TAKHTA SUCI

Paus Leo XIV: Menang Tanpa Jalan Kekerasan

Paus LeoXIV menegaskan bahwa kekuatan sejati adalah mewujudkan perdamaian bagi umat manusia. Kekuatan sejati tidak memaksakan gagasan, tetapi membuka ruang dialog.

05 Apr 2026 20:00 WIB · Internasional

AFP/Andreas Solaro

Oleh Iwan Santosa

VATIKAN, MINGGU — Seusai memimpin Misa Minggu Paskah, Minggu (5/4/2026), Paus Leo memberikan berkat untuk Kota dan Dunia (Urbi et Orbi) di hadapan ribuan umat yang memadati Alun-Alun Santo Petrus, Vatikan. Dalam pesannya, Paus kembali menegaskan ajakan untuk membangun perdamaian.

”Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya,” kata Paus Leo XIV. ”Biarlah mereka yang memiliki kekuatan untuk berperang, memilih perdamaian.” Paus memimpin Misa Paskah di Basilika Santo Petrus pada pukul 08.30 dan memberikan berkat serta doa Urbi et Orbi pukul 10.00 waktu setempat.

Dalam perayaan Paskah ini, Paus pun mengajak umat menanggalkan keinginan berkonflik, mendominasi, dan berkuasa. ”Mari kita meminta kepada Tuhan agar dianugerahi perdamaian di tengah dunia yang dikoyak perang dan tak berdaya menghadapi kejahatan,” kata Paus.

Sebelumnya, saat memimpin Misa Minggu Paskah, Paus kembali mengajak meneladan Yesus Kristus ”yang menang” tanpa melalui jalan kekerasan. Yesus, menurut Paus, berjuang untuk keselamatan manusia melalui jalan dialog dan kasih. Ia merendahkan diri demi membebaskan manusia dari perbudakan dosa.

”Kekuatan yang digunakan Kristus bukanlah kekerasan. Itu seperti benih gandum yang ditabur ke tanah, mati, perlahan mengakar, tumbuh, dan menghasilkan bulir gandum. Demikian pula hati manusia, yang ketika terluka tetapi mampu menolak balas dendam dan dengan penuh belas kasih mendoakan pihak yang menyakitinya,” kata Paus.

Paus Leo XIV memberkati seorang bayi di lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (5/4/2026). Paus Leo mengingatkan perdamaian adalah wujud dari kekuatan sejati yang mampu memberi ruang bagi perbedaan dan membangun masa depan bersama umat manusia. Pope Leo XIV blesses a baby presented to him from the popemobile after the Easter Mass as part of the Holy Week celebrations, at St Peter's square in the Vatican on April 5, 2026. (Photo by Andreas SOLARO / AFP)

Menurut Paus, dalam hidup sehari-hari, perdamaian adalah kekuatan sejati yang mendorong hubungan yang saling menghormati, baik antarmanusia, keluarga, masyarakat, maupun antarbangsa. Kekuatan sejati itu tidak untuk mencari keuntungan pribadi belaka, tetapi kebaikan bersama. Kekuatan tersebut juga tidak memaksakan gagasannya sebagai yang benar pada yang lain, tetapi justru duduk berdialog membangun rencana bersama.

Paus kembali mengingatkan, pesan kebangkitan Kristus adalah tahapan baru bagi kemanusiaan. Kebangkitan Kristus itu adalah wujud seseorang masuk ke Tanah Perjanjian secara batiniah. Di alam batin tersebut, keadilan, perdamaian, dan kebebasan terwujud. Di sana sesama manusia menghargai satu sama lain sebagai saudara dan saudari. Mereka menjadi satu keluarga dari Tuhan yang sejatinya penuh kasih, kehidupan, dan terang.

Paus menjelaskan, damai yang diberikan Kristus bukan sekadar berhentinya tembakan senjata, melainkan perubahan sikap hati dalam memandang sesama. ”Mari mendengar seruan hati nurani kita yang rindu akan perdamaian,” ujar Paus.

Dalam Misa Malam Paskah kemarin di Vatikan, Paus mengingatkan Dunia Baru yang damai dan bersatu. Paus menentang perpecahan akibat perang dan terbelahnya umat manusia dan berbagai bangsa.

Matahari mengintip dari balik potret Paus Leo XIV sebelum kedatangannya di Rumah Sakit Psikiatri Salib di kota Jal el-Dib, utara Beirut, Lebanon, Selasa (2/12/2025).


AP/Hassan Ammar

Dosa

Sabtu (4/4/2026), dalam bacaan Kitab Suci saat misa malam Paskah, Paus mengatakan, dosa adalah tembok penghalang manusia dari Tuhan. Dosa menghalangi firman Tuhan dari manusia. Batu kubur Kristus diumpamakan Paus sebagai dosa yang menghalangi manusia dari Tuhan. Setelah batu digulingkan, Kristus bangkit. Sepintas lalu sepertinya batu tidak mungkin disingkirkan.

”Dosa seperti batu penghalang membebani hati manusia seperti ketidakpercayaan, rasa takut, egois, dan kebencian serta pergumulan diri, terputusnya hubungan manusia karena perang, ketidakadilan, dan terasingnya sesama manusia dan antarbangsa,” kata Paus.

Paus Leo XIV menyambut umat yang berkerumun mengikuti Misa Paskah di Lapangan Santo Petrus, Minggu (5/4/2026). Paus Leo kembali mengingatkan pentingnya perdamaian dan kekuatan sejati berwujud dalam situasi damai dan dialog antar manusia serta antar bangsa. Pope Leo XIV greets the faithful at the end of Easter Mass he presided over in St. Peter's Square at the Vatican, Sunday, April 5, 2026. (AP Photo/Andrew Medichini)

”Janganlah kita dilumpuhkan karena kondisi tersebut,” ujar Paus. Dia mengimbau umat untuk berkomitmen agar hadiah Paskah berupa harmoni dan perdamaian tumbuh di mana saja di seluruh dunia.

Berlanjutnya serangan AS-Israel ke Iran yang memasuki bulan kedua serta perang Rusia di Ukraina membuat Paus kembali menyerukan dihentikannya kekerasan. Pada Misa Minggu Palma, pekan lalu, dia mengingatkan bahwa Tuhan tidak mendengar doa orang yang memicu perang. Tuhan juga tidak membenarkan kekerasan mereka.

Seperti tradisi sebelumnya, Paus juga membaptis 10 orang dewasa dari berbagai penjuru dunia.

Dalam Pekan Suci pertama Paus Leo XIV, Paus seorang diri memanggul salib melalui 14 stasi Jalan Salib untuk mengenang penderitaan dan pengorbanan Kristus pada Jumat Agung. Paus juga membasuh kaki 12 rohaniwan dalam Misa Kamis Suci. Sebelumnya semasa Paus Fransiskus, Paus membasuh kaki orang kebanyakan, termasuk narapidana, hingga warga non-Kristiani.

Paus Leo berulang kali menyerukan perdamaian Timur Tengah. Bahkan, secara khusus dalam Misa Minggu Palma, 29 Maret lalu, Paus mendesak Presiden AS Donald Trump segera mencari jalan keluar damai. (Reuters/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar