Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Global Saat Hari Natal

Paus berharap dalam satu hari saja, selama 24 jam, ada perdamaian di seluruh dunia. Namun, sepertinya harapan Paus sulit terwujud.

24 Des 2025 12:01 WIB · Internasional

AP Photo/Gregorio Borgia

Oleh Fransisca Romana Ninik W

VATIKAN, RABU — Di tengah sejumlah konflik yang masih mendera dunia, Paus Leo XIV menyerukan gencatan senjata tepat pada Hari Natal. Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma itu berharap, dalam satu hari saja ada perdamaian di seluruh penjuru dunia.

”Saya kembali meminta kepada semua orang yang memiliki niat baik agar menghormati satu hari perdamaian, setidaknya saat kelahiran Juru Selamat kita,” kata Paus Leo kepada para wartawan di kediamannya di Kastil Gandolfo dekat Roma, Italia, Selasa (23/12/2025) malam waktu setempat atau Rabu (24/12/2025) pagi waktu Indonesia.

Umat Katolik di seluruh dunia merayakan kelahiran Yesus Kristus pada 25 Desember. Hingga akhir tahun 2025 ini, perang antarnegara dan konflik di sejumlah negara masih berkobar.

Perang Ukraina-Rusia, pertempuran di perbatasan Kamboja-Thailand, dan perang saudara di Sudan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sementara di Jalur Gaza, Israel tetap melancarkan sejumlah serangan ke wilayah Palestina meskipun gencatan senjata dengan Hamas sudah disepakati.

”Saya berharap mereka akan mendengarkan dan akan ada 24 jam perdamaian di seluruh dunia,” ujar Paus Leo.

Pope Leo XIV talks to journalists as he leaves the Castel Gandolfo residence to head to the Vatican, Tuesday, Dec. 23, 2025. (AP Photo/Gregorio Borgia)

Namun, harapan itu tampaknya sulit terwujud. Sebab, menurut Paus, Rusia menolak untuk memberlakukan gencatan senjata saat Natal. ”Di antara hal-hal yang membuat saya sangat sedih adalah Rusia tampaknya menolak permintaan gencatan senjata ini,” katanya.

Pertempuran di garis depan Ukraina masih berlangsung sengit. Pada Selasa, Ukraina menarik pasukan dari sebuah kota di wilayah timur setelah bertempur melawan pasukan Rusia.

Sampai saat ini tidak ada tanda-tanda terobosan penghentian perang meskipun para pejabat dari Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat bertemu beberapa kali. Paus Leo pada awal bulan ini bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Ditanya wartawan apakah Paus menerima undangan Zelenskyy untuk mengunjungi Ukraina, ia menjawab, ”Saya harap begitu.” Namun, Paus juga mengingatkan, tidak mungkin memastikan kapan kunjungan semacam itu bisa dilakukan.

Paus menambahkan, mencari perdamaian di Ukraina tanpa keterlibatan diplomatik Eropa ”tidak realistis”. Paus pun memperingatkan bahwa rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berisiko menyebabkan ”perubahan besar” dalam aliansi transatlantik.

Khusus soal konflik di Timur Tengah, Paus berharap pembicaraan damai semakin maju. Saat ini fase kedua gencatan senjata Hamas-Israel masih dibahas.

Vatican News menyebutkan, Paus mengenang kunjungan Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Jerusalem, ke Gaza beberapa hari lalu. Paus juga menghubungi pastor Gabriel Romanelli, pastor Gereja Keluarga Kudus di kota Gaza.

People pose for a picture in Manger Square in the West Bank city of Bethlehem, Tuesday, Dec. 16, 2025. (AP Photo/Mahmoud Illean)

”Mereka berusaha merayakan pesta Natal di tengah situasi yang masih sangat genting. Mari kita berharap kesepakatan damai terus maju,” kata Paus.

Semangat Natal muncul kembali di Bethlehem, Tepi Barat, setelah dua tahun perayaan Natal di kota kelahiran Yesus itu tenggelam akibat perang Hamas-Israel di Gaza. Pesta penyalaan pohon natal akhirnya digelar lagi.

Sejak pecah perang pada Oktober 2023, tidak ada perayaan penyalaan pohon natal tradisional, pertunjukan musik, hingga dekorasi yang meriah di Bethlehem. Apalagi seiring perang di Gaza, terjadi pula serangan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.  

Alun-alun Bethlehem kembali meriah dengan pohon natal yang menyala terang, dihiasi bola-bola merah dan emas. Suasana semakin meriah dengan lagu-lagu Natal yang dinyanyikan paduan suara dan kelompok musik.

Selain di Palestina, konflik juga masih membayangi perayaan Natal di Lebanon. Di wilayah selatan negara itu, Israel kerap melancarkan serangan dengan alasan menyasar Hizbullah.

Laporan Deutsche Welle, Rabu, menyebutkan, di Lebanon selatan, suasana Natal berbeda dari desa ke desa. Di Desa Yaroun, misalnya, keluarga-keluarga menyambut Natal di tengah reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan Israel.

Sementara di Desa Rmeish, yang tidak tersentuh pertempuran, warga menikmati persiapan Natal seperti biasa. Warga di kedua komunitas itu mengungkapkan kesedihan mereka atas kehancuran akibat perang, serta menyerukan solidaritas dan keamanan bagi semua orang.

Setelah menyerukan gencatan senjata global, Paus Leo kemudian mengajak semua orang untuk merenungkan hakikat kehidupan manusia dan nilai-nilai kemanusiaan. ”Tuhan menjadi manusia seperti kita untuk menunjukkan apa makna sejati menjalani kehidupan,” kata Paus.

Paus Leo juga mendoakan agar penghormatan terhadap kehidupan tumbuh kembali di setiap momen keberadaan manusia. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan