Potret sejumlah pemimpin negara yang melarikan diri dari negaranya karena pemberontakan.
21 Okt 2025 08:20 WIB · Internasional
Presiden Madagaskar Andry Rajoelina, Kamis (16/10/202), untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa ia telah melarikan diri dari Madagaskar antara tanggal 11 Oktober dan 12 Oktober 2025. Pada saat yang sama ketika tentara mengumumkan bahwa mereka mendukung gerakan protes yang dipimpin pemuda atau gen Z dan bergabung dengan mereka di jalan.
Rajoelina pergi setelah merasa mendapat ancaman yang jelas dan sangat serius ditujukan terhadap kehidupan Kepala Negara, ujarnya dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan kepada wartawan. Rajoelina tidak mengungkapkan keberadaannya dalam surat itu. Namun, laporan media mengatakan pria berusia 51 tahun itu dievakuasi pada Minggu (12/10/2025) dengan pesawat militer Perancis. Rajoelina dibawa menuju Pulau Reunion di Perancis lalu melanjutkan perjalanan ke rumah yang dimilikinya di Dubai, Uni Emirat Arab.
Dalam pidato nasional yang disiarkan televisi pada Senin (13/10/2025), Rajoelina mengatakan, dia telah berlindung di tempat aman. Sehari kemudian ia mengeluarkan dekrit untuk membubarkan Majelis Nasional saat lembaga itu bersiap untuk melakukan pemungutan suara guna memakzulkannya karena desersi tugas. Namun, para anggota parlemen tetap melanjutkan pemungutan suara.
Rajoelina, yang pertama kali berkuasa setelah kudeta yang didukung militer pada tahun 2009, menuduh Majelis Nasional berkolusi dengan tentara untuk menggulingkannya dari jabatan. Desakan ribuan kaum muda dari gen Z yang kecewa dengan kebijakan pemerintahannya telah dimanfaatkan oleh militer untuk mengambil alih kekuasaan melalui kudeta.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/21/b8e59ff1-0749-437b-a4d2-01f0dd0bc809_jpg.jpg)
Banyak pemimpin yang dianggap tak terkalahkan terpaksa melarikan diri dari negara mereka atau bersembunyi untuk menghindari penahanan, eksekusi, atau pembalasan politik oleh pemerintah penerus karena revolusi, kudeta militer, atau protes massa. Selain Andry Rajoelina, setidaknya terdapat enam pemimpin negara yang mengalami nasib serupa.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/21/efbe7d93-e3f9-45b4-a31e-943a9f06c23c_jpg.jpg)
Pada 2024, mantan pemimpin Suriah, Bashar al-Assad, melarikan diri ke Rusia saat pemberontak maju menuju ibu kota Damaskus untuk mengambil alih kekuasaan setelah bertahun-tahun perang saudara. Saat pasukan oposisi menyerbu seluruh negeri, Assad tiba di Moskwa, mengakhiri 51 tahun kekuasaan keluarganya di negara itu.
Selama bertahun-tahun, Assad menikmati dukungan dari sekutu Rusia dan Iran, yang mendukungnya selama 13 tahun perang saudara melawan pasukan oposisi. Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan perlindungan kepadanya, keluarganya, dan beberapa rekannya, serta menolak untuk mengekstradisinya ke Suriah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/21/990f2189-5b93-4a87-a5e0-3334ea5ef7b3_jpg.jpg)
Pada Agustus 2024, Perdana Menteri Bangladesh yang paling lama menjabat, Sheikh Hasina, dipaksa mengundurkan diri dan meninggalkan negaranya. Kekecewaan rakyat telah memicu gelombang unjuk rasa dan berhasil menggulingkan pemerintahannya.
Kantor hak asasi manusia PBB memperkirakan 1.400 orang tewas ketika pasukan keamanan menindak pengunjuk rasa yang dipimpin mahasiswa dan berlangsung selama berminggu-minggu. Hasina, yang masih berada di pengasingan di India, pertama kali menjadi PM pada 1996. Pada 2008, ia kembali ke negaranya dan memenangkan jabatan yang dipegangnya hingga ia mengundurkan diri.
Ayahnya, Sheikh Mujibur Rahman, adalah pemimpin pertama Bangladesh yang merdeka. Ia dibunuh dalam kudeta militer pada 1975.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/21/f6bf3ee7-f8ba-4966-b533-db7ecd141928_jpg.jpg)
Setelah berbulan-bulan protes atas krisis ekonomi yang menghancurkan, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa meninggalkan negaranya pada Juli 2022 ke Maladewa. Namun, ia kembali sekitar dua bulan kemudian.
Keruntuhan ekonomi negara kepulauan Asia Selatan itu menyebabkan kekurangan uang tunai untuk membayar impor makanan dan bahan bakar. Dampak lain adalah membuat utang macet dan memaksa orang mengantre selama berhari-hari demi untuk mendapatkan gas untuk memasak serta bahan bakar bensin.
Warga Sri Lanka menyalahkan Rajapaksa. Ia dituding sebagai bagian dari dinasti politik keluarga dan bertanggung jawab atas bencana tersebut. Ia dipaksa mengundurkan diri bersama saudaranya, Mahinda Rajapaksa, yang menjadi PM, dan dua saudara laki-laki lainnya serta seorang keponakan yang bertugas di kabinetnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/21/59a8eefb-e491-498e-9bba-0beaa76b66b3_jpg.jpg)
Pada Februari 2014, setelah serangkaian protes mematikan, Presiden Ukraina Viktor Yanukovych meninggalkan ibu kota Kyiv. Ia akhirnya muncul kembali di Rusia. Unjuk rasa di Kyiv dipicu oleh keputusan Yanukovych untuk menunda perjanjian dengan Uni Eropa pada November dan beralih ke pinjaman talangan sebesar 15 miliar dollar AS dari Rusia.
Yanukovych dan para pemimpin oposisi berusaha mencapai kesepakatan yang bertujuan untuk mengakhiri krisis politik Ukraina. Namun, diam-diam ia meninggalkan ibu kota malam itu. Anggota parlemen Ukraina memilih untuk memakzulkannya dan mengadakan pemilihan presiden lebih awal.
Sebuah surat penangkapan juga dikeluarkan untuknya menyusul unjuk rasa yang menyebabkan kematian puluhan warga sipil. Putin dan Yanukovych kemudian menyatakan bahwa pasukan Rusia membantu Yanukovych terbang ke Rusia melalui Crimea.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/21/1a229096-b1c9-4cdb-a017-1e62162a1bc3_jpg.jpg)
Pemimpin Libya Moammar Khadafy kehilangan kekuasaannya selama empat dekade selama Perang Saudara Libya 2011, yang merupakan bagian dari pemberontakan Musim Semi Arab yang lebih luas. Pasukan pemberontak menggulingkan Khadafy setelah merebut ibu kota Tripoli.
Situasi itu memaksanya melarikan diri bersama segelintir loyalis. Ia bersembunyi selama berminggu-minggu di tengah pengepungan berdarah oleh pasukan pemberontak di kota asalnya, Sirte. Sirte menjadi benteng terakhir perlawanan pengikutnya.
Khadafy akhirnya mencoba melarikan diri dari kota yang terkepung pada 20 Oktober 2011, bersama konvoi pejuang loyalis, tetapi mereka dibubarkan setelah diserang udara NATO. Pasukan oposisi kemudian menemukan Khadafy di sebuah pipa drainase besar dan menangkapnya. Setelah kematiannya, jasadnya dipamerkan di depan umum selama beberapa hari sebelum dimakamkan di sebuah lokasi terpencil di gurun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/21/51300b92-772b-4125-b345-c627c2b0e0d1_jpg.jpg)
Marc Ravalomanana menjabat sebagai Presiden keenam Madagaskar dari tahun 2002 hingga 2009 hingga ia digulingkan oleh kudeta militer yang dipimpin oleh Andry Rajoelina. Saat itu Rajoelina adalah mantan Wali Kota Antananarivo, ibu kota negara tersebut. Ravalomanana menyerahkan kekuasaannya kepada dewan militer dan melarikan diri ke Afrika Selatan.
Masyarakat internasional menganggapnya sebagai kudeta dan menarik semua bantuan, kecuali bantuan kemanusiaan. Ravalomanana kemudian dihukum secara in absentia atas konspirasi pembunuhan dalam kasus yang berkaitan dengan kekerasan selama penggulingannya. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah persidangan yang digambarkan tidak adil oleh Amnesty International.
Setelah lebih dari lima tahun diasingkan, ia kembali ke Madagaskar dan ditangkap di rumahnya. Tahun berikutnya, hukumannya dicabut dan ia dibebaskan dari tahanan rumah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/21/357a0459-5d70-493d-933b-2f34037439a3_jpg.jpg)
Mantan Presiden Haiti Jean-Bertrand Aristide dua kali melarikan diri dari negaranya selama kudeta militer. Yang pertama enam bulan setelah ia menjadi pemimpin pertama di kepulauan Karibia yang dipilih secara demokratis pada 1991.
Reformasinya membuat marah elite militer dan ia melarikan diri ke Venezuela ketika pemerintahannya jatuh. Ia diangkat kembali untuk menyelesaikan masa jabatannya dari tahun 1994 hingga 1996 dengan bantuan dari Amerika Serikat.
Aristide memenangi pemilihan lagi tahun 2000, tetapi pada 2004 negara itu dilanda kekacauan dan ia terpaksa mengundurkan diri. Pemerintahannya menghadapi pemberontakan rakyat.
Aristide melarikan diri untuk kedua kalinya, meninggalkan Haiti dengan pesawat carteran AS menuju Republik Afrika Tengah dan kemudian menetap di Afrika Selatan. Ia kembali ke Haiti pada 2011. (AP/REUTERS/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan