih lama dengan ini,” tulis Trump di media sosial.
Pernyataan Zelenskyy soal perdamaian menambah kejengkelan Trump yang sudah marah sejak mereka bertemu Jumat lalu. Bahkan, kala itu pun Trump sudah meminta agar bantuan pertahanan AS ke Ukraina dihentikan.
Hal itu berarti tak cuma penghentian pengiriman senjata. Pelatihan tentara, akses ke teknologi untuk mendukung pertempuran, hingga pasokan informasi intelijen juga dihentikan.
Letnan Senior Nazary Kishak mengatakan, Ukraina belum lupa dampak keterlambatan pasokan senjata AS pada 2023. Dampak terasa sampai pertengahan 2024.
Kala itu, interval tembakan artileri medan Ukraina:Rusia mencapai 1:10. Setiap kali Ukraina menembak, Rusia membalas 10 kali. Kyiv tak bisa membalas lebih sering karena keterbatasan peluru armed.
Sementara pejabat Departemen Pertahanan AS, kepada The New York Times dan Bloomberg, membenarkan perintah tersebut. Pejabat yang menolak identitasnya diungkap itu mengatakan perintah berlaku segera.
Seluruh senjata AS yang belum tiba di Ukraina, termasuk yang sedang transit di Polandia atau proses pengiriman ke Ukraina, dilarang dikirim. ”Presiden Trump telah menjelaskan bahwa ia berfokus pada perdamaian. Kami ingin mitra kami (Ukraina) juga berkomitmen pada tujuan itu,” kata pejabat itu.
Trump juga meminta kajian mendalam untuk memastikan senjata AS berkontribusi positif dalam upaya mencari solusi perang Ukraina. ”Kami sedang menghentikan sementara dan meninjau bantuan kami untuk memastikan bahwa bantuan tersebut berkontribusi pada solusi,” ujar pejabat tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/04/47ba97ae-603b-4ee9-8882-b9003a7e312c_jpg.jpg)
Meski bukan pemasok utama, bantuan AS ke Ukraina amat penting. Rudal untuk artileri pertahanan udara Patriot cuma bisa diproduksi AS. Patriot menjadi satu-satunya penangkis aneka rudal balistik Rusia. Tanpa pasokan AS, langit Ukraina tak terlindungi dari rudal Rusia.
Arhanud Eropa seperti SAMP/T, di atas kertas, bisa saja menjadi pengganti Patriot. Sayangnya, kapasitas produksi dan kinerja SAMP/T saat ini belum mumpuni untuk melindungi langit Ukraina dari deraan rudal Rusia.
Ukraina juga mengandalkan roket dan aneka amunisi berpemandu AS untuk menyerang Rusia. Tanpa Ukraina menembakkan aneka amunisi itu, Rusia lebih leluasa bergerak.
Anggota Parlemen Ukraina, Fedir Venislavsky, menyebut parlemen sedang membahas keputusan Trump itu. Tujuan utamanya, mencari alternatif untuk artileri pertahanan udara dan roket jarak jauh.
Di atas kertas, bisa saja Ukraina mengganti senjata-senjata AS dengan pesawat nirawak atau senjata buatan domestik. Industri pertahanan Ukraina kini bekerja di bawah kapasitas. Untuk meningkatkan kapasitas, Ukraina butuh modal dan itu tidak dimiliki saat ini.
Bantuan AS juga diperlukan untuk perawatan aneka persenjataan yang diberikan ke Ukraina. ”Penghentian bantuan AS akan menghasilkan Bakhmut baru,” kata Kishak, merujuk pada satu kota Ukraina yang direbut Rusia setelah pertempuran sengit berbulan-bulan dengan melibatkan meriam, panser, tank, hingga rudal.
AS juga menyediakan jaringan satelit yang menjadi tulang punggung komunikasi militer dan kendali senjata jarak jauh. Biaya sewanya ditanggung Polandia dan sejumlah anggota Uni Eropa. Walakin, akses sepenuhnya dikendalikan AS.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/04/2697df61-b024-4716-a513-9331b395d53d_jpg.jpg)
Tanpa satelit AS, berbagai pesawat nirawak Ukraina akan lumpuh karena tidak bisa berkomunikasi dengan pusat komando. Ukraina juga mengandalkan informasi AS untuk memantau posisi pasukan dan persenjataan Rusia. Dengan info itu, Ukraina menentukan sasaran.
Keputusan AS tak cuma melukai Ukraina. Keputusan itu menambah dilema bagi sekutu AS di Eropa dan kawasan lain. ”AS mengembangkan dan menguji senjata mereka di sini. Kalau terjadi apa-apa, kami akan membuat sendiri dan memutuskan sendiri,” kata tokoh industri pertahanan Ukraina, Sergiy Koshman.
”Kenyataannya adalah bahwa Ukraina jauh lebih tidak bergantung pada AS untuk kebutuhan tempur sehari-harinya dibandingkan tahun lalu,” kata Michael Kofman, seorang peneliti senior di Carnegie Endowment for International Peace, yang telah mengunjungi Ukraina beberapa kali sejak perang dimulai tiga tahun lalu.
Namun, jika penghentian pengiriman berlangsung lebih lama, Ukraina akan kehilangan pasokan beberapa senjata canggihnya. Di dalamnya termasuk sistem pertahanan udara canggih, rudal balistik permukaan-ke-permukaan, dan artileri roket jarak jauh. AS diketahui juga menyediakan suku cadang, perawatan, dan dukungan teknis bagi Ukraina.
Zelensky dalam sebuah wawancara bulan lalu mengatakan bahwa pemotongan bantuan militer akan menjadi pukulan telak, tetapi tidak akan mengakhiri pertempuran. ”Kontribusi dari AS terhadap kemampuan pertahanan dan keamanan Ukraina sekarang sekitar 30 persen,” kata Zelenskyy.
”Anda dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada kita tanpa 30 persen yang krusial ini,” lanjut Zelenskyy.
Bantuan militer AS juga sempat berhenti mengalir ke Ukraina tahun lalu selama beberapa bulan. Tepatnya setelah Trump mendesak sekutu Republiknya di Kongres untuk menahan bantuan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/29/9390fa7e-06b7-41d5-974c-4679a16c1cdf_jpg.jpg)
Dampaknya sudah terasa dalam pengeboman udara malam hari oleh Rusia pada infrastruktur energi Ukraina. Dengan sistem pertahanan udara yang kosong, tim pertahanan udara tidak dapat berbuat banyak untuk bertahan melawan rudal Rusia yang paling canggih saat mereka menghancurkan pembangkit listrik termal Ukraina.
Menyusul pertengkaran Zelenskyy dan Trump, negara-negara Eropa sekutu Ukraina kemudian bersatu dan mencoba menyusun rencana perdamaian. Perancis, Inggris, dan kemungkinan negara-negara Eropa lain menawarkan untuk mengirim pasukan ke Ukraina jika terjadi gencatan senjata.
Kemudian, pada Selasa (4/3/2025), Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan sebuah rencana senilai 800 miliar euro atau 841 miliar dollar AS untuk memperkuat pertahanan negara-negara UE. Usulan itu bertujuan mengurangi dampak dari potensi pelepasan AS dan memberi Ukraina kekuatan militer untuk bernegosiasi dengan Rusia setelah pembekuan bantuan AS ke negara yang tengah berjuang itu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/29/130ca16c-4ac8-4139-9246-9130ea21f597_jpg.jpg)
Keluarnya perintah Trump dalam situasi saat ini menuai kecaman dan kritikan banyak pihak. ”Dengan membekukan bantuan militer ke Ukraina, Presiden Trump telah membuka lebar pintu bagi Putin untuk meningkatkan agresi kekerasannya terhadap warga Ukraina yang tidak bersalah. Dampaknya tidak diragukan lagi akan sangat menghancurkan,” kata Senator Jeanne Shaheen, anggota Demokrat tingkat atas pada Komite Hubungan Luar Negeri Senat.
Anggota DPR Demokrat dari Pennsylvania, Brendan Boyle, salah satu ketua Kaukus Kongres Uni Eropa, mengatakan bahwa keputusan Trump itu tidak bijaksana, tidak dapat dipertahankan, dan merupakan ancaman langsung terhadap keamanan nasional AS.
Pemerintah Biden memberi Kyiv lebih dari 66,5 miliar dollar AS dalam bentuk bantuan militer dan senjata sejak perang dimulai. Namun, pemerintah Biden tidak menggunakan sekitar 3,85 miliar dollar AS dalam bentuk dana yang disahkan Kongres untuk mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina.
”Bantuan ini disetujui oleh Kongres secara bipartisan. Baik dari Partai Republik maupun Demokrat mengakui bahwa mendukung Ukraina berarti mendukung demokrasi dan menentang agresi Putin,” kata Boyle dalam sebuah pernyataan.
”Namun, Trump, yang telah berulang kali memuji Putin dan meremehkan sekutu kita, sekarang memainkan permainan politik dengan bantuan militer yang penting,” lanjut Boyle.
Anggota DPR dari Partai Demokrat, Dan Goldman, yang menjabat sebagai penasihat bagi anggota DPR dari Partai Demokrat dalam penyelidikan pemakzulan pertama terhadap Trump, mengatakan bahwa penghentian bantuan tersebut merupakan pemerasan lain terhadap Zelenskyy.
”(Keputusan) Ini adalah pemerasan lain terhadap Presiden Zelenskyy, menahan bantuan secara ilegal untuk membuat Presiden Zelenskyy menyetujui kesepakatan mineral,” ujar Goldman. (REUTERS/AP/AFP)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Kris Mada