Gelar di Cincinnati Jadi Bekal Swiatek dan Alcaraz

Swiatek dan Alcaraz menjuarai turnamen tenis di Cincinnati. Gelar ini menjadi bekal untuk bersaing di AS Terbuka.

19 Agt 2025 12:07 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

CINCINNATI, SELASA — Iga Swiatek dan Carlos Alcaraz membawa kepercayaan diri tinggi untuk bersaing di arena Grand Slam Amerika Serikat Terbuka. Mereka menjuarai turnamen tenis WTA/ATP Masters 1000 Cincinnati sebelum tampil di Flushing Meadows, New York, AS.

Swiatek dan Alcaraz sama-sama memiliki gelar juara dari tiga Grand Slam, kecuali Australia Terbuka. Salah satu gelar di antaranya didapat mereka di AS Terbuka pada tahun yang sama, yaitu 2022.

Namun, gelar tersebut direbut petenis lain pada dua tahun berikutnya. Gelar tunggal putri pada 2023 dan 2024 didapat Cori Gauff dan Aryna Sabalenka, sementara Novak Djokovic lalu Jannik Sinner menjuarai tunggal putra setelah Alcaraz.

Menjelang AS Terbuka 2025, 24 Agustus-7 September, mereka menjuarai turnamen level WTA/ATP Masters 1000 di Cincinnati, salah satu turnamen pemanasan sebelum bermain di Flushing Meadows. Apalagi, Swiatek menjadi juara setelah melewati persaingan berat tanpa kehilangan satu set pun.

Dalam laga final di Lindner Family Tennis Center, Cincinnati, Ohio, AS, Senin (18/8/2025) malam waktu setempat atau Selasa (19/8/2025) pagi waktu Indonesia, Swiatek mengalahkan Jasmine Paolini dengan skor 7-5, 6-4. Intensitas permainannya tak menurun meskipun sehari sebelumnya bermain dalam laga yang tak kalah ketat saat melawan Elena Rybakina. Swiatek mengalahkan Paolini setelah tertinggal 0-3 pada set pertama.

Petenis Polandia, Iga Swiatek, berpose dengan trofi Rookwood Cup seusai mengalahkan Jasmine Paolini (Italia) pada laga final WTA 1000 Cincinnati di Lindner Family Tennis Center, Ohio, Amerika Serikat, Selasa (19/8/2025) waktu Indonesia.

Sekitar lima jam sebelum Swiatek menang, Alcaraz menjuarai tunggal putra. Pertemuan dengan rival utama, Sinner, yang biasanya ketat, kali ini hanya berlangsung 23 menit. Sinner mengundurkan diri setelah skor 0-5 set pertama karena sakit.

Juara bertahan yang juga petenis nomor satu dunia itu berusaha menjalani final demi penonton meskipun sakit sejak sehari sebelumnya. Alcaraz tak merayakan kemenangannya dengan berlebihan. Dia berkali-kali menghampiri Sinner untuk menanyakan kondisinya.

Saat giliran memberi tanda tangan di lensa kamera TV yang menayangkan siaran langsung pertandingan, Alcaraz menulis ”sorry Jannik”.

Alcaraz menjuarai Cincinnati Masters setelah kalah dari Sinner dalam final Wimbledon, sementara gelar WTA Cincinnati menjadi yang kedua bagi Swiatek dalam sebulan terakhir setelah menjuarai Wimbledon. Swiatek menjadi juara dalam final pertamanya di Cincinnati setelah semifinal dalam dua penyelenggaraan sebelumnya.

”Ini sangat berarti bagi saya. Tahun ini, saya sangat menginginkan menjadi juara di sini. Sangat menyenangkan ketika akhirnya saya bisa menambah gelar dalam daftar juara di tempat berbeda,” kata Swiatek yang sudah memiliki gelar juara WTA 1000 dari Doha, Indian Wells, Miami, Madrid, Roma, dan Beijing.

Petenis Spanyol, Carlos Alcaraz, mencium trofi Rookwood Cup seusai mengalahkan Jannik Sinner (Italia) pada laga final ATP 1000 Cincinnati di Lindner Family di Mason, Ohio, Amerika Serikat, Selasa (19/8/2025) waktu Indonesia. Alcaraz juara setelah Sinner mundur di pertengahan laga.

Dua gelar juara dalam sebulan terakhir diraih petenis berusia 24 tahun itu setelah melalui jalan yang tak mudah pada 2025. Dia baru bisa menembus final pada turnamen lapangan rumput di Jerman pada pekan terakhir Juni. Final itu (kalah dari Jessica Pegula) dicapainya setahun berselang setelah menjuarai Perancis Terbuka.

Setelah itu, Swiatek meningkatkan level permainan dalam puncak persaingan di lapangan rumput, yaitu di Wimbledon. Final melawan Amanda Anisimova bahkan dimenanginya dengan skor 6-0, 6-0.

Pada awal penampilan di lapangan keras yang digelar di Amerika sepanjang Agustus-September, Swiatek hanya mencapai babak keempat WTA 1000 Kanada. Setelah itu, dia tampil lebih baik di Cincinnati. Meski demikian, tetap ada celah yang harus diperbaikinya. Dalam final melawan Paolini, dia membuat tujuh double fault.

”Musim ini tidak mudah bagi saya. Selalu ada faktor yang harus saya perbaiki. Situasi bertambah sulit ketika banyak orang berharap saya menjadi juara,” kata Swiatek dalam laman resmi WTA.

Gelar juara WTA Cincinnati membuat petenis Polandia tersebut mendapat gelar ke-11 dalam turnamen WTA 1000. Dia menjadi tunggal putri aktif dengan gelar juara terbanyak pada level tertinggi struktur turnamen putri profesional tersebut. Empat petenis lainnya dengan gelar lebih banyak adalah mereka yang sudah pensiun, yaitu Serena Williams (23 gelar), Martina Hingis (17), Steffi Graf (15), dan Maria Sharapova (14).

Petenis Spanyol, Carlos Alcaraz, memukul bola saat melawan Jannik Sinner (Italia) pada laga final ATP 1000 Cincinnati di Mason, Ohio, Amerika Serikat, Selasa (19/8/2025) waktu Indonesia. Alcaraz juara setelah Sinner mundur di pertengahan laga.

Di putra, delapan gelar ATP Masters 1000 Alcaraz hanya kalah dari Novak Djokovic (40 gelar) dalam daftar petenis aktif. Petenis ”Next Gen”, yang sempat diprediksi menggantikan era kejayaan ”Big Three” (Djokovic, Rafael Nadal, Roger Federer) sudah dilampaui Alcaraz. Alexander Zverev mempunyai tujuh gelar Masters 1000 dan Daniil Medvedev dengan enam gelar. Adapun Sinner mempunyai empat gelar Masters 1000.

Sinner dan AS Terbuka

Sakitnya Sinner, yaitu saat bertanding dalam cuaca dengan suhu 31 derajat celsius dan kelembaban 57 persen di final, membuatnya diragukan tampil dalam nomor ganda campuran AS Terbuka. Sinner, yang berpasangan dengan Katerina Siniakova, diagendakan menjalani babak pertama di Flushing Meadows, Selasa siang waktu setempat.

Sinner belum memastikan spekulasi batal tampil di ganda campuran. Saat konferensi pers setelah final Cincinnati Masters, dia hanya mengatakan memiliki waktu beberapa hari untuk memulihkan diri dan Grand Slam selalu menjadi targetnya setiap tahun.

”AS Terbuka adalah turnamen besar dengan tantangan berat, tetapi saya selalu menantikannya. Jika siap secara fisik dan mental, saya akan mendorong diri sendiri untuk tampil. Ada beberapa hari untuk pemulihan dan semoga saya siap,” katanya.

Berbeda dengan biasanya, persaingan ganda campuran AS Terbuka 2025 dimulai lebih dulu dibandingkan tunggal. Demi tontonan menarik, penyelenggara membuat konsep dengan memprioritaskan peserta berdasarkan peringkat dalam nomor tunggal.

Gestur petenis Italia, Jannik Sinner, seusai mengalahkan Gabriel Diallo (Kanada) pada laga babak ketiga ATP Masters 1000 Cincinnati di Lindner Family Tennis Centre, Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, Senin (11/8/2025). Sinner menang 6-2, 7-6 (6),

Selain Sinner, banyak petenis top tunggal yang turut bersaing, seperti Swiatek yang berpasangan dengan Casper Ruud. Selain itu, ada Alcaraz yang berduet dengan Emma Raducanu, Djokovic dengan rekan sesama Serbia, Olga Danilovic, dan Naomi Osaka bersama Gael Monfils.

Konsep tersebut mendapat kritik dari petenis-petenis spesialis ganda karena hak mereka terpinggirkan. Apalagi, petenis yang bersaing di nomor tunggal mendapat hadiah yang jauh lebih besar dari petenis ganda.

Di AS Terbuka 2025, juara nomor tunggal memperoleh 5 juta dollar AS (sekitar Rp 81,2 miliar), sedangkan juara ganda campuran mendapat Rp 1 juta dollar AS (Rp 16,2 miliar) per pasangan. Artinya, setiap pemain yang menjadi juara ganda campuran hanya mendapat Rp 8,1 miliar atau sepersepuluh dari hadiah juara nomor tunggal. (AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan