Pentagon tampaknya sangat marah atas kritik Paus Leo XIV kepada Presiden Trump selama perang AS-Israel kepada Iran. Rencana kunjungan Paus ke AS batal.
09 Apr 2026 20:05 WIB · Internasional
AFP/FILIPPO MONTEFORTE
BUDAPEST, KAMIS — Sikap antiperang Paus Leo XIV membuat sejumlah pejabat Amerika Serikat menunjukkan respons bermusuhan kepada Vatikan. Alhasil, rencana kunjungan pemimpin Vatikan itu ke AS pada Juli mendatang batal.
Perang Ukraina-Rusia dan perang AS-Israel terhadap Iran membuat Paus Leo XIV berulang kali menyerukan pernyataan antiperang. Menurut The Free Press, aksi itu membuat pejabat-pejabat senior Pentagon menceramahi Duta Besar Vatikan untuk AS waktu itu, Kardinal Christophe Pierre. Hal itu terjadi pada Januari lalu. Pada Rabu (8/4/2026) waktu setempat, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan akan menyelidiki laporan tersebut.
”Saya sebenarnya ingin berbicara dengan Kardinal Christophe Pierre dan, terus terang, dengan orang-orang kami, untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saya pikir selalu merupakan ide yang buruk untuk memberikan pendapat tentang cerita yang belum dikonfirmasi dan tidak didukung bukti, jadi saya tidak akan melakukannya,” kata Vance saat berada di Hongaria, menurut Newsweek.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/04/09/3a9ccd65-8687-4462-831d-de4f181cc955_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/14/0bb3234b-ddc7-47ba-85db-fa0c20ff924f_jpg.jpg)
Vance baru menjadi umat Katolik pada tahun 2019. Dia baru menulis buku tentang perjalanan imannya tersebut.
Newsweek menghubungi Vatikan untuk meminta komentar melalui surel pada Rabu sore. Sementara itu, juru bicara Departemen Pertahanan mengatakan, pemberitaan Free Press ”sangat dilebih-lebihkan dan diputarbalikkan”.
”Pertemuan antara pejabat Pentagon dan Vatikan adalah diskusi yang penuh hormat dan masuk akal. Kami sangat menghargai dan menyambut dialog berkelanjutan dengan Takhta Suci,” ujar jubir tersebut.
Terlepas dari sifat pertemuan tersebut, pemanggilan pejabat Vatikan oleh Pemerintah AS ke Pentagon adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada saat itu, Pierre adalah Nunsiatur Apostolik di AS, diplomat utama Vatikan untuk Washington DC. Dia pensiun sejak Maret 2026.
Menurut laporan Free Press, sebuah pertemuan tertutup antara pejabat Pentagon dan Vatikan berlangsung pada Januari 2026. Informasi ini didukung oleh jurnalis independen Christopher Hale yang menulis ”Letters from Leo” di Substack.
Kepada Kardinal Christophe Pierre, para pejabat tersebut dilaporkan mengkritik pidato Paus Leo XIV. Pentagon tampaknya sangat marah atas pertanyaan Paus terkait Doktrin Donroe, versi pembaruan Doktrin Monroe oleh Presiden AS Donald Trump yang menyerukan agar AS mendominasi Belahan Barat.
Selain itu, mereka mengatakan, diplomasi melalui dialog untuk mencapai konsensus di antara semua pihak telah tergantikan oleh diplomasi berbasis kekuatan, baik oleh individu maupun kelompok sekutu. Vatikan perlu mendukung kebijakan pemerintahan Trump.
”Amerika memiliki kekuatan militer untuk melakukan apa pun yang diinginkannya di dunia, Gereja Katolik sebaiknya memihak Amerika,” ucap Wakil Menteri Perang untuk Kebijakan Elbridge Colby dan rekan-rekannya kepada sang kardinal.
Seorang pejabat Pentagon bahkan dilaporkan mengambil contoh peristiwa pada abad ke-14. Selama periode Kepausan Avignon, monarki Perancis menggunakan kekuatan militer untuk menekan Paus. Langkah itu menjadi cara untuk mengingatkan bahwa otoritas Gereja pernah tunduk pada kekuasaan politik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/07/8829c915-7571-48ca-82b8-8e489d3fc289.jpg)
Alhasil, para pejabat Vatikan kaget dan khawatir saat mendengar pernyataan tersebut, dilaporkan 9News. Rencana Paus Leo XIV untuk berkunjung ke AS pun lantas ditunda tanpa batas waktu.
Berbagai laporan menyatakan, Paus Leo XIV mendapat undangan ke AS sebagai bagian dari perayaan ulang tahun negara itu yang ke-250. Undangan ini sudah ditolak, menurut Independent.
Seorang pejabat Vatikan mengindikasikan, Paus tidak berencana melawat AS selama Trump menjabat. ”Paus mungkin tidak akan pernah mengunjungi Amerika Serikat di bawah pemerintahan ini,” kata pejabat itu.
Sejauh ini, Paus Leo XIV sudah mempunyai agenda lain. Pada 4 Juli 2026, ia akan melakukan perjalanan ke Pulau Lampedusa di Italia, tempat para imigran Afrika Utara sering terdampar.
Sejak perang AS-Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari 2026, Paus Leo XIV terus menyerukan agar perang dihentikan. Pada perayaan Paskah, pekan lalu, ia berbicara terkait ”globalisasi ketidakpedulian” yang terus berkembang terhadap penderitaan.
Pada Selasa (7/4/2026), di Roma, Italia, Paus Leo XIV juga mengkritik langsung komentar Trump yang mengancam akan menghancurkan peradaban Iran jika Selat Hormuz tidak kunjung dibuka. Sebaliknya, pada Rabu (8/4/2026) WIB, Paus menyambut baik gencatan senjata AS-Iran selama dua pekan.
”Mengingat ketegangan besar yang terjadi beberapa jam terakhir di Timur Tengah dan seluruh dunia, saya menyambut dengan puas pengumuman gencatan senjata segera selama dua minggu,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/27/923a4f8c-20f7-41bd-a90c-c74122e16aec_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/01/a7b20e5c-31bb-47a4-8404-d0085dab43c8_jpg.jpg)
Paus kelahiran Amerika itu juga menolak desakan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang bersikeras mencampurkan ajaran Kristen versinya dengan perannya sebagai pejabat militer tertinggi di AS. Paus tidak menerima retorikanya dengan baik.
Setelah menjabat pada Mei 2025, Paus Leo XIV konsisten menyerukan perdamaian di seluruh dunia. Ia mengadakan kunjungan apostolik perdana ke Turki dan Lebanon selama November-Desember 2025.
Paus Leo XIV sempat mengunjungi Monako pada tahun ini. Ia berencana mengadakan perjalanan apostolik pada 13-23 April 2026 ke empat negara Afrika, yaitu Aljazair, Kamerun, Angola, dan Guinea Ekuatorial. Paus ingin mendesak para pemimpin global untuk memastikan benua itu tidak terlupakan.
”Dengan mengunjungi Afrika begitu awal dalam masa kepausannya, Paus menunjukkan bahwa Afrika itu penting. Paus ingin memastikan bahwa Afrika tidak dilupakan oleh negara-negara dan orang-orang yang terjebak dalam urusan mereka sendiri,” tutur Kardinal Michael Czerny, pejabat senior Vatikan dan penasihat dekat Paus Leo XIV. (REUTERS)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul