BULU TANGKIS

Pelajaran untuk Thalita dari Juara Dunia

Thalita dan Zaki tersingkir pada babak kedua turnamen Thailand Terbuka. Mereka kalah dari atlet senior.

14 Mei 2026 21:31 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

BANGKOK, KAMIS – Dua pebulu tangkis Indonesia berusia 18 tahun, Thalita Ramadhani Wiryawan dan Mohammad Zaki Ubaidillah, hanya bertahan hingga babak kedua dalam turnamen Thailand Terbuka 2026. Meski demikian, tetap ada hal positif dalam partisipasi mereka pada turnamen BWF World Tour Super 500 ini, yaitu belajar melawan atlet yang lebih berpengalaman.

Thalita bahkan berhadapan dengan atlet yang pernah menyandang status juara dunia, Ratchanok Intanon. Pertandingan melawan bintang tuan rumah tersebut berlangsung di Stadion Nimibutr, Bangkok, Kamis (14/5/2026).

Melawan juara dunia 2013 dan semifinalis Kejuaraan Dunia 2019 tersebut, Thalita bisa memberi perlawanan tiga gim meski akhirnya kalah 16-21, 21-19, 15-21. Dia membawa pola pikir bermain tanpa beban dan berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik dalam pertandingan tersebut.

“Ratchanok adalah pemain yang sangat bagus. Jadi, saya tadi hanya mencoba memberikan yang terbaik, nothing to lose, mencoba untuk melawan saja. Bersyukur bisa dapat satu gim dari dia,” Thalita.

Thalita Ramadhani Wiryawan berusaha mengembalikan pukulan Ratchanok Intanon pada babak kedua turnamen Thailand Terbuka di Stadion Nimibutr, Bangkok, Kamis (14/5/2026). Thalita kalah dalam tiga gim.

Atlet yang meraih empat gelar juara turnamen international series/international challenge pada 2025 ini juga bercerita bahwa dia sangat menantikan pertandingan melawan Intanon. “Saya dapat pengalaman dan pelajaran yang bagus. Ke depan, saya harus lebih tahan lagi, lebih kuat fokusnya,” ujar Thalita.

Intanon, yang memiliki delapan gelar juara BWF World Tour, memperlihatkan kemampuan dalam level berbeda. Setelah kehilangan gim kedua dalam persaingan ketat, dia bisa mengembalikan fokus dan tampil dominan pada gim penentuan. Intanon juga dikenal memiliki kemampuan menempatkan pukulan yang menyulitkan lawan, meski tidak powerful.

Thailand Terbuka menjadi turnamen Super 500 pertama bagi Thalita. Dalam ajang ini, dia bisa mengukur kemampuan diri dibandingkan atlet-atlet yang lebih berpengalaman. Dia tampil pada babak utama setelah memenangi dua pertandingan pada fase kualifikasi.

Thalita tampil di Thailand Terbuka setelah bermain baik dalam membawa nama Indonesia pada kejuaraan beregu Piala Uber di Horsens, Denmark, 24 April – 3 Mei. Tiga kemenangan dari tiga pertandingan disumbangkan Thalita dan menjadi bagian perjalanan tim putri Indonesia ke semifinal.

Mohammad Zaki Ubaidillah bermain pada babak kedua turnamen Thailand Terbuka di Stadion Nimibutr, Bangkok, Kamis (14/3/2026). Zaki kalah dari Jeon Hyeok-jin.

Zaki memiliki pengalaman dalam turnamen Super 500 lainnya sebelum bersaing di Thailand Terbuka, salah satunya di Indonesia Masters, Januari. Namun, dia masih dalam tahap beradaptasi dalam menghadapi persaingan menghadapi atlet-atlet senior hingga belum pernah melewati babak kedua level Super 500.

Setelah menjuarai Thailand Masters Super 300 di tempat yang sama pada Januari, kali ini, Zaki kalah pada babak kedua. Dia bahkan kesulitan mengimbangi permainan atlet senior Korea Selatan, Jeon Hyeok-jin, hingga kalah 13-21, 5-21.

“Permainannya sangat di luar dugaan saya. Saya sebenarnya sudah siap, tapi di lapangan tidak sesuai ekspektasi. Saya sempat ragu-ragu di awal, agak takut, dan dari situ pikiran saya mulai kendur,” kata Zaki yang juga tidak menemukan cara keluar dari tekanan pada gim kedua.

Mohammad Zaki Ubaidillah bermain pada babak kedua turnamen Thailand Terbuka di Stadion Nimibutr, Bangkok, Kamis (14/3/2026). Zaki kalah dari Jeon Hyeok-jin.

Hasil di luar harapan juga didapat ganda campuran Indonesia yang menjadi unggulan keempat, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Mereka disingkirkan pasangan ranking ke-45 dunia,  Zhu Yi Jun/Li Qian (China), 18-21, 23-25. Hasil ini membuat Jafar/Felisha kalah pada dua babak awal untuk keempat kali dari enam turnamen sejak awal tahun.

Melalui pertandingan yang berlangsung dalam waktu hampir bersamaan, tiga ganda campuran lain pun tersingkir. Mereka adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana, dan Verrell Yustin Mulia/Aisyah Salsabila Putri Pranata.

Leo/Daniel Ke Perempat Final

Sementara reuni Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin ditandai dengan lolosnya mereka ke perempat final. Leo/Daniel mengalahkan Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi (China) 21-16, 21-13 pada babak kedua dan akan berhadapan dengan wakil tuan rumah, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, di perempat final.

Leo Rolly Carnando (kiri) dan Daniel Marthin tampil pada babak kedua ganda putra turnamen Thailand Terbuka di Stadion Nimibutr, Bangkok, Kamis (14/5/2026). Leo/Daniel menang.

“Alhamdulillah bisa lolos ke perempat final. Walaupun sudah pernah pasangan, tapi sekarang tetap masih ada kagoknya. Kemenangan ini jadi modal untuk lawan ganda Thailand besok. Besok harus langsung menyerang terlebih dahulu dan tidak mudah mati sendiri,” ujar Leo.

Duet Leo/Daniel sebenarnya tak asing dalam persaingan ganda putra. Mereka bahkan berpasangan sejak era yunior. Namun, juara dunia ganda putra yunior 2019 ini dipisahkan pada Agustus 2024 dalam program penyegaran ganda putra usai Olimpiade Paris 2024. Leo berpasangan bersama Bagas Maulana dan Daniel bersama Muhammad Shohibul Fikri.

Dalam perjalanannya, perubahan formasi kembali terjadi karena Daniel mengalami cedera kaki kiri hingga Fikri bermain bersama Fajar Alfian. Setelah Daniel pulih dan dengan performa stagnan Leo/Bagas, pelatih kembali menduetkan Leo dan Daniel. Mereka pun menjalani debut reuni di Thailand Terbuka.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati