Dua emas dikawinkan tim renang Indonesia dari 50 meter punggung. Masniari kembali menjadi ”ratu” di nomor tersebut, sementara Jason muncul jadi sosok ”pangeran”.
11 Des 2025 21:56 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
BANGKOK, KOMPAS — Tim renang Indonesia tidak berhenti menciptakan kejutan di SEA Games Thailand 2025. Kali ini, giliran perenang putri Masniari Wolf dan perenang putra Jason Donovan Jusuf yang mengawinkan emas di nomor 50 meter punggung. Saat Masniari menciptakan hattrick, Jason menggandakan emas.
”Angin” seolah tidak berpihak kepada tim ”Merah Putih” saat babak kualifikasi hari kedua renang di Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Kamis (11/12/2025) pagi. Tidak ada yang mampu jadi perenang tercepat dalam babak tersebut, termasuk Masniari dan Jason. Namun, momentum itu tiba-tiba berbalik pada malam harinya, di babak final.
Jason, debutan 18 tahun, melampaui perenang veteran Singapura Quah Zheng Wen dua kali dalam rentang dua hari. Setelah di 100 meter punggung pada Rabu kemarin, Jason kembali mengungguli pesaingnya di 50 meter. Dia menjadi perenang tercepat di final dengan catatan 25,36 detik, unggul tipis dari Quah (25,43 detik).
Saat babak kualifikasi tadi, Quah memimpin lomba dengan catatan lebih cepat 0,07 detik dibandingkan Jason. ”Aku ngerasa. Dari pagi dia sudah nge-push. Mungkin mau membuat semacam shock (theraphy), tetapi aku tetap coba ngatasin itu dengan baik,” ujar Jason yang juga sempat tertinggal dari Quah di kualifikasi 100 meter punggung itu.
Pencapaian Jason di luar ekspektasinya dan banyak orang. Dia datang sebagai debutan yang tidak ditargetkan untuk meraih emas. Jason hanya berstatus yunior dari perenang legendaris I Gede Siman Sudartawa yang juga tampil di nomor punggung. Namun, atlet asal klub Nautilis Aquatic itu justru mampu mengambil alih tugas Siman.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/11/fd8bcb116cf012f7134b6af53e6327db-FAK_1076.jpg)
Di final 50 meter, Jason merebut takhta milik Siman yang harus puas dengan perunggu (25,49 detik). ”Senang banget bisa mempertahankan emas yang sebelumnya diambil kak Siman (di Kamboja 2023). Berarti banget karena bisa ngebuktiin ke masyarakat Indonesia, teman-teman, aku layak berada di sini,” katanya dengan wajah datar.
Di sektor putri, ”ratu” 50 meter punggung SEA Games kembali menunjukkan dominasinya. Masinari merebut emas untuk ketiga kali beruntun di nomor tersebut setelah finis dengan catatan waktu 28,80 detik. Catatan itu sekaligus sukses memecahkan rekor nasional milik Flairene Candrea (28,86 detik).
Masniari membuktikan, belum ada yang bisa menandinginya di kolam SEA Games. Termasuk perenang olimpian asal Filipina Kaylee Noelle Sanchez sekalipun. Di kualifikasi, Sanchez sempat memecahkan rekor SEA Games dengan catatan 28,66 detik. Adapun catatan Masniari hanya 29,12 detik pada sesi pagi hari.
”Ya, saya sangat gugup sebelum lomba karena begitu banyak pesaing yang kuat. Dia (Sanchez) sangat kuat pagi ini. Jujur, saya hanya berupaya mendapatkan waktu terbaik. Saya sangat senang bisa mendapatkan emas lagi,” kata Masniari dengan wajah berseri-seri setelah upacara penyerahan medali.
Lawan Masniari sangat tangguh. Sanchez merupakan perenang tim nasional Kanada selama bertahun-tahun sebelum berpindah kewarganegaraan ke Filipina pada 2023. Sanchez baru menjalani debut di SEA Games kali ini. Adapun perenang 24 tahun itu merupakan peraih medali perak dan perunggu di Olimpiade Tokyo 2020.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/11/140df655f3c431d69a80b5021fbed808-FAK_0259.jpg)
Masniari, 20 tahun, juga cukup terkejut dengan performanya malam tadi. Sebab, dia sedang sulit menemukan ritme terbaik dalam setahun terakhir. Catatan waktu terbaiknya sepanjang tahun ini adalah 29,12 detik. Catatan itu masih kalah dibandingkan perenang 14 tahun Indonesia Adelia Chantika Aulia (29,03 detik).
”Awal tahun ini saya mulai dengan kurang baik di Kejuaraan Jerman. Saya mendapatkan peringkat kedua walaupun mengingkan posisi pertama. Waktu saya juga kurang baik. Saya sangat kecewa. Dua pekan lalu saya mengikuti kejuaraan lagi. Saya pikir, saya sedang sakit. Tetapi di sini, saya ingin mempertahankan titel saya,” kata Masniari.
Namun, seperti disampaikan pelatih tim renang Indonesia Felix C. Sutanto, mentalitas para perenang veteran yang pernah meraih medali biasanya berbeda. Hal itu terbukti di dalam kasus Masniari. Selain tiga emas beruntun, Masniari juga selalu memecahkan rekornas 50 meter punggung dalam setiap keikutsertaan di SEA Games.
Perenang keturunan Jerman-Indonesia itu berkata, atmosfer SEA Games memiliki magis tersendiri. ”Saya selalu suka atmosfer di sini. Saya sangat tertekan pagi ini, tidak merasa baik. Tiba-tiba saya merasa berbeda malam ini. Saya jadi ingin menikmati pertunjukan. Ada dua perenang Thailand di antara saya yang sangat bersemangat. Saya sangat senang dengan itu dan jadi ikut bersemangat, ha-ha-ha,” pungkasnya.
Tim renang Indonesia sejauh ini sudah mengoleksi tiga emas hanya dari dua hari lomba. Dua emas disumbang Jason, sementara satu emas dipersembahkan Masniari. Jumlah emas itu sudah sama dengan perolehan di Kamboja 2023. Adapun mereka menargetkan empat emas dalam ajang kali ini.
Penulis:
Kelvin Hianusa dari Bangkok, ThailandEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase