Patahkan Servis Opelka, Alcaraz Melaju di AS Terbuka

Carlos Alcaraz mengatasi lawan sulit pada babak pertama turnamen Amerika Serikat Terbuka. Dia bertahan dari serangan servis keras Reily Opelka.

26 Agt 2025 13:51 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

 

NEW YORK, SENIN — Melawan Reily Opelka di lapangan keras pada babak pertama turnamen adalah tantangan sulit di arena tenis, termasuk bagi Carlos Alcaraz. Pemilik lima gelar juara Grand Slam ini harus bertahan dan mencari celah untuk mematahkan servis lawan. Hal itu menjadi kunci untuk memenangi pertandingan tenis.

Alcaraz berhadapan dengan Opelka pada babak pertama Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2025 di Stadion Arthur Ashe, New York, Senin (25/8/2025) waktu setempat atau Selasa siang waktu Indonesia. Pada pertandingan terakhir di lapangan utama Flushing Meadows itu, Alcaraz mengatasi tantangan pertamanya dengan kemenangan 6-4, 7-5, 6-4.

”Hari ini sangat sulit, bermain pada babak pertama dengan lawan yang punya servis seperti itu. Saya harus sangat fokus berusaha mengembalikan servisnya dan akhirnya senang dengan apa yang saya lakukan hari ini,” kata Alcaraz yang tampil dengan kepala botak seperti ketika menjuarai AS Terbuka 2022.

Alcaraz pernah berhadapan dengan petenis big server lainnya, seperti Ben Shelton, Govanni Mpetshi Perricard, dan Alexei Popyrin, tetapi baru kali ini harus mengatasi servis keras dari petenis setinggi Opelka. Alcaraz, dengan tinggi 183 cm, hanya setinggi bahu Opelka yang bertinggi badan 211 cm.

Dengan tingginya itu, Opelka punya pandangan lebih luas terhadap lapangan lawan sehingga tingkat keberhasilan melancarkan servis lebih besar. Dia juga bisa melakukan flat service, yaitu servis penuh tenaga dengan lebih sedikit putaran bola yang akan sulit dikembalikan lawan.

Petenis Spanyol, Carlos Alcaraz, memukul bola saat menghadapi Reilly Opelka (Amerika Serikat) pada laga babak pertama tunggal putra Amerika Serikat Terbuka 2025 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, Flushing, New York, Amerika Serikat, Selasa (26/8/2025) waktu Indonesia. Alcaraz menang, 6-4, 7-5, 6-4.

Dengan kelebihan itu, servis tercepat Opelka dalam kariernya adalah adalah 240,3 km per jam yang dibuat pada babak kedua Australia Terbuka 2021. Saat melawan Alcaraz, Opelka memiliki servis tercepat 225km per jam, sementara Alcaraz dengan 212 km per jam. Dengan servisnya itu, Opelka membuat 14 as, lebih banyak dari empat as Alcaraz.

”Dengan servis Reily, saya sulit membangun ritme permainan yang saya inginkan, tetapi pengembalian servis saya cukup baik. Ketika bisa mengembalikan servis, saya pun bisa bermain reli dengan baik, lalu fokus pada servis saya sendiri,” tutur Alcaraz.

Alcaraz bisa mengembalikan 11 dari 31 servis Opelka (35 persen). Persentase ini lebih baik dibandingkan Opelka yang hanya delapan kali bisa mengembalikan 30 servis Alcaraz (27 persen).

Salah satu pukulan terbaik Alcaraz dalam pertandingan selama 2 jam 5 menit tersebut adalah saat membuat winner dari posisi bertahan. Opelka melancarkan backhand volley di dekat net ke sudut lapangan lawan.

Sambil berlari, Alcaraz membuat passing shot, pukulan yang membuat bola melewati posisi Opelka berdiri. Bola diarahkan menyilang hingga jatuh di sudut lapangan belakang Opelka. Stadion pun semarak oleh tepukan penonton dan Alcaraz tersenyum menyadari apa yang telah dilakukannya.

Petenis Amerika Serikat, Reilly Opelka, melayangkan servis saat melawan Carlos Alcaraz (Spanyol) pada laga babak pertama tunggal putra Amerika Serikat Terbuka 2025 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, Flushing, New York, Amerika Serikat, Selasa (26/8/2025) waktu Indonesia. Alcaraz menang, 6-4, 7-5, 6-4.

Alcaraz, unggulan kedua tunggal putra, tiba di New York dengan enam gelar juara pada tahun ini. Salah satu gelar didapat dari turnamen pemanasan AS Terbuka, ATP Masters 1000 Cincinnati, dua pekan sebelum dia melawan Opelka.

Selain hasil baik tersebut, petenis Spanyol berusia 22 tahun itu membawa hasil buruk sebagai sumber motivasi. Di AS Terbuka 2024, dia tersingkir pada babak kedua karena kalah dari Botic van de Zandschulp. Alcaraz pun ingin melangkah lebih jauh dibandingkan setahun lalu.

Selain Alcaraz, tunggal putra unggulan yang memenangi babak pertama pada hari kedua turnamen di antaranya Jack Draper (5), Karen Khachanov (9), Holger Rune (11), dan Casper Ruud (12). Sehari sebelumnya, kemenangan didapat Tylor Fritz (4), Shelton (6), dan Novak Djokovic (7). Adapun unggulan teratas yang juga juara bertahan, Jannik Sinner, akan menjalani babak pertama melawan Vit Kopriva, Selasa waktu setempat.

Keys dan Mboko tersingkir

Pada persaingan tunggal putri, Madison Keys kesulitan mempertahankan performanya setelah menjuarai Australia Terbuka pada awal tahun. Petenis remaja, Victoria Mboko, juga belum bisa tampil konsisten meski baru tiga pekan lalu menjuarai turnamen besar di negaranya, WTA 1000 Kanada.

Keys, salah satu andalan tuan rumah, disingkirkan petenis Meksiko, Renata Zarazua, 7-6 (10), 6-7 (3), 5-7 di hadapan pendukungnya di Stadion Arthur Ashe. Dia membuat 89 unforced error, sebanyak 14 di antaranya berupa double fault.

Petenis Amerika Serikat, Madison Keys, berupaya menjangkau bola saat menghadapi Renata Zarazua (Meksiko) pada laga babak pertama tunggal putri Amerika Serikat Terbuka 2025 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, Flushing, New York, Amerika Serikat, Selasa (26/8/2025) waktu Indonesia. Keys kalah pada laga itu.

”Untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir, rasa gugup mengalahkan saya. Itu membuat saya bergerak sangat pelan sehingga tidak bisa bermain sesuai keinginan,” ujar Keys.

Petenis peringkat keenam dunia yang juga menjadi unggulan keenam ini meraih gelar pertama di arena Grand Slam ketika menjuarai Australia Terbuka, Januari. Saat itu, Keys menunjukkan diri bahwa dia belum ”habis” pada usia 30 tahun. Gelar tersebut didapatnya berselang delapan tahun setelah kalah pada final AS Terbuka 2017.

Namun, setelah itu, performanya merosot, termasuk di ajang Grand Slam. Di Perancis Terbuka, Keys bertahan hingga perempat final, lalu babak ketiga di Wimbledon. Di turnamen lapangan keras yang menjadi zona nyamannya, Keys justru tersingkir lebih awal setelah kalah dari Zarazua, petenis peringkat ke-82 dunia.

Bagi Zarazua, hasil melawan Keys menjadi kemenangan pertama setelah selalu kalah dalam enam pertandingan melawan petenis peringkat sepuluh besar dunia. Kemenangan itu semakin berkesan karena terjadi di Grand Slam dan di lapangan tenis terbesar di dunia.

”Postur saya kecil, jadi merasa begitu kecil ketika berada di tempat sangat besar ini,” ujar Zarazua yang bertinggi badan 160 cm dan pernah menekuni olahraga senam serta loncat indah tersebut.

Madison Keys dari AS menggunakan handuk es untuk mendinginkan diri selama pertandingan tunggal putri putaran pertamanya melawan Elena-Gabriela Ruse di Kejuaraan Tenis Wimbledon di London, Senin, 30 Juni 2025.

Di lapangan lain, Mboko mendapat pelajaran sulitnya bertanding dengan konsisten meski telah menjuarai turnamen WTA 1000. Di luar cedera pergelangan tangan kanan yang membuat gerakannya sedikit terpengaruh, Mboko kesulitan menghadapi pola permainan variatif Barbora Krejcikova yang mengalahkannya 3-6, 2-6.

”Pertandingan tadi menjadi kesempatan bagi saya untuk belajar. Barbora adalah juara Grand Slam dengan gaya main yang unik dan punya banyak variasi, sementara saya merasa bermain terlalu terburu-buru dan kurang tenang,” kata Mboko.

Petenis berusia 18 tahun itu menjadi unggulan ke-22 di AS Terbuka berkat kenaikan peringkat setelah menjuarai WTA Kanada. Setalah mengawali musim kompetisi 2025 di peringkat ke-250 dunia, Mboko saat ini menempati peringkat ke-23.

Di Kanada, dia mengalahkan juara Grand Slam, yaitu Cori Gauff, Elena Rybakina, dan Naomi Osaka, untuk mendapat gelar pertama dari WTA Tour. Akan tetapi, hasil tersebut belum cukup untuk membawanya melangkah lebih jauh dibandingkan babak ketiga Perancis Terbuka, hasil terbaiknya di arena Grand Slam. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono