Paus Leo XIV mengatakan, serangan Israel ke Jalur Gaza ”dibayar sangat mahal” oleh anak-anak, orang tua, dan mereka yang sakit dan menderita.
21 Mei 2025 18:57 WIB · Internasional
VATIKAN, RABU — Paus Leo XIV kembali mengungkapkan keprihatinannya soal Jalur Gaza. Dalam audiensi umum pertama di Alun-alun Santo Petrus, Vatikan, Rabu (21/5/2025), Paus menyebut situasi di Jalur Gaza ”semakin mengkhawatirkan dan menyedihkan”.
Untuk itu Paus mendesak Israel untuk membuka pintu untuk arus bantuan kemanusiaan ke Gaza. ”Saya kembali memohon dengan sungguh-sungguh, (agar Israel) mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan dan mengakhiri permusuhan,” kata Paus Leo XIV.
Di depan ribuan umat yang berkumpul di Alun-alun Santo Petrus, Paus mengatakan, serangan Israel ke Gaza ”dibayar sangat mahal” oleh anak-anak, orang tua, dan mereka yang sakit dan menderita. Sebagaimana diketahui, puluhan ribu warga Palestina di Gaza tewas dalam serangan yang dilancarkan Israel sejak Oktober 2023. Sebagian besar korban adalah anak-anak dan perempuan.
Desakan Paus Leo XIV diserukan sehari setelah Inggris dan sejumlah negara Eropa mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel. Inggris, misalnya, menghentikan sementara pembahasan perdagangan bebas dengan Israel.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/21/31af7d8f0942710742625887a2ab6b3b-BRITAIN_ISRAEL_PALESTINIANS_CONFLICT_DIPLOMACY_TRADE_129916239.jpg)
Sebagaimana pendahulunya, Paus Fransiskus, Paus Leo XIV juga memberi perhatian serius pada isu Gaza. Sejak awal duduk di Takhta Suci Vatikan, Paus Leo XIV telah berulang kali menyebut Gaza, baik dalam pidato maupun homilinya. Salah satunya, pada Minggu 11 Mei lalu, Paus menyerukan gencatan segera di Gaza dan pembebasan semua warga Israel yang disandera kelompok Hamas di Gaza.
Mendiang Paus Fransiskus dalam dua tahun terakhir juga semakin kritis terhadap aksi militer Israel. Pada Januari lalu, Paus Fransiskus menyebut situasi di Jalur Gaza ”sangat serius dan memalukan”.
Dua bulan sebelumnya, Paus Fransiskus dengan terbuka menyarankan agar komunitas internasional mengkaji tentang kemungkinan terjadinya genosida terhadap rakyat Palestina. Ketidakhadiran pejabat tinggi Israel dalam pemakamannya menyiratkan ”gentingnya” relasi kedua negara.
Namun, saat Paus Leo XIV dilantik pada Minggu (18/5/2025), Presiden Israel Isaac Herzog hadir. Ia ada di antara tamu negara Vatikan. Delegasi lain yang terdiri atas 13 pejabat Yahudi juga mengambil bagian dalam misa tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/21/60132f83a3cdeae24438c5ab1732c09b-Israel_Palestinians_Pope_129258652.jpg)
Senin lalu, otoritas Israel mengklaim telah mengizinkan arus bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza. Namun, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, jumlah yang diizinkan masuk tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Palestina di Gaza.
Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric mengatakan, pada Selasa malam bantuan telah memasuki Gaza. Namun, para pekerja tidak dapat membawanya ke lokasi warga yang paling membutuhkan. Mereka kehabisan waktu karena tentara Israel memaksa mereka memuat ulang pasokan itu ke truk terpisah.
Selama 11 minggu terakhir, Israel telah menutup arus bantuan kemanusiaan ke Gaza. Israel mengatakan bahwa blokade yang mereka terapkan ditujukan sebagai upaya untuk mencegah militan Palestina mengalihkan dan menyita pasokan bantuan. Namun, kelompok Hamas membantah tuduhan itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/21/1cffa54f501e5ba293869df57dd32269-Israel_Palestinians_129924309.jpg)
Sejumlah lembaga kemanusiaan, termasuk lembaga-lembaga di bawah PBB, mengatakan, blokade total itu telah memicu kekurangan makanan dan obat-obatan di Gaza. Sebaliknya, dalam situasi seperti itu, Israel justru meningkatkan intensitas serangannya atas Gaza. Situasi inilah yang kian membuat komunitas internasional prihatin dan lantas balik menekan Israel.
Terkait Gaza, Presiden Palestina Mahmoud Abbas memuji sikap komunitas internasional atas blokade Israel. ”Kami tegaskan kembali sambutan kami atas pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh para pemimpin Inggris, Perancis, dan Kanada, serta atas posisi negara-negara Uni Eropa, pernyataan bersama negara-negara donor, dan pernyataan Komite Menteri Arab-Islam tentang masalah ini,” kata Abbas dalam sebuah pernyataan.
”Mereka semua menolak kebijakan blokade, kelaparan, pengungsian, dan perampasan tanah,” ujarnya.
(AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Bonifasius Josie Susilo HEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar