Nasaruddin Umar berharap komitmen atas Deklarasi Istiqlal terus terbangun dan terjalin dengan baik dalam kepemimpinan Paus Leo XIV untuk dunia yang lebih humanis.
09 Mei 2025 13:49 WIB · Humaniora
JAKARTA, KOMPAS — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat atas terpilihnya Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik dunia dengan nama kepausan Paus Leo XIV. Nasaruddin juga mengapresiasi pesan universal yang disampaikan Paus Leo XIV dalam pidato perdananya.
”Pesan damai sejahtera dari Paus Leo XIV dalam pidato perdananya patut kita apresiasi. Ini merupakan pesan universal yang harus kita upayakan bersama agar kehidupan dunia ini semakin damai di masa mendatang,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya, Jumat (9/5/2025).
Selain pesan universal tersebut, Nasaruddin juga mengapresiasi Paus Leo XIV yang berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan mendiang Paus Fransiskus. Selama ini, Paus Fransiskus dinilai telah melakukan berbagai upaya dan mengukir banyak catatan baik dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia dan persaudaraan sejati.
Kepedulian Paus Fransiskus terhadap persaudaraan salah satunya ditunjukkan melalui penerbitan ensiklik Fratelli Tutti. Ensiklik yang diterbitkan di Assisi, Italia, ini berbicara tentang persaudaraan dan persahabatan sosial. Assisi sendiri merupakan kota di mana para pemimpin agama biasa berkumpul untuk mengadakan dialog antaragama.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/09/3e821ec7-3859-467c-930f-8209ad93c69a_jpg.jpg)
Pada tahun 2019, Paus Fransiskus juga bertemu dengan Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed al-Tayeb di Uni Emirat Arab dan menandatangani Deklarasi Abu Dhabi.
Deklarasi yang merupakan dokumen persaudaraan manusia untuk perdamaian dunia dan hidup berdampingan ini berupaya mendorong hubungan lebih kuat antar-umat manusia.
Pesan damai sejahtera dari Paus Leo XIV dalam pidato perdananya patut kita apresiasi. Ini merupakan pesan universal yang harus kita upayakan bersama agar kehidupan dunia ini semakin damai di masa mendatang.
Kemudian dalam kunjungan ke Indonesia pada September 2024, Paus Fransiskus juga telah menandatangani deklarasi bersama Nasaruddin Umar yang saat itu merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal. Deklarasi tersebut berjudul Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 Meneguhkan Kerukunan Umat Beragama untuk Kemanusiaan.
Deklarasi Istiqlal lahir sebagai diplomasi lintas iman yang berfokus pada isu kemanusiaan dan pelestarian lingkungan. Deklarasi ini menegaskan bahwa nilai-nilai agama adalah sumber solusi atas tantangan global, seperti dehumanisasi, perubahan iklim, dan ketimpangan sosial.
”Kami berharap komitmen atas Deklarasi Istiqlal akan terus terbangun dan terjalin dengan baik dalam kepemimpinan Paus Leo XIV untuk dunia yang lebih humanis, alam yang makin lestari, serta kohesi sosial yang makin kuat dan tidak timpang,” tutur Nasaruddin.
Paus Leo XIV terpilih menjadi Paus ke-267 dalam proses konklaf yang berlangsung sejak 7 Mei 2025. Dia terpilih menjadi pemimpin Gereja Katolik baru menggantikan Paus Fransiskus yang meninggal dunia pada 21 April 2025 akibat stroke dan serangan jantung.
Leo XIV dipilih sebagai nama kepausan untuk menghormati dua tokoh besar gereja, yakni Leo I yang berani dan Leo XIII yang dikenal sebagai reformis sosial. Dengan pilihan nama itu, Paus akan memprioritaskan isu-isu keadilan sosial sekaligus menandakan kesinambungan kuat dengan pelayanan global mendiang Paus Fransiskus.
Setelah terpilih, Paus Leo XIV menyapa dunia untuk pertama kalinya dari balkon Basilika Santo Petrus di Vatikan dengan pesan utama, yakni damai untuk semua. Dalam pidato perdananya, Paus juga mengajak seluruh umat membuka hati bagi perdamaian sejati.
Harapan bagi Paus Leo XIV dalam melanjutkan perjuangan Paus Fransiskus juga diutarakan Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom. Perjuangan mewujudkan persaudaraan kemanusiaan akan berpengaruh postif bagi peradaban dunia, terutama dengan kemajemukan masyarakat seperti Indonesia.
”Saya berharap beliau meneruskan jejak Paus Fransiskus yang sangat menekankan persaudaraan kemanusiaan di tengah dunia yang makin tercabik-cabik oleh ragam kepentingan. Beliau juga memiliki fokus atas masalah lingkungan yang makin mengancam kehidupan kita,” ucapnya.
Gultom memandang, pengalaman Paus Leo XIV di Peru dan Amerika Selatan akan memiliki pengaruh kuat pada masalah kemiskinan dan ketidakadilan. Kekuatan ini diharapkan memberi inspirasi baru bagi gereja untuk berjuang keras menata dunia yang lebih baik.
Ia berharap, ceramah dari Paus Leo XIV bisa menjangkau kelompok-kelompok lebih luas dengan cara berbeda dan sesuai dengan kebutuhan zaman, seperti kaum muda, orang miskin, dan politisi. Terpilihnya Paus Leo XIV juga diharapkan mendorong gereja lebih menaruh perhatian pada kelompok-kelompok marjinal.
Penulis:
Pradipta Pandu MustikaEditor:
Evy RachmawatiPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .