Pemilihan Paus Leo XIV di Luar Dugaan

Kardinal Robert Prevost dipilih jadi Paus Leo XIV. Ia mengajak gereja dan umat membangun jembatan dan dialog.

09 Mei 2025 00:35 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

VATIKAN, JUMAT — Kardinal elektor memilih Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat sebagai Paus Leo XIV (69). Pemilihan itu di luar dugaan banyak orang.

Kardinal Protodiakon Dominique Mamberti (73) mengumumkan pemilihan Paus Leo XIV pada Kamis (8/5/2025) malam waktu Vatikan atau Jumat dini hari WIB. Kardinal Mamberti mengungkap, Paus kelahiran Chicago, Amerika Serikat, itu sebagai pengganti Paus Fransiskus dan menjadi Paus ke-267 bagi Gereja Katolik Roma.

Leo XIV menjadi Paus pertama yang lahir di AS. Ia menyapa umat 70 menit setelah asap putih mengepul dari cerobong di atap Kapel Sistina.

Seperti Paus Fransiskus di konklaf 2013, Paus Leo XIV juga bukan termasuk papabili utama atau kardinal yang diunggulkan akan terpilih di konklaf 2025. Namanya tidak banyak dibahas dalam perbincangan tentang siapa yang akan menjadi pengganti Paus Fransiskus.

Bahkan, Paus Leo XIV baru menjadi kardinal pada 2023. Ia salah satu dari kardinal yang diangkat Paus Fransiskus. Ia juga nyaris tidak pernah diwawancarai media. Karena itu, namanya tidak banyak dibahas dalam perbincangan soal siapa yang akan jadi paus selanjutnya.

Quote

Kita harus berusaha bersama untuk menjadi gereja misionaris. Gereja yang membangun jembatan dan dialog.

Para calon unggulan antara lain Perdana Menteri Vatikan Pietro Parolin dan Kardinal Pierbattista Pizzaballa dari Italia. Selain itu, ada Kardinal Luin Antonio Tagle dari Filipina atau Peter Erdo dari Hongaria.

Newly elected Pope Robert Francis Prevost, Pope Leo XIV, (L) arrives on the main central loggia balcony of the St Peter's Basilica for the first time, after the cardinals ended the conclave, in The Vatican, on May 8, 2025. Robert Francis Prevost was on Thursday elected the first pope from the United States, the Vatican announced. A moderate who was close to Pope Francis and spent years as a missionary in Peru, he becomes the Catholic Church's 267th pontiff, taking the papal name Leo XIV. (Photo by Andrej ISAKOVIC / AFP)

Salam perdana

Dari balkon Basilika Santo Petrus, kalimat pertama Leo XIV adalah ”Damai sejahtera bagi kalian semua,” ujarnya sembari melambai ke ribuan orang di Alun-alun Santo Petrus.

Ia menyebut kalimat itu sebagai salam pertama dari Kristus yang bangkit. ”Gembala yang baik yang telah menyerahkan hidupnya bagi Tuhan. Saya juga ingin salam damai ini masuk ke dalam hati kita dan keluarga kita,” ujar imam kelahiran AS yang lalu jadi warga negara Peru itu.

Ia juga menyinggung pendahulunya, Paus Fransiskus. ”Paus yang memberkati Roma, memberikan berkatnya kepada seluruh dunia pada pagi Paskah itu. Izinkan saya untuk menindaklanjuti berkat itu. Tuhan mengasihi kita. Tuhan mengasihi semua orang. Kejahatan tidak akan menang,” katanya.

Tidak lupa, ia berterima kasih kepada para kardinal yang memilihnya sebagai penerus Paus Fransiskus. “Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua saudara kardinal saya yang telah memilih saya untuk menjadi penerus Petrus dan berjalan bersama kalian sebagai gereja yang bersatu. Selalu mencari kedamaian dan keadilan. Berusaha untuk bekerja dengan pria dan wanita yang setia kepada Yesus Kristus tanpa takut untuk mewartakan Injil sebagai misionaris,” katanya.

Ia menyebut visi kepausannya adalah membangun jembatan dan membangun dialog. Mirip dengan dengan upaya mendiang Paus Fransiskus. “Kita harus berusaha bersama untuk menjadi gereja misionaris. Gereja yang membangun jembatan dan dialog,” ujarnya.

Paus Leo XIV juga mengajak orang-orang menunjukkan kasih kepada siapa pun. Ia juga mengajak semua berdialog dengan kasih.

Tidak lupa, ia menyapa umat Katolik di Peru, negara tempat ia melayani selama puluhan tahun."“Kepada keuskupan saya yang terkasih di Peru, di mana umat beriman mendampingi uskup mereka untuk berbagi iman dengannya, dan yang telah melakukan begitu banyak hal untuk menjadi gereja yang beriman,” ujarnya dalam bahasa Spanyol. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto