Pemerintah Bakal Gelar Operasi Pasar Besar-besaran Mulai Pekan Depan

Presiden meminta para pelaku usaha pangan pokok menjual pangan pokok sesuai HET dan HAP di tingkat konsumen. Mereka yang melanggar akan ditindak Satgas Pangan.

19 Feb 2025 16:14 WIB · Ekonomi

Oleh Hendriyo Widi

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah akan menggelar operasi pasar besar-besaran di seluruh Indonesia mulai pekan depan untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan pada Ramadhan-Lebaran 2025. Komoditas pangan yang disasar antara lain beras, minyak goreng, bawang putih, daging, dan gula.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan hal itu seusai Rapat Koordinasi Terbatas tentang Stabilisasi Stok dan Harga Pangan pada Ramadhan-Lebaran 2025 di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Rapat itu dihadiri perwakilan kementerian/lembaga dan pelaku usaha sektor pangan.

Menurut Amran, operasi pasar sejumlah pangan pokok itu tidak hanya digelar di Jakarta, tetapi juga masif di seluruh Indonesia. Stok pangan pemerintah masih kuat dan aman untuk menggelar operasi pasar tersebut.

”Stok beras pemerintah saat ini, misalnya, mencapai 2 juta ton. Kami juga telah menyiapkan stok Minyakita sebanyak 70.000 ton,” ujarnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua dari kanan) menyampaikan rencana pemerintah menggelar operasi pasar besar-besaran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (19/2/2025).

Pada 12 Februari 2025, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah memfasilitasi kerja sama Bulog dan ID Food dengan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI). Bulog sanggup menyetok Minyakita sebanyak 50.000 ton dan ID Food 20.000 ton paling lambat pada 19 Februari 2025 (Kompas, 12/2/2025).

Amran menjelaskan, operasi pasar itu akan dikoordinasikan Kepala Bapanas dan dilaksanakan Perum Bulog, ID Food, serta PT Pos Indonesia. PT Pos dilibatkan karena memiliki 4.800 kantor hingga pelosok desa sehingga mampu mendistribusikan bahan-bahan pangan ke seluruh Indonesia.

Quote

Presiden meminta para pelaku usaha menjual pangan pokok sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah.

Amran juga menyampaikan perintah Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta para pelaku usaha menjual pangan pokok sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah.

”Para pelaku usaha yang melanggar ketentuan harga itu akan ditindak Satuan Tugas Pangan Kepolisian Negara RI. Sanksinya berupa penutupan tempat usaha,” ujarnya.

Minyak goreng Minyakita dijajakan pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2025). Para pedagang di pasar itu menjual Minyakita seharga Rp 17 ribu per liter. Harga ini jauh di atas  harga ecera tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 15.400 per liter.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK)
27-01-2025

Sementara, Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menuturkan, Pos Indonesia akan segera memetakan lokasi operasi pasar dan mengatur proses distribusi agar operasi pasar berjalan dengan kondusif. Pada tahap awal, yakni pekan depan, operasi pasar melalui Pos Indonesia akan digelar di kota-kota utama di Jawa.

”Setelah itu, operasi pasar akan diperluas ke kota-kota lainnya di Jawa ataupun luar Jawa. Kami juga akan meminta agar bahan pokok yang didistribusikan dalam operasi pasar tidak boleh diperjualbelikan kembali,” katanya.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas, per 19 Februari 2025, harga rerata nasional beras medium di tingkat konsumen Rp 13.631 per kilogram (kg) atau 9,05 persen di atas HET beras medium. Harga rerata nasional bawang putih di tingkat konsumen Rp 42.837 per kg atau 12,73 persen di atas HAP.

Harga rerata gula konsumsi di tingkat konsumen Rp 18.363 per kg atau 4,93 persen di atas HAP. Adapun harga rerata daging sapi segar Rp 134.749 per kg atau 3,52 persen di atas HAP.

Merujuk data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag), per 19 Februari 2025, harga rerata nasional Minyakita Rp 17.200 per liter atau 8,72 persen di atas HET. Harga minyak goreng kemasan sederhana program Minyak Goreng Rakyat itu merangkak sejak Juni 2024. Pada Juni 2024 hingga 19 Februari 2025, harga Minyakita telah naik 6,17 persen.

Neraca dan perkembangan impor bawang putih

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Januari-Desember 2025 yang dimutakhirkan Bapanas per Januari 2025, stok mayoritas pangan nasional relatif aman. Hanya stok daging sapi dan kerbau serta bawang putih yang terbatas.

Stok daging sapi dan kerbau pada awal 2025 sebanyak 65.652 ton, sedangkan kebutuhan bulanannya 63.914 ton. Sementara stok bawang putih pada awal 2025 sebanyak 53.484 ton, sedangkan kebutuhan bulanannya 54.478 ton.

Untuk menambah stok ketiga komoditas itu, Kemendag telah menerbitkan persetujuan impor daging sapi dan kerbau sebanyak 117.000 ton. Kemendag juga telah mengeluarkan persetujuan impor bawang putih sebanyak 117.612 ton.

Sepanjang Januari 2025, Badan Pusat Statistik mencatat, Indonesia telah mengimpor gula bahan baku industri sebanyak 308.780 ton dan daging lembu 18.220 ton. Adapun Kemendag menyebutkan per 17 Februari 2025, realisasi impor bawang putih masih nol persen (Kompas, 17/2/2025).


Kerabat Kerja

Penulis:

Hendriyo Widi
 | 

Editor:

Muhammad Fajar Marta
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari