Pemain Lokal dan Naturalisasi Tidak Berbeda di Mata Patrick Kluivert

Patrick Kluivert memainkan tujuh pemain Liga 1 Indonesia ketika menaklukkan China. Itu ialah jumlah terbanyak duta Liga 1 pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026.

06 Jun 2025 16:46 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026, Juni ini, Pelatih Tim Nasional Indonesia Patrick Kluivert membuktikan janjinya untuk memberikan kesempatan setara kepada pemain yang berkarier di BRI Liga 1 2024-2025 dengan pemain di luar negeri. Tujuh pemain asal kompetisi kasta tertinggi nasional tampil tidak mengecewakan kontra China, Kamis (5/6/2025), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Debut Kluivert bersama timnas Indonesia ketika bertandang ke markas Australia sempat menghadirkan skeptisme terhadap janji kesetaraan Kluivert itu. Pasalnya, juru taktik asal Belanda itu sama sekali tidak menurunkan pemain asal klub-klub Liga 1.

Kondisi itu sedikit berubah saat Kluivert menurunkan Rizky Ridho, bek dan kapten Persija Jakarta, dalam susunan 11 pemain utama menghadapi Bahrain. Ridho menjadi pemain Liga 1 yang paling sering menjadi pemain utama di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia bermain enam kali sejak awal laga dari sembilan gim yang telah dilalui skuad Garuda.

Witan Sulaeman, Malik Risaldi, dan Yakob Sayuri juga mendapat kesempatan sebagai pemain inti bersama pelatih terdahulu, Shin Tae-yong. Pada era Shin, maksimal hanya dua pemain asal Liga 1 yang mengisi susunan 11 pemain inti pada laga Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Namun, Kluivert menunjukkan dirinya hanya butuh waktu untuk mengenal lebih baik sumber daya pemain timnas Indonesia, terutama dari Liga 1. Ridho, Yakob, Ricky Kambuaya, dan Egy Maulana Vikri adalah duta Liga 1 yang main sejak sepak mula pada gim menghadapi China. Tak ayal, itu adalah jumlah terbanyak pemain-pemain Liga 1 yang tampil pada sebuah laga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pemain Indonesia Egy Maulana Vikri berusaha menendang bola  dalam pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia dan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Indonesia menang 1-0.  Kompas/Adryan Yoga Paramadwya

Kluivert juga menurunkan tiga pemain Liga 1 dari lima jatah pemain pengganti yang diturunkannya pada pertengahan babak kedua. Kelimanya adalah Beckham Putra, yang berstatus debutan, lalu Stefano Lilipaly serta Ramadhan Sananta yang selalu tampil sebagai pemain pengganti pada tiga laga di bawah kendali Kluivert.

”Paling penting untuk saya adalah pemain-pemain menunjukkan kualitas dan ada kesempatan untuk mereka. (Pemain) naturalisasi dan lokal tidak ada perbedaan. Saya senang kami memiliki dua tim yang sama kuatnya,” tutur Kluivert dalam konferensi pers sesudah Indonesia menumbangkan China 1-0.

Kluivert menambahkan, ”Ketika pengenalan, saya katakan untuk mencari dan memberikan kesempatan untuk pemain lokal. Mereka telah tunjukkan kualitas mereka dalam permainan yang membuat tim lebih kuat. Saya tegaskan pemain naturalisasi tidak selalu bermain, sebab mereka harus bersaing dengan pemain lokal.”

Kambuaya bersinar

Terlepas dari penampilan konsisten Ridho yang kembali menghadirkan laga nirbobol bersama Jay Idzes dan Justin Hubner, pemain Liga 1 lain yang cukup bersinar adalah Kambuaya. Pemain asal Dewa United itu merupakan pangkal dari keputusan wasit Uzbekistan, Rustam Lutfullin, memberikan penalti untuk Indonesia pada menit ke-44. Eksekusi sempurna Ole Romeny memastikan kemenangan 1-0 skuad Garuda di hadapan 69.661 suporter di SUGBK.

Selain itu, Kambuaya juga mengkreasi sebuah peluang untuk rekan setimnya. Ia melakukan empat sentuhan di kotak penalti lawan. Permainan menyerang Ricky pantas disebut apik karena dia bermain bukan di posisi murninya. Lebih dikenal sebagai salah satu gelandang serang terbaik di Liga 1, Kluivert justru menempatkan Kambuaya sebagai penyerang sayap kiri untuk mengisi peran yang biasanya dijalankan Ragnar Oratmangoen.

”Tidak banyak hal yang bisa saya katakan tentang penampilan Ricky (Kambuaya). Ia adalah pria yang sangat pemalu, tetapi ia pemain yang amat bagus saat sudah berada di lapangan,” ucap Kluivert sembari tersenyum.

Pemain Indonesia Ricky Kambuaya (kanan) berebut bola dengan pemain China Sai Erjiniao dalam pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia dan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Indonesia menang 1-0.  Kompas/Adryan Yoga Paramadwya

Rekan setim Kambuaya di Dewa, Egy, juga menopang Ole dengan baik di lini serang. Egy dua kali menyajikan momen kombinasi operan pendek dengan Ole yang berbuah serangan merangsek pertahanan ”Tim Naga”, julukan China.

Laga melawan China adalah kesempatan Egy bermain sebagai pemain inti di timnas Indonesia sejak laga Piala Asia Qatar 2023 kontra Jepang, 24 Januari 2024 lalu. Tingkat akurasi operan Egy mencapai 88 persen. Ia juga menciptakan satu peluang dan sempat menciptakan satu tembakan yang sayangnya tidak tepat sasaran.

Bermain dengan tidak dalam posisi murni di klub juga dialami Yakob. Pencetak 10 gol untuk Malut United di musim 2024-2025 itu bertugas sebagai pemain bertahan di sisi bek sayap kanan.

Etos kerja tanpa kenal lelah ditampilkan Yakob berkat catatan empat kemenangan duel serta mengungguli dua kali duel udara dengan pemain China. Akurasi umpan jauh Yakob juga cukup baik dengan catatan 67 persen.

Sementara itu, dari tiga pemain pengganti, Beckham mendapatkan kesempatan paling banyak untuk memberikan dampak. Tampil selama 16 menit, Beckham menghasilkan satu umpan kunci yang berbuah tembakan tepat sasaran dari Kevin Diks pada menit ke-79.

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert (kanan) didampingi asisten pelatih Denny Landzaat (kedua kanan) memberikan arahan kepada anak asuhnya pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C melawan Timnas China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). ANTARA FOTO/Fauzan/mrh/tom.

Pemain Persib Bandung itu juga menghasilkan satu dribel sukses yang membelah pertahanan China. Tak ketinggalan, Beckham menciptakan 100 persen kemenangan tekel dan 75 persen keunggulan duel.

Kesempatan debut di timnas menumbuhkan kepercayaan diri Beckham. Ia tidak gentar menghadapi persaingan di skuad Garuda, salah satunya dengan kembalinya Marselino Ferdinan pada laga melawan Jepang. ”Saya akan berusaha memberikan penampilan terbaik pada latihan dan ketika diberi kepercayaan bermain,” tutur Beckham.

Dengan penampilan pemain-pemain Liga 1 itu, Kluivert pun sudah tidak memikirkan mencari pemain naturalisasi baru untuk bersaing di putaran keempat, Oktober mendatang. ”Lebih baik kami mempertahankan skuad sekarang. Saya senang dan puas dengan kinerja mereka,” kata Kluivert.

Ketujuh pemain Liga 1 tersebut membuktikan kesempatan membela Garuda masih sangat terbuka. Syaratnya, pemain lokal wajib menyajikan penampilan di atas rata-rata pada kompetisi nasional.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto