Pembuktian Timnas Indonesia untuk Naik Level di Hadapan Jepang

Mengingat kondisi Jepang tanpa pemain terbaiknya dan sudah lolos ke Piala Dunia 2026, Indonesia wajib memanfaatkan untuk akhiri tren selalu kalah di Jepang.

09 Jun 2025 18:26 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

SUITA, SENIN — Pepatah menyebut, ”tidak ada yang mustahil dalam sepak bola”. Namun, tim nasional sepak bola Indonesia wajib mematok ambisi realistis ketika menghadapi Jepang, Selasa (10/6/2025) pukul 17.35 WIB, di Stadion Sepak Bola Kota Suita, Prefektur Osaka, Jepang. Tim ”Garuda” setidaknya harus terhindar dari kekalahan pada laga itu demi membuktikan level dan kualitas mereka sudah meningkat dalam persaingan di Asia.

Jepang yang akan dihadapi Jay Idzes dan kawan-kawan pada laga pamungkas Grup C putaran ketiga pra-Piala Dunia 2026 tidak akan tampil dengan kekuatan terbaik. Meskipun masih ada nama-nama terkenal, seperti Wataru Endo, Daichi Kamada, dan Takefusa Kubo, Pelatih Jepang Hajime Moriyasu tidak menyertakan pemain-pemain utama lainnya, macam Hiroki Ito, Takumi Minamino, Junya Ito, Ritsu Doan, Kaora Motoma, dan Hidemasa Morita.

Kondisi itu tentu berbeda dengan Indonesia. Pelatih Indonesia Patrick Kluivert membawa 30 pemain terbaik yang berkarier di liga-liga Eropa, Asia, hingga BRI Liga 1 Indonesia 2024-2025. Tim Garuda hanya minus Ragnar Oratmangoen, Sandy Walsh, dan Eliano Reijnders. Namun, hal itu terbukti tidak menurunkan kualitas permainan Indonesia pada laga kontra China, Kamis (5/6/2025).

Situasi itu membuat Indonesia sejatinya tidak mengalami gap kualitas tim yang amat timpang meski skuad ”pelapis” Jepang masih memimpin daftar skuad termahal di Asia dengan Rp 2,7 triliun jika merujuk Transfermarkt. Adapun skuad Indonesia bernilai Rp 528 miliar.

Namun, Indonesia memiliki pemain-pemain yang tidak kalah pengalaman bertarung di level tertinggi. Ada Jay Idzes yang rutin bermain di Liga Serie A Italia. Lalu, Thom Haye, Calvin Verdonk, Mees Hilgers, dan Dean James, merupakan andalan tim mereka di Liga Belanda. Tak ketinggalan, Kevin Diks adalah pilar utama FC Kopenhagen di Liga Denmark.

Sejumlah pemain timnas Indonesia, yaitu Mees Hilgers, Justin Hubner, Joey Pelupessy, Jordi Amat, dan Marselino Ferdinan (kiri-kanan), medengarkan instruksi pada sesi latihan, Minggu (8/6/2025), di Stadion Expo ‘70 Osaka, Kota Suita, Jepang. Indonesia berambisi akhiri tren tiga kekalahan beruntun pada gim tandang kontra Jepang.

Indonesia juga memiliki bekal dua kiper tangguh, Emil Audero dan Maarten Paes, yang bisa membuat skuad Garuda lebih percaya diri menghadapi gempuran bertubi-tubi Jepang.

Pemain-pemain di Liga 1 Indonesia pun tidak ingin ketinggalan menjadikan duel kontra Jepang sebagai pembuktian kualitas mereka. Para pemain itu bakal membuktikan bahwa bola benar-benar bundar. Segalanya bisa terjadi dalam 90 menit palagan di lapangan hijau.

Quote

Saya yakin kami akan menampilkan sesuatu yang menarik untuk membuktikan (kualitas) permainan. Patrick Kluivert

Kluivert menganggap laga menghadapi Jepang sangat penting bagi timnya. Duel versus Jepang, tim terbaik di Grup C yang sudah dipastikan lolos ke babak utama Piala Dunia 2026, menjadi ujian penting bagi Indonesia untuk melanjutkan tren fantastis seiring dua kemenangan beruntun, yaitu atas Bahrain dan China.

”Tentu bukan (laga santai kontra Jepang). Ini akan menjadi pertarungan yang serius. Pertandingan akan sangat sulit, tetapi kami akan berjuang dengan kemampuan terbaik untuk raih hasil yang baik,” tutur Kluivert dalam konferensi pers jelang laga di Stadion Sepak Bola Kota Suita, Senin (9/6/2025) sore WIB.

Tanpa beban

Keuntungan lain yang dimiliki Indonesia jelang duel di Suita adalah hasil pertandingan yang tidak berpengaruh bagi target lolos ke putaran keempat. Setelah mengalahkan China dan disusul kekalahan Bahrain dari Arab Saudi, skuad Garuda sudah dipastikan akan memperpanjang napas ke putaran keempat untuk bersaing demi memperebutkan dua tiket tersisa ke babak utama Piala Dunia 2026.

Gelandang timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, melakukan perenggangan pada sesi awal latihan, Minggu (8/6/2025), di Stadion Expo ‘70 Osaka, Kota Suita, Jepang. Marselino bakal menjadi andalan lini serang Indonesia hadapi Jepang.

Dengan begitu, pemain-pemain Indonesia sudah sepatutnya bermain tanpa beban. Tugas mereka adalah membuktikan bahwa Indonesia bukan lagi tim semenjana di kawasan Asia. Jepang tidak bisa lagi mengalahkan Indonesia dengan margin gol mutlak.

”Jepang sudah lolos ke Piala Dunia, kami juga melaju ke babak berikutnya. Meski begitu, saya yakin kami akan menampilkan sesuatu yang menarik untuk membuktikan (kualitas) permainan,” ucap Kluivert.

Dalam sejarah penampilan di Stadion Sepak Bola Kota Suita pada kualifikasi Piala Dunia,  ”Samurai Biru”, julukan Jepang, diselimuti tren positif. Di bawah kendali Moriyasu, Jepang sudah empat kali tampil di Suita pada ajang pra-Piala Dunia.

Hasilnya, Jepang mengoleksi tiga kemenangan dan sekali menelan kekalahan. Total 14 gol telah diciptakan Samurai Biru. Mereka hanya kemasukan tiga gol. Mereka melibas dua tim pecahan Uni Soviet, Tajikista dan Kirgistan, dengan skor 4-1 dan 5-1 pada kualifikasi Piala Dunia 2022, Juni 2021.

Tren kemenangan di stadion yang merupakan markas klub Gamba Osaka itu sempat terhenti ketika Jepang tumbang 0-1 dari Oman, September 2021, juga pada kualifikasi Piala Dunia 2022. Terkini, Jepang menghancurkan duta Asia Tenggara, Myanmar, 5-0 pada putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026, November 2023.

Infografik Olahraga Perbandingan Kondisi Timnas Sepakbola Indonesia dan Jepang

Joey Pelupessy, gelandang bertahan Indonesia, juga berambisi membawa pulang hasil yang baik pada laga pamungkas putaran ketiga. ”Kami ingin menampilkan permainan yang menarik. Kami sudah menanti untuk memainkan pertandingan besok (Selasa),” kata Joey.

Sementara Moriyasu ingin memberikan kesan spesial sebagai penutup kiprah mereka pada pra-Piala Dunia 2026 di kandang. Setelah memastikan tempat ke babak utama Piala Dunia 2026 dengan mengunci puncak klasemen Grup C, performa Jepang agak menurun. Mereka ditahan Saudi di kandang, lalu menelan kekalahan pertama selama kiprah di kualifikasi Piala Dunia 2026 dari Australia.

”Tujuan utama kami adalah mengakhiri babak kualifikasi ini dengan kemenangan sehingga kami bisa memberikan penutupan yang manis untuk para pendukung,” kata Moriyasu dalam konferensi pers menjelang laga itu.

Lebih lanjut, Wataru Endo, gelandang dan kapten Jepang, pun optimistis timnya yang mayoritas dihuni pemain muda dengan rerata usia 24,5 tahun bakal menyajikan penampilan yang apik.

”Saya yakin seluruh pemain bermain akan tampil agresif guna hasil positif. Hal itu penting bagi kami untuk menekan satu sama lain demi mengembangkan permainan secara individu dan tim,” tutur Endo.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati