Patrick Kluivert, Formasi 4-2-3-1 dan Sederet Target Timnas Indonesia hingga 2027

Sederet agenda menanti Patrick Kluivert: laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, SEA Games 2025, kualifikasi Piala Asia U-23 2026, dan Piala Asia 2027.

12 Jan 2025 09:09 WIB · Riset

Oleh Andreas Yoga Prasetyo

Apa target timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026?

Pelatih baru timnas Indonesia, Patrick Kluivert, tiba di Jakarta, Sabtu (11/1/2025. Kluivert akan diperkenalkan secara resmi oleh PSSI pada Minggu (12/1/2025) sore bersama dua asistennya, Alex Pastoor dan Denny Landzaat.

Jika menengok target PSSI dan harapan besar pendukung timnas Indonesia, Kluivert akan mengampu tugas yang penuh tantangan. Setidaknya ada empat kejuaraan yang segera dijalani Kluivert, yakni laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, SEA Games 2025, kualifikasi Piala Asia U-23 2026, dan Piala Asia 2027.

Laga pertama yang akan dijalani Kluivert ialah putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pada tahapan ini, lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 menjadi target yang diusung PSSI. Target ini mengalami perubahan setelah PSSI hanya memasang target timnas lolos pada putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Rencana awal yang disepakati bersama Shin Tae-yong, pada putaran keempat inilah Indonesia akan memaksimalkan upaya untuk mendapatkan jatah tiga tiket tersisa.

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert (kanan) berjalan keluar setibanya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (11/1/2025). Patrick Kluivert resmi dikontrak selama dua tahun disertai opsi perpanjangan untuk menangani Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong usai diberhentikan oleh PSSI. ANTARA FOTO/Fauzan/YU

Pada laga tersisa putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia akan menghadapi Australia, Bahrain, China, dan Jepang. Dua laga pertama melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025 akan menjadi pertandingan yang krusial. Dua pertandingan ini juga akan menjadi jalan penentu dukungan publik pada sosok Kluivert. Pasalnya, timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong berhasil menahan imbang Australia dan Bahrain pada pertandingan putaran pertama.

Dalam empat pertandingan terakhir, Kluivert harus membawa Indonesia untuk menuai hasil positif pada tiga laga, di antaranya untuk mengunci tiket lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia. Artinya, pertandingan melawan Australia, Bahrain, dan China harus benar-benar dimanfaatkan untuk meraup poin maksimal. Dengan begitu, maka Indonesia tidak akan bermain dengan tekanan besar saat berhadapan dengan Jepang pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2026.

Jika gagal meraih hasil optimal, Kluivert setidaknya harus mampu mengunci posisi empat besar agar Indonesia lolos pada putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Untuk mengunci posisi ini, setidaknya Indonesia harus mampu mengatasi Bahrain dan China di Gelora Bung Karno. Namun, cara ini tidak akan memberikan kepastian kepada Indonesia karena harus berharap hasil pada pertandingan lain negara-negara di Grup C.

Pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan (kiri) berusaha menguasai bola dari rebutan pemain Australia, Alessandro Circati, pada pertandingan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (10/9/2024). Pertandingan berakhir seri, 0-0.

 

Seperti apa agenda timnas Indonesia di SEA Games 2025 dan Piala Asia 2027?

Selain target lolos pada putaran final Piala Dunia yang diusung oleh PSSI, Kluivert juga harus membuktikan prestasinya di ajang SEA Games 2025 dan Piala Asia U-23 2026. Harus diakui bahwa pendukung timnas kini telah memiliki standar minimal kualitas sejak timnas dilatih oleh Shin Tae-yong.

Sebagai contoh, pada Piala Asia U-23 2026. Jika melihat durasi kontrak yang ditawarkan PSSI kepada Kluivert selama dua tahun dan opsi perpanjangan dua tahun, dapat dipastikan Indonesia akan dilatih oleh Kluivert dalam ajang Piala Asia U-23 2026.

Pada ajang yang sama sebelumnya, Indonesia di bawah Shin Tae-yong mampu menembus babak semifinal Piala Asia U-23 2024. Capaian di turnamen Piala Asia U-23 2026 ini juga akan menjadi tolak ukur performa timnas Indonesia untuk gelaran Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Demikian pula dengan ajang SEA Games 2025 yang akan digelar pada Desember 2025 di Thailand. Terakhir, Indonesia mengikuti SEA Games 2021 di Vietnam. Saat itu, Indonesia mengirimkan timnas Indonesia U-23. Anak asuhan Shin Tae-yong berhasil meraih medali perunggu setelah mengalahkan Malaysia dalam babak adu penalti dengan skor 4-3 (1-1).

Jika Kluivert juga diberi amanah untuk menukangi timnas U-23, tugas berat juga menanti. Hal ini mengingat sebelumnya timnas U-23 di bawah asuhan Shin Tae-yong berhasil mencatatkan prestasi sebagai peringkat kedua Piala AFF U-23 2023 dan melaju hingga babak semifinal Piala Asia U-23 2024. Artinya, dengan kondisi ini, Kluivert harus benar-benar mampu menciptakan prestasi baru untuk membuktikan kemampuannya.

Selain kualifikasi Piala Dunia 2026, SEA Games 2025, dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, Patrick Kluivert juga harus mempersiapkan timnas Indonesia ke kejuaraan Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Terakhir, Indonesia mengikuti turnamen ini di Piala Asia 2023.

Prestasi timnas Indonesia di bawah pelatih Shin Tae-yong saat itu berhasil lolos hingga babak 16 besar Piala Asia 2023. Langkah Indonesia di babak perdelapan final terhenti setelah dikalahkan Australia. Meski demikian, capaian Indonesia lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 merupakan prestasi baru. Pada keikutsertaan di empat Piala Asia sebelumnya, Indonesia hanya sampai babak penyisihan grup.

Infografik Sejumlah Agenda Timnas Indonesia

 

Siapa yang akan membantu sebagai asisten pelatih Patrick Kluivert?

Empat kejuaraan internasional yang akan diikuti oleh timnas Indonesia menanti kiprah Kluivet dalam dua tahun ke depan. Untuk mencapai prestasi di kejuaraan-kejuaraan tersebut, Kluivert membutuhkan dukungan tim pelatih. Mantan asisten pelatih Belanda saat Piala Dunia 2014 ini tidak sendiri dalam menangani tim Garuda. Kluivert akan dibantu asisten pelatih Alex Pastoor dan Denny Landzaat.

Alex Pastoor berpengalaman melatih sejumlah klub Belanda, seperti Almere City, Excelsior, dan Sparta Rotterdam. Alex Pastoor berhasil mengantarkan Almere City promosi ke Divisi Utama Liga Belanda musim 2022-2023.

Sebelumnya, Alex Pastoor juga berhasil mengantar klub Excelsior promosi ke Divisi Utama Liga Belanda untuk musim 2010-2011 dan Sparta Rotterdam pada musim 2015-2016. Adapun Denny Landzaat berpengalaman sebagai asisten pelatih sejumlah klub Belanda, seperti asisten pelatih di Feyenoord hingga asisten pelatih di klub Ferencvaros.

Selain dukungan asisten pelatih, Kluivert juga akan mendapat tambahan upaya PSSI untuk terus mencari pemain diaspora yang bermain di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Eropa (pemain grade A). Pemain-pemain kelas dunia ini dapat menjadi amunisi yang mumpuni bagi Indonesia untuk menghadapi laga krusial hingga 2027 nanti.

Pada pengenalan resmi dirinya kepada publik sebagai pelatih baru timnas Indonesia, Minggu (12/1/2025), di Jakarta, Kluivert menekankan strategi permainan menyerang dan mengandalkan penguasaan bola. Kluivert juga mengungkapkan menyukai formasi menyerang 4-3-3. Formasi ini bukan tidak mungkin bakal diterapkan saat menangani timnas Indonesia.

Namun, Kluivert juga mengungkapkan perlunya permainan yang dinamis. “Dalam sepak bola anda harus dinamis dan mengombinasikan banyak hal. Ketika bermain sepak bola, sistem bisa berubah," ungkap Kluivert.

Kluivert memilki sejumlah taktik permainannya. Berdasar data Transfermarkt, Kluivert lebih banyak menggunakan formasi permainan 4-2-3-1. Formasi 4-2-3-1 ini memainkan empat pemain bertahan, dua pemain gelandang bertahan, tiga pemain gelandang serang, dan seorang penyerang utama.

Penyerang Indonesia, Ragnar Oratmangoen, berduel untuk berebut bola dengan bek tengah Bahrain, Waleed al-Hayam, pada gim kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (10/10/2024), di Stadion Nasional Bahrain, Riffa. Kedua tim bermain imbang 2-2.

Apa formasi taktik pelatih Patrick Kluivert untuk timnas Indonesia?

Secara sederhana, formasi itu dapat juga diterjemahkan dengan cara memainkan empat pemain menyerang dan empat pemain bertahan dengan dua gelandang di tengah. Merujuk ESPN dan Opta Analyst,  kekhasan formasi ini, antara lain, ialah dalam hal pertahanan tengah dan daya gedor gelandang serang.

Formasi permainan ini memiliki lapis pertahanan tengah yang kuat. Keberadaan dua gelandang bertahan dapat melindungi bek tengah dari serangan cepat melalui tengah lapangan. Dengan menempatkan dua pemain di depan lini pertahanan dapat membantu memperlambat serangan lawan. Selain itu, ketika tim berada dalam tekanan lawan, keberadaan dua gelandang bertahan ini akan melapis pertahanan sehingga tim dapat bermain dengan lima pemain belakang.

Keberadaan dua gelandang bertahan juga memungkinkan bek tengah memiliki ruang di lini belakang untuk melakukan terobosan dengan cara memberikan distribusi bola panjang ke jantung pertahanan lawan. Adanya pelapis pertahanan dari gelandang bertahan juga membuat pemain bertahan sayap memiliki ruang gerak yang leluasa untuk bergerak maju. Saat bek sayap menyerang, gelandang bertahan akan melapis posisinya untuk melindungi pergerakannya.

Tak hanya di barisan pertahanan, formasi 4-2-3-1 juga memberi ruang gerak bagi gelandang serang untuk berkonsentrasi membantu serangan. Karena lini pertahanan sudah dibantu oleh gelandang bertahan, gelandang serang dalam formasi 4-2-3-1 ini dapat memfokuskan energi mereka untuk menyerang.

Pemain China, Jiang Guangtai (kedua kanan), dan pemain sayap Indonesia, Witan Sulaeman (kedua kiri), berebut bola pada laga penyisihan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Sepak Bola Pemuda Qingdao, China, Selasa (15/10/2024). China menang, 2-1.

Formasi tersebut menempatkan satu orang penyerang utama sebagai target umpan bola. Dengan tiga pemain penyerang di belakangnya, penyerang utama dapat mengandalkan umpan dari tiga gelandang serang di belakangnya. Salah satu pelatih asal Belanda yang menerapkan formasi ini ialah Ronald Koeman.

Koeman pernah menggunakan formasi taktik ini ketika melatih Barcelona pada musim 2020/2021. Sebagai penyerang utama, Koeman memilih Antoine Griezmann atau Luis Suarez. Tiga gelandang serang biasanya diisi Lionel Messi, Ousmane Dembele, Philippe Coutinho atau Pedri. Sedangkan posisi gelandang bertahan diberikan kepada Frenkie De Jong yang berduet dengan Sergio Busquets.

Sebagaimana Ronald Koeman, Patrick Kluivert juga merupakan mantan pemain Barcelona. Koeman dan Kluivert juga sama-sama pernah menjadi tim pelatih timnas Belanda. Taktik Koeman saat melatih Belanda dan Barcelona dengan formasi 4-2-3-1 dapat menjadi gambaran awal formasi Kluivert yang akan digunakan saat melatih timnas Indonesia.

Namun, untuk memaksimalkan formasi ini diperlukan sejumlah syarat pemain. Skema permainan ini memerlukan keberadaan pemain gelandang yang tangguh, baik gelandang bertahan maupun gelandang serang yang kreatif. Menemukan pemain yang tepat terutama untuk mengisi posisi gelandang, akan menjadi tantangan bagi Patrick Kluivert dalam membangun timnas Indonesia dua tahun ke depan. Agenda terdekat, lolos ke Piala Dunia 2026. (LITBANG KOMPAS)

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Andreas Yoga Prasetyo
 | 

Editor:

Yohan Wahyu
 | 

Infografik:

Dicky Indratno
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .