Pelatih untuk tim nasional bulu tangkis Indonesia akan dipilih melalui seleksi. PP PBSI membuka pendaftaran untuk pelatih di dalam dan luar negeri.
03 Des 2024 21:46 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS—Memilih pelatih untuk pemusatan latihan nasional bulu tangkis menjadi tugas pertama dan mendesak yang harus dilakukan PP PBSI periode 2024-2028. Apalagi, kerja sama dengan para pelatih yang bertugas di Pelatnas Cipayung, Jakarta, akan segera berakhir dan turnamen pertama pada 2025 berlangsung pada pekan kedua Januari.
Pemilihan untuk pelatih teknik itu akan dilakukan secara berbeda, yaitu dengan membuka pendaftaran bagi para pelatih di dalam dan luar negeri, termasuk para pelatih pelatnas yang masa kerjanya akan selesai pada akhir Desember. Pemilihan ini menjadi tugas pertama PBSI 2024-2028 yang dipimpin Ketua Umum Fadil Imran dan baru dilantik pada 30 November.
Seperti dikatakan Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja, melalui rilis yang disampaikan pada Selasa (3/12/2024), PBSI membuka undangan seleksi untuk menjadi pelatih teknik pada lima nomor, yaitu tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran. Dengan menggunakan proses tersebut, pelatih di dalam dan luar negeri bisa mendaftar dengan melampirkan berbagai persyaratan melalui surat elektronik dengan alamat [email protected] pada 3 hingga 9 Desember.
Seperti disebutkan dalam laman resmi PBSI, kualifikasi yang harus dipenuhi kandidat, di antaranya, pengalaman melatih dalam struktur tim nasional selama lima tahun, diutamakan memiliki kualifikasi BWF Level 2 atau sertifikat keikutsertaan dalam ajang multicabang. Para pendaftar harus memiliki bukti rekam jejak keberhasilan mengembangkan atlet di level utama serta memiliki pemahaman tentang perencanaan dan periodisasi kompetisi bulu tangkis dunia.
Kami ingin semuanya diawali dengan baik. Kebetulan, kontrak para pelatih yang sekarang akan selesai pada akhir Desember, sementara turnamen Malaysia Terbuka 2025 dimulai pada 7 Januari.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/12/06/326b64c0-028d-4a10-979f-12836243030e_jpg.jpg)
Pemilihan pelatih, yang berlangsung dalam empat tahap dan akan diumumkan pada 17 Desember ini, melibatkan konsultan pengembangan sumber daya manusia Dayalima Recruitment dalam menyusun kriteria dan metode penilaian berdasarkan permintaan dari pengurus PBSI. Pengurus yang bertanggung jawab dalam pemilihan pelatih ini adalah Wakil Ketua Umum I Taufik Hidayat, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Eng Hian, dan Pelatih Kepala Mulyo Handoyo.
”Kami ingin semua diawali dengan baik. Kebetulan, kontrak para pelatih yang sekarang akan selesai pada akhir Desember, sementara turnamen Malaysia Terbuka 2025 dimulai pada 7 Januari. Nantinya target kinerja berserta hak dan kewajiban masing-masing pihak akan dituangkan di dalam kontrak profesional,” kata Ricky.
Pemain ganda putra peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 (bersama Rexy Mainaky) itu memastikan, semua kandidat pelatih akan diperlakukan sama. ”Ini bagian dari upaya kami untuk meningkatkan transparansi dan profesionalisme,” katanya.
Eng Hian menambahkan, selain ingin menunjukkan transparansi, seleksi terbuka untuk pelatih juga membuka kemungkinan mendapatkan pelatih yang selama ini belum tersambung dengan PP PBSI. Mantan atlet ganda putra ini juga menyebutkan terbukanya kemungkinan mendapat pelatih asing.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/03/28/e08fdde5-21d6-459b-942e-bc94d910dce8_jpg.jpg)
”Kami membutuhkan pelatih yang didapat dari proses yang baik sejak awal dan kontrak yang transparan. Dengan demikian, pelatih diharapkan bisa bekerja dengan tenang dan fokus demi prestasi atlet. Apalagi, tantangan ke depan semakin berat karena persaingan semakin keras,” ujar Eng Hian yang menjadi pelatih ganda putri pelatnas sejak 2014.
Beratnya tantangan seperti yang disebutkan Eng Hian tergambar dari menurunnya prestasi bulu tangkis Indonesia. Untuk pertama kalinya bulu tangkis tidak menyumbangkan medali di ajang Asian Games ketika ajang multicabang antara negara-negara Asia itu berlangsung di Hangzhou pada 2023 (mundur setahun karena pandemi Covid-19).
Di Olimpiade Paris 2024, skuad bulu tangkis ”Merah Putih” terselamatkan oleh Gregoria Mariska Tunjung yang mendapat perunggu dari tunggal putri. Gregoria adalah salah satu dari hanya dua wakil yang lolos ke perempat final selain Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Adapun empat wakil lain dari tunggal putra, ganda putri, dan ganda campuran tersingkir pada penyisihan grup.
Pada persaingan perorangan dalam level tertinggi, pebulu tangkis Indonesia tak kebagian gelar dari tiga edisi terakhir Kejuaraan Dunia. Rangkaian rekam jejak tersebut membuat PBSI 2024-2028 memiliki tugas berat untuk target tertinggi, membawa kembali emas dari ajang Olimpiade yang akan berlangsung di Los Angeles, AS, pada 2028.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/12/1adc806b-00b3-4ca0-b0f3-2c2deda8c58d_jpg.jpg)
Tanggung jawab pelatih teknik:
1. Menyeleksi, memantau, dan menyiapkan atlet pelatnas untuk bertanding di ajang regional dan internasional sesuai sektor.
2. Merancang, mengoordinasikan, dan menerapkan program pelatihan untuk atlet pelatnas sesuai sektor.
3. Menyusun peta jalan dan strategi atlet di ajang regional dan internasional.
4. Membangun motivasi, ketangguhan mental, dan budaya untuk mencapai prestasi tertinggi.
5. Memastikan kolaborasi dengan tim pendukung untuk mendukung performa optimal atlet.
6. Memantau kinerja atlet melalui evaluasi dan asesmen secara berkala dan komprehensif dengan parameter yang terukur.
7. Menyediakan laporan kemajuan secara tepat waktu dan mendalam kepada Kepala Pelatih dan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi.
Kualifikasi:
1. Pengalaman melatih dalam struktur tim nasional minimal lima tahun.
2. Diutamakan memiliki kualifikasi BWF Level 2 atau sertifikat keikutsertaan dalam ajang multievent.
3. Memiliki bukti rekam jejak keberhasilan mengembangkan atlet di turnamen utama.
4. Memiliki pemahaman tentang perencanaan tahunan dan periodisasi dalam kompetisi bulu tangkis dunia.
5. Memiliki kepemimpinan untuk membangun lingkungan pelatihan yang memotivasi, wawasan strategis, serta pemahaman mengenai penerapan teknologi dan sains olahraga.
6. Kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang baik untuk membangun kerja sama tim yang solid dengan atlet, pelatih lain, dan tim pendukung dengan pendekatan kepemimpinan yang positif.
7. Memiliki komitmen untuk terus memperbarui keahlian melalui pelatihan atau sertifikasi lanjutan.
Tahap seleksi:
3-9 Desember 2024: Pengumpulan dokumen (surat lamaran, CV, portofolio, sertifikat BWF, dan bukti pencapaian)10-12 Desember 2024: Seleksi administratif. Yang lolos akan diundang untuk mengikuti tahap selanjutnya.13-14 Desember 2024: Wawancara dan asesmen oleh konsultan independen15-16 Desember 2024: Penilaian dan evaluasi kemampuan kepemimpinan dan komunikasi17 Desember 2024: Pengumuman
(Sumber: pbsi.id)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji Dewabrata