Paus Leo: Film Hibur Dunia yang Terluka

Di kampungnya ada Chicago Bulls, Paus Leo malah diberi kaus New York Knicks oleh sutradara Spike Lee.  Pemberian itu bagian dari pertemuan Paus dan penggiat film.

16 Nov 2025 10:00 WIB · Internasional

AP

Oleh Luki Aulia

VATIKAN, SABTU — Salah satu Perempuan Tercantik di Dunia dan pemeran Aragorn mendapat kesempatan istimewa berbincang dengan Paus Leo XIV. Kepada mereka, selain mengungkap film favoritnya, Paus juga mengungkap manfaat film sebagai penghibur dalam dunia yang kini dipenuhi luka dan derita.

Para penggiat sinema itu diterima di Istana Kepausan, Sabtu (15/11/2025). Mereka berbincang dengan Paus dan sejumlah petinggi Vatikan. Rombongan itu antara lain terdiri dari aktris dan model Italia, Monica Bellucci, yang pernah digelari salah satu Perempuan Tercantik di Dunia.

Rombongan juga terdiri dari Viggo Mortensen. Aktor Amerika Serikat keturunan Denmark itu antara lain dikenal atas perannya sebagai Aragorn dalam serial The Lord of The Ring.

Selain aktor dan aktris, ada sutradara dalam rombongan yang diterima Paus. Mereka antara lain Spike Lee, Gus Van Sant, dan Sally Potter.

Kepada mereka, Paus antara lain membahas film favoritnya. Film itu antara lain The Sound of Music karya Robert Wise, It’s a Wonderful Life karya Frank Capra, Ordinary People karya Robert Redford, dan Life Is Beautiful karya Roberto Benigni.

Dalam pertemuan itu, Paus Leo menekankan pentingnya para aktor dan sutradara film tetap melanjutkan karya mereka sebagai ”peziarah imajinasi” yang membantu membawa harapan. Para pembuat film juga perlu menceritakan dan menggambarkan ”luka dunia” kepada masyarakat serta merangkul suara-suara marjinal.

Kekerasan, kemiskinan, pengasingan, kesepian, kecanduan, dan perang yang terlupakan termasuk isu-isu yang perlu diakui dan dinarasikan dalam film. ”Sinema yang bagus tidak mengeksploitasi rasa sakit, tetapi mengenali dan mengeksplorasinya. Inilah yang telah dilakukan oleh semua sutradara hebat. Sinema lebih dari sekadar layar. Sinema adalah persimpangan antara hasrat, ingatan, dan pertanyaan,” kata Paus.

This photo taken and handout on November 15, 2025 by The Vatican Media shows Pope Leo XIV during an audience with artists from the world of cinema  in The Vatican. (Photo by Handout / VATICAN MEDIA / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / VATICAN MEDIA" - NO MARKETING - NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Bagi Paus Leo, sinema punya kekuatan menghibur, mendidik, dan menyatukan. Apalagi di tengah dunia yang sedang tak pasti dan beban digital yang membayangi dunia sinema. Berawal dari permainan cahaya dan bayangan, sinema menjadi perwujudan narasi yang mampu mengungkap pertanyaan-pertanyaan terdalam umat manusia.

Baginya, sinema bukan sekadar gambar bergerak, melainkan bisa menggerakkan harapan. Hampir 130 tahun setelah film pertama ditayangkan perdana di Paris pada tahun 1895, Paus Leo menyoroti pentingnya film yang berkelanjutan.

Beralih dari sekadar mengesankan penonton dengan efek visual, sinema menjadi ekspresi keinginan untuk merenungkan. Sinema menjadi sarana memahami kehidupan.

Film juga jadi perangkat menceritakan kebesaran dan kerapuhannya. Sinema pun untuk menggambarkan kerinduan akan keabadian. ”Masuk ke bioskop itu seperti melewati pintu imajinasi luas. Bahkan, rasa sakit pun dapat menemukan makna baru. Melalui seni, apa pun bisa terwujud,” ujar Paus.

Di bioskop, lanjut Paus Leo, dalam kegelapan dan keheningan itulah maka penglihatan menjadi lebih tajam, hati terbuka, dan pikiran menjadi reseptif terhadap hal-hal yang belum terbayangkan. Melalui karya film, para pembuat film bisa terhubung dengan orang-orang yang mencari hiburan, menyimpan kegelisahan di dalam hati, dan mencari makna, keadilan, serta keindahan.

Sinema membantu penonton merenungkan kehidupan mereka sendiri, melihat kompleksitas pengalaman mereka dengan sudut pandang baru, dan menelaan dunia seolah-olah untuk pertama kalinya. Pada akhirnya kemudian menemukan kembali sebagian harapan yang esensial bagi umat manusia dan hidup sepenuhnya.

”Sungguh menakjubkan melihat bahwa ketika cahaya magis sinema menerangi kegelapan, ia sekaligus menyalakan mata jiwa. Sungguh, sinema menggabungkan apa yang tampak sebagai hiburan belaka dengan narasi petualangan spiritual manusia,” kata Paus Leo.

Lembaga budaya seperti bioskop dan teater adalah ”jantung komunitas yang berdetak karena mereka berkontribusi untuk menjadikan mereka lebih manusiawi”. Karena pentingnya peran sinema, Paus Leo mengingatkan bahwa bioskop sedang berjuang untuk bertahan hidup. Ia berpesan agar ada upaya-upaya melindungi bioskop dan melestarikan pengalaman menonton film bersama.

Setelah pidato selama lima belas menit dan pemberkatan, Paus Leo kemudian menerima setiap hadirin secara bergantian.

This photo taken and handout on November 15, 2025 by The Vatican Media shows Pope Leo XIV meeting with actress Cate Blanchett, during an audience with artists from the world of cinema  in The Vatican. (Photo by Handout / VATICAN MEDIA / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / VATICAN MEDIA" - NO MARKETING - NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Cate Blanchett menjadi yang pertama berbicara dengan Paus. Blanchett memberikan gelang anyaman bentuk solidaritas untuk orang-orang yang telantar untuk Paus Leo.

Menurut Blanchett, Paus Leo mendorong para sineas untuk tetap berkarya dan menginspirasi orang lain. ”Apa yang dikatakan oleh Paus Leo ini seruan nyata bagi kita untuk tidak menghindar dari kisah-kisah yang sulit dan menyakitkan,” kata Blanchett yang juga mendedikasikan waktunya di UNHCR itu.

Bagi Blanchett, pernyataan-pernyataan Paus Leo sangat menginspirasi. Sebab, Paus memahami peran krusial sinema dalam melampaui batas dan mengeksplorasi subyek-subyek yang terkadang sulit dengan cara yang tidak memecah belah.

”Pembuatan film memang tentang hiburan. Namun, (produksi film) juga tentang mengikutsertakan suara-suara yang sering kali terpinggirkan dan tidak menghindar dari rasa sakit dan kompleksitas yang kita semua alami saat ini," ujarnya.

Sementara sutradara Spike Lee memberikan kaus basket New York Knicks bertuliskan ”Paus Leo 14”. Padahal, kampung halaman Paus adalah Chicago yang punya klub basket Chicago Bulls.

Pope Leo XIV meets with Spike Lee during an audience with and stars directors from the cinema at the Vatican, Saturday, Nov. 15, 2025. (Vatican Media Via AP)

Citra populer

Pertemuan para selebritas Hollywood dengan Paus Leo ini disebut Vatikan sebagai berkaitan dengan perayaan Yubileum Seniman. Pertemuan itu sekaligus pengingat bahwa dunia budaya sudah menjadi bagian dari tahun suci Gereja Katolik.

Di sisi lain, para pengamat menilai pertemuan ini juga bertujuan untuk mempromosikan Paus Leo sebagai tokoh yang populer dan memberikan citra positif bagi Gereja. Paus Leo yang baru menjabat sekitar enam bulan itu dianggap sebagai sosok yang lebih hati-hati dan rendah hati dibandingkan pendahulunya, mendiang Paus Fransiskus.

”Paus Leo tidak memiliki karisma yang sama dengan Paus Fransiskus yang selalu melontarkan pernyataan yang menarik. Paus Leo adalah pendengar yang baik, sangat pendiam, dan rendah hati. Ia punya daya tarik tersendiri, tetapi ia juga merupakan produk yang harus dibentuk,” kata koresponden untuk harian Nederlands Dagblad di Vatikan, Hendro Munsterman, kepada harian The Guardian.

Jannik Sinner dari Italia, kiri, berbagi momen ringan dengan Paus Leo XIV pada kesempatan pertemuan mereka di Vatikan, Rabu, 14 Mei 2025.

BBC menyebut, pertemuan Paus Leo dengan para selebritas ini cara Gereja Katolik untuk lebih terlibat dengan dunia luar. Ada sebagian umat Katolik yang merasa Paus Leo belum menunjukkan jejak yang jelas pada komunitas internasional.

Berbeda dengan Paus Fransiskus yang dikenal karismatik karena komentar-komentar spontan dan gestur-gestur dramatisnya, gaya Paus Leo jauh lebih tenang. Pertemuan dengan para selebritas Hollywood ini diharapkan bisa jadi ”tampilan barunya”.

Vatikan segera memperbaiki citra Paus Leo setelah terpilih pada Mei lalu. Baru beberapa hari bertugas, Paus Leo bertemu dengan petenis nomor 1 dunia asal Italia, Jannik Sinner (24), di Vatikan. Sinner memberikan raket tenis kepada Paus Leo sebelum menyerahkan bola dan memintanya untuk bermain.

Pada Juni lalu, Paus Leo juga menjamu Al Pacino dalam audiensi pribadi. Pekan lalu, Paus baru bertemu dengan penyanyi Italia, Laura Pausini.

”Vatikan memulainya dengan olahraga dan sekarang budaya. Ini cara menghubungkan Paus Leo dengan budaya populer. Saya kira itu langkah cerdas,” kata Severina Bartonitschek, koresponden Vatikan untuk kantor berita Katolik di Jerman, KNA.

Infografik Profil Paus Leo XIV

Bartonitschek menggambarkan audiensi kepausan sebagai kesempatan sempurna untuk mempromosikan hal-hal yang positif dari Vatikan untuk menjangkau pers dunia. Selama ini, sebagian pekerja pers cenderung lebih sering berfokus pada skandal gereja.

Mendekati para selebritas dunia untuk menyebarkan pesan-pesan seperti ini juga pernah dilakukan Vatikan semasa Paus Fransiskus. Pada Juni 2024, Paus Fransiskus audiensi dengan 100 komedian, termasuk Jimmy Fallon, Chris Rock, Julia Louis-Dreyfus, dan Stephen Merchant.

Mendiang Fransiskus mengajak mereka untuk menggunakan bakat humor mereka untuk menyebarkan tawa di tengah begitu banyak berita suram. Bahkan, pada kesempatan itu, ia memberi tahu mereka bahwa menertawakan Tuhan bukan penistaan.

Paus Fransiskus juga bertemu banyak bintang Hollywood dan selebritas lain selama 12 tahun masa kepausannya. Orang yang pernah ditemui mendiang Fransiskus termasuk Leonardo DiCaprio, Angelina Jolie, dan Bono.

Sutradara Italia-Amerika, Martin Scorsese, juga punya hubungan dekat dengan Gereja Katolik. Ia sedang membuat film yang menampilkan percakapan antara dirinya dan Paus Fransiskus, termasuk wawancara mendalam terakhir mendiang Paus di depan kamera. (REUTERS/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan