Patah Hati Terberat Liverpool

Sempat menyangka akan menang, Liverpool menanggung patah hati akibat gol menit akhir Everton. Derbi Merseyside berjalan panas dengan diwarnai tiga kartu merah

13 Feb 2025 09:15 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

LIVERPOOL, KAMIS – Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada dicampakkan oleh harapan. Hal inilah yang baru saja dialami Liverpool yang bertandang ke markas Everton dalam lanjutan Liga Inggris. Gol Mohamed Salah sempat melambungkan harapan Liverpool untuk mempertegas keunggulan di puncak klasemen. Namun, angan itu rusak akibat gol James Tarkowski detik-detik akhir menjelang laga usai yang memaksakan hasil imbang 2-2.

Bagi Everton, memperoleh hasil imbang dari calon juara liga sudah seperti kemenangan. Apalagi, sebelumnya ”The Toffees” sudah ketinggalan 1-2 dari gol Alexis Mac Allister dan Mohamed Salah. Stadion Goodison Park seketika bergemuruh merayakan hasil imbang. Sebaliknya, para pemain Liverpool merasa dirugikan karena wasit Michael Oliver memberikan waktu tambahan hingga delapan menit, tiga menit lebih lama dari seharusnya.

Ditambah lagi gelandang Everton, Abdoulaye Doucoure, berselebrasi merayakan hasil imbang di depan pendukung Liverpool. Aksi Doucoure memancing kemarahan Curtis Jones. Kedua pemain tersebut terlibat perseteruan fisik hingga menyebabkan situasi agak kacau pada akhir laga. Atas keributan itu, Doucoure dan Jones mendapat kartu kuning dari Oliver. Ini merupakan kartu kuning kedua bagi mereka di laga ini sehingga secara otomatis mendapatkan kartu merah.

Tidak hanya Jones, Manajer Liverpool Arne Slot dan asistennya, Sipke Hulshoff, juga meluapkan kekecewaan karena wasit mengesahkan gol Tarkowski. Slot menilai ada pelanggaran pemain Everton sebelum Tarkowski mencetak gol. Akibat protes itu, mereka pun turut diganjar kartu merah meski laga sudah usai.

”Sangat sulit. Kebobolan gol penyeimbang di menit-menit akhir selalu mengecewakan. Kami melihat selebrasi mereka di akhir pertandingan jadi kami tahu betapa berartinya itu bagi mereka. Tetapi, faktanya itu mengecewakan bagi kami,” ujar kapten Liverpool, Virgil van Dijk, Kamis (13/2/2025).

Britain Soccer Premier League

Gagal menang, mendapat dua kartu merah, dan gagal memperlebar jarak lebih jauh dengan Arsenal di puncak klasemen menjadi pemicu patah hati terberat Liverpool pada laga ini. Alih-alih unggul sembilan poin, Liverpool harus puas dengan keunggulan menjadi hanya tujuh poin saja. Padahal, ”Si Merah” mengusung misi bangkit seusai tersingkir oleh Plymouth Argyle beberapa hari lalu pada babak keempat Piala FA.

:Saya pikir perasaan saat ini jelas mengecewakan, itu cukup jelas, dan itu akan terjadi hari ini dan malam ini. Namun, mulai besok kami fokus pada Wolves dan kami mencoba untuk mendapatkan tiga poin saat itu dan seterusnya,” kata Van Dijk.

Terlepas dari kekecewaan Liverpool, selain tindakan provokasi Doucoure, tidak ada yang bisa diperdebatkan dari hasil imbang ini. Everton secara garis besar permainan mampu meladeni penampilan menekan Liverpool.

Penyerang jangkung Everton, Beto, yang mencetak gol pembuka pada menit ke-11 bermain sangat baik dalam menyerang maupun menekan. Pergerakan tanpa bolanya efektif memperdaya bek Liverpool saat menerima umpan mendatar tendangan bebas Jarrad Branthwaite.

Selain piawai dalam menciptakan peluang, Beto juga berperan dalam merusak upaya Liverpool membangun serangan dari bawah. Beto, bersama Doucoure, rajin menutup jalur umpan kepada Ryan Gravenberch yang ditugaskan sebagai double pivot bersama Allister dalam formasi 4-2-3-1.

Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, mencetak gol ke gawang Everton yang dijaga Jordan Pickford pada laga Liga Inggris, Kamis (13/2/2025) dini hari WIB.

Alhasil, empat bek Liverpool terpaksa melepaskan operan atau umpan jarak jauh untuk melompati tekanan dari Beto dan Doucoure. Upaya ini kerap dimentahkan para pemain Everton yang seakan sudah siap berduel memperebutkan bola-bola udara.

Keputusan Oliver memperpanjang tambahan waktu (injury time) selama tiga menit pun bisa dipahami. Tambahan tiga menit itu diambil Oliver karena banyak terdapat insiden cedera yang membuat pertandingan sering dihentikan. Derby Merseyside yang melibatkan gengsi dua wakil kota Liverpool di kasta sepak bola teratas Liga Inggris memang kerap berlangsung panas dengan diwarnai benturan serta kontak fisik.

Melambungkan harapan

Seusai tertinggal akibat gol Beto, Liverpool langsung bereaksi lima menit berselang. Mohamed Salah kembali menunjukkan sentuhan ajaibnya dengan mengarsiteki gol balasan Liverpool yang dicetak Allister lewat sundulan.

Salah kemudian membawa Liverpool berbalik memimpin pada menit ke-73 seusai memanfaatkan kemelut di depan gawang Everton. Kemampuan penyerang timnas Mesir tersebut dalam penempatan posisi membantunya memaksimalkan bola liar hasil sapuan bek Everton.

Gol Salah melambungkan harapan pendukung Liverpool. Mereka sangat percaya diri timnya bisa pulang dari Goodison Park dengan tiga poin. Ini berarti selisih poin dengan Arsenal di peringkat kedua akan melebar menjadi sembilan poin. Dengan begitu, kans Liverpool menjuarai Liga Inggris akan sangat besar dengan 14 laga tersisa.

Britain Soccer Premier League

Akan tetapi, harapan itu seketika buyar saat Tarkowski menyelinap masuk ke kotak penalti Liverpool lalu melepaskan tendangan voli yang gagal diantisipasi kiper Alisson Becker. Perayaan gol Tarkowski sempat tertunda beberapa menit akibat tinjauan video pembantu wasit (VAR). Oliver menyatakan tidak ada pelanggaran sebelumnya sehingga gol Tarkowski dinyatakan sah.

”Kami tidak menang, itu hal yang mengecewakan. Tetapi, kami mendapat hasil imbang dalam pertandingan yang tampaknya akan membuat kami kalah dan tidak akan menguntungkan kami. Ada sedikit perdebatan di akhir, tapi itu mungkin menambah hiburan pada laga malam ini,” ujar Manajer Everton David Moyes.

Hasil imbang ini membuat selisih poin Liverpool dengan Arsenal menjadi tujuh poin.

(Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto