Rayina Pamungkas dinobatkan Pemain Terbaik Bulan Ini edisi kedua Liga Kompas 2024-2025. Ia menumbuhkan harapan penyerang murni masa depan Indonesia.
23 Feb 2025 19:15 WIB · Olahraga
Rayina Pamungkas hanya butuh mengubah arah bola operan rekan setimnya, Maulana Malik Ibrahim, untuk menambah keunggulan Babek Soccer School atas Serpong City, Minggu (23/2/2025). Dalam laga pekan ke-11 Liga Kompas U-14 powered by BRI 2024-2025 di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Rayina menuntaskan tugas itu dengan sempurna.
Penyerang tengah ini menyontek bola di sisi kanan gawang dan mengubah skor menjadi 3-0. Keberhasilan mencetak gol dan membawa tim meraih kemenangan melengkapi kebahagiaan Rayina. Dia baru dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bulan Ini edisi Januari 2025.
Nama Rayina mencuri perhatian Tim 11, para pemandu bakat Liga Kompas, karena performa impresifnya. Pemain bernomor punggung delapan ini adalah sosok kunci bagi penampilan Babek SS hingga mencapai puncak klasemen.
Selama pekan kelima sampai sembilan, Rayina tampil gemilang dengan mencatatkan 60,52 persen keberhasilan melepaskan tendangan. Dari 38 percobaan, 23 di antaranya mengarah ke gawang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/23/4f5a45f2-d8fe-4a8e-ba8b-e3ba53197917_jpg.jpg)
Pemain asal Sukabumi, Jawa Barat, tersebut juga begitu tajam. Dia telah mencetak sepuluh gol selama Liga Kompas musim ini, menjadikannya pemuncak daftar pencetak gol terbanyak sementara.
”Pertama, dia bisa menciptakan setiap gol di segala posisi. Kedua, penampilannya konsisten selama mengikuti kompetisi sampai pekan ini. Ketiga, dia juga punya kemampuan dan teknik individu yang bagus, di samping juga punya teamwork. Ini menjadi alasan memilih Rayina jadi pemain terbaik,” ucap Dede Sulaeman, salah satu anggota Tim 11 Liga Kompas.
Menurut Dede, dengan potensi yang dimiliki Rayina, kerja keras dan semangat pantang menyerah adalah keniscayaan. Dede berharap Rayina tak cepat puas sehingga tetap berlatih dan meningkatkan kemampuan.
Penampilan Rayina mengingatkan Dede pada kondisi timnas saat ini yang kritis pemain depan. Dengan naluri pencetak gol, Dede berharap Rayina pada masa depan bisa menjadi jawaban untuk kebutuhan akan penyerang tajam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/23/fa091b9e-4f54-40a5-a49e-5a315b3474ce_jpg.jpg)
Saya ingin jadi penyerang yang lebih tajam, saya mau mengasah lagi operan dan tendangan saya.
Seperti diketahui, timnas Indonesia tengah dihadapkan pada problem minimnya penyelesaian akhir. Pada enam pertandingan yang telah dijalani di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia baru mencetak enam gol alias hanya hasilkan satu gol per gim.
Adapun Rayina mengaku tak menyangka bisa terpilih sebagai Pemain Terbaik Bulan Ini. Pemain kelahiran 9 November 2010 begitu bahagia karena bisa menyabet penghargaan tersebut. Kebahagiaannya bertambah karena bisa mencetak gol dan mengantar tim meraih 11 kemenangan beruntun.
Menurut Rayina, kunci penampilannya yang konsisten adalah mendengarkan instruksi pelatih. Selain itu, dia mendengarkan petuah pelatih agar selalu mengutamakan tim. Maka dari itu, dia lebih dahulu berfokus mengantar tim menang, baru setelah itu memikirkan pencapaiannya sendiri.
”Penghargaan ini menjadi menambah motivasi saya untuk meningkatkan lagi kualitas. Saya ingin menjadi penyerang yang lebih tajam, saya mau mengasah lagi operan dan tendangan saya,” ucap Rayina yang mengidolakan Cristiano Ronaldo dan Rafael Struick.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/23/f33d603f-9966-46cf-9e7d-4fb69443a5bc_jpg.jpg)
Rayina merupakan satu dari sekian talenta unggul pesepak bola muda yang bermunculan dari Liga Kompas. Kemunculan Rayina juga menjadi bukti komitmen Liga Kompas yang terus terjaga untuk melahirkan talenta tim kelompok umur Indonesia.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari