Manchester City menutup musim ini nirgelar. Harapan titel di Piala Dunia Antarklub sirna karena ambisi revans Simone Inzaghi.
01 Jul 2025 12:25 WIB · Olahraga
ORLANDO, SELASA — Dua kali gagal menaklukkan Manchester City dan Pep Guardiola bersama Inter Milan, Simone Inzaghi memetik pelajaran penting dari duel di Liga Champions Eropa itu. Inzaghi menebus rasa penasarannya untuk membantu Al Hilal menyingkirkan City pada babak 16 besar Piala Dunia Antarklub, Selasa (1/7/2025) pagi WIB, di Stadion Camping World, Orlando.
Al Hilal mengukuhkan diri sebagai satu-satunya wakil Asia yang melaju ke perempat final Piala Dunia Antarklub. Tim berjuluk ”Sang Penguasa” itu mengalahkan City 4-3 melalui laga yang mendebarkan di hadapan 42.311 mata, termasuk Presiden FIFA Gianni Infantino.
Empat gol yang diciptakan Al Hilal membuktikan Inzaghi menyempurnakan kekurangan Inter dalam dua gim kontra City pada final Liga Champions musim 2022-2023 dan fase grup musim 2024-2025. Kala itu, Inter kalah 0-1 pada gim puncak di Istanbul, Turki, lalu menahan City imbang tanpa gol di Stadion Etihad, Manchester.
Dikejutkan oleh gol Bernardo Silva ketika laga baru berjalan sembilan menit, Al Hilal mencetak dua gol balasan pada awal babak kedua melalui sontekan Marcos Leonardo pada menit ke-46, kemudian Malcom menghukum City melalui fast-break atau serangan balik cepat untuk membalas peluang sepak pojok City di menit ke-52.
Balasan City melalui tembakan Erling Haaland melalui kemelut pada tiga menit berselang memaksa gim dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Al Hilal menambah dua gol melalui Kalidou Koulibaly pada menit ke-94 dan Leonardo pada menit ke-112. Sementara ”The Citizens” hanya menghasilkan satu gol balasan melalui Phil Foden pada menit ke-104.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/01/708cf562-7c41-4b23-848d-05af28326a6f_jpg.jpg)
Empat gol Al Hilal membuktikan Inzaghi sudah mempelajari dengan baik cara menaklukkan City. Sesuatu yang gagal dijalankan bersama Inter. Inzaghi menerapkan serangan balik yang sangat mematikan dan menyulitkan City.
Dalam proses transisi positif, Al Hilal mengarahkan bola ke sisi sayap mengandalkan pemain-pemain cepat, seperti Malcom di sisi kanan dan Nasser Al-Dawsari di sisi kiri. Skema itu berjalan sukses untuk mencetak gol kedua melalui Malcom.
Selain itu, Inzaghi juga mengutamakan pentingnya bagi pemain Al Hilal memenangi duel bola kedua alias second ball dalam proses serangan yang mayoritas melalui umpan silang ke jantung pertahanan City. Sergej Milinkovic-Savic, pemain yang sangat dikenal Inzaghi sejak mengasuh Lazio, menjadi sasaran utama umpan silang. Kemampuan pemain asal Serbia itu dalam duel bola udara amat merepotkan bek-bek City.
Pada gol pertama Al-Hilal, pemilik 19 gelar Liga Saudi, Leonardo memanfaatkan pantulan sepakan Al-Dawsari yang gagal disapu dengan sempurna oleh bek City. Kemudian, Leonardo lebih dulu menyontek bola hasil tepisan kiper City, Ederson, dari sundulan terarah Milonkovic-Savic untuk mengunci tiket perempat final untuk timnya.
Gael Clichy, mantan pemain City, menyebut kemenangan Al Hilal tidak lepas dari pendekatan taktik yang tepat dari Inzaghi yang baru satu bulan bergabung dengan tim.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/01/55e6b1d7-1494-42c7-8911-bf5668f87b4c_jpg.jpg)
”Inzaghi mampu memahami dengan baik masalah City selama musim ini dalam proses transisi (negatif). Hal itu didasari banyak video pertandingan dan pengalamannya jumpa City dalam beberapa musim terakhir,” kata Clichy dalam analisis seusai laga di DAZN.
Koulibaly juga menjadi andalan Inzaghi dalam situasi sepak pojok. Hasilnya, Koulibaly bisa memenangi duel udara menghadapi dua bek City, Ruben Dias dan Nathan Ake, pada peluang sepak pojok keempat atau terakhir Al Hilal.
”Sangat luar biasa bisa mencetak gol ke gawang Man City di turnamen ini. Kami menunjukkan mentalitas yang besar untuk terus berjuang karena kami tahu mereka akan terus berusaha memburu gol hingga menit terakhir,” tutur Koulibaly dilansir laman FIFA.
Menyingkirkan City, salah satu kandidat juara, membuat skuad Al Hilal bahagia. Mereka merayakan kemenangan itu dengan segelintir pendukung yang duduk di tribune di atas ruang teknis mereka.
Perayaan itu sangat wajar dilakukan. Al Hilal membuktikan investasi besar tim-tim Saudi membuat mereka bisa bersaing dengan tim terbaik Eropa. Al Hilal juga membuat senang Dana Investasi Publik (PIF), entitas investasi Arab Saudi, sebagai pemilik mereka sekaligus salah satu sponsor Piala Dunia Antarklub.
”Menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, kami menunjukkan identitas dan talenta kami. Kami ingin terus melaju demi membuktikan kemampuan sesungguhnya,” ujar Koulibaly.
Selanjutnya, Al Hilal akan menantang duta Brasil, Fluminense. Adapun Fluminense menaklukkan Inter 2-0.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/01/126a30ba-f650-4135-8edf-7d884694d005_jpg.jpg)
Empat gol yang dicetak Al Hilal sudah dua kali lipat dari total dua kemasukan City di babak penyisihan. Al Hilal memang tidak bisa menyaingi kreasi tembakan City. The Citizens menghasilkan 14 tembakan tepat sasaran dari 30 tembakan. Sementara Al Hilal menciptakan enam tembakan tepat sasaran dari 17 tembakan.
Meski demikian, Al Hilal mampu menghasilkan lebih banyak peluang. Jumlah peluang besar ialah tujuh untuk Al Hilal berbanding enam ciptaan City.
Gelandang dan kapten City, Bernardo Silva, mengakui, kekecewaan menyelimuti skuad City. Namun, Silva menyebut Al Hilal pantas untuk menang dan lolos ke babak selanjutnya.
”Mereka memanfaatkan kualitas individu pemain. Kami kurang lengkap melakukan kontrol karena kami kehilangan kontrol ketika kehilangan bola. Kami seharusnya lebih berkonsentrasi dan melakukan organisasi lebih baik tanpa bola untuk meredam transisi mereka,” kata Silva kepada DAZN.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto