Pemusatan Latihan Satu Pekan, Pemain LKG BRI Indonesia Alami Simulasi Kondisi di Piala Gothia

Kebugaran fisik jadi kendala besar yang harus bisa diatasi LKG BRI Indonesia di Piala Gothia 2025. Empat laga uji coba terakhir dilalui tiga menang dan satu kalah.

23 Jun 2025 16:36 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

BOGOR, KOMPAS — Pelaksanaan pemusatan latihan untuk tim LKG BRI Indonesia selama satu pekan di Citeko, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 16-23 Juni 2025, membantu pemain dan pelatih mendapat gambaran tentang kondisi mereka selama Piala Gothia 2025. Faktor kebugaran, cuaca, makanan, hingga rencana permainan telah dipersiapkan untuk menghadapi ”piala dunia remaja” di Swedia, 13-19 Juli 2025.

Berlatih dengan intensitas dan fokus tinggi selama dua kali sehari dalam tujuh hari, lalu diselingi agenda empat laga uji coba, memberikan pelajaran berarti bagi 18 pemain LKG BRI Indonesia yang lahir pada 2010-2011. Para pemain mulai terbiasa dengan iklim sejuk bersuhu 18-22 derajat celsius yang tersaji di kawasan Citeko.

Namun, mereka amat kelelahan ketika sudah memasuki tiga hari masa pemusatan latihan. Satu per satu pemain mengalami kendala fisik sehingga tidak bisa bermain pada laga uji coba.

Gelandang serang Lutfi Helmi Hanafi menjadi pemain pertama yang mengalami cedera. Ia sudah tidak bisa bertanding dan hanya jalani latihan ringan sejak Sabtu (21/6/2025).

Gelandang serang LKG BRI Indonesia, Oksal Kristian Gani, menghadang pemain Cipta Cendikia pada laga uji coba, Senin (23/6/2025), di Lapangan Ayo Arena, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Latih tanding itu menjadi agenda penutup pemusatan latihan tim selama sepekan jelang Piala Gothia 2025.

Pada laga uji coba pamungkas pada periode pemusatan latihan melawan Cipta Cendikia, yang dihuni pemain kelahiran 2008-2009, Senin (23/6/2025), di Lapangan Ayo Arena, Sentul, Bogor, satu pemain gelandang lain, yakni M Hazwan Haidar, hanya bisa bermain sekitar 15 menit.

Benturan yang mengenai lutut menyebabkan pemain asal Persigawa itu tidak bisa melanjutkan permainan. Ia kesulitan berjalan akibat rasa sakit di bagian lutut yang sudah terasa pada laga uji coba Minggu (22/6/2025) menghadapi SSB Bromelia Bogor.

Penyerang M Akbar Ramadhan juga tidak bisa melanjutkan permainan pada babak kedua karena menderita rasa sakit di bahu kanannya setelah terjatuh akibat tekel lawan. Dalam laga yang berdurasi 3 x 30 menit itu, Akbar hanya duduk di bangku cadangan selama babak kedua.

Setelah mendapatkan perawatan dengan kompres es, Akbar akhirnya bisa diturunkan pada babak ketiga. Hasilnya, ia mencetak sebuah gol dan sebuah asis untuk gol Dimas Anggara. LKG BRI Indonesia unggul 3-2. Satu gol dicetak gelandang, Radithya Javas Nugraha, pada babak pertama.

M Akbar Ramadhan, penyerang LKG BRI Indonesia, menggiring bola di tengah kawalan pemain SSB Indonesia Muda Bogor pada laga uji coba di Bromelia Sport Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/6/2025). LKG BRI Indonesia jalani laga uji coba senagai persiapan bertarung di Piala Gothia 2025, Juli nanti.

”Masih agak sakit karena saya jatuh untuk menghindari tekel lawan. Pemusatan latihan ini jadi pelajaran untuk saya dan teman-teman untuk mempersiapkan diri di Piala Gothia nanti. Tentu lelah, tetapi kami tahu tidak ada yang mudah untuk menjadi juara,” ujar Akbar yang mencetak gol pada tiga dari empat laga uji coba.

Pelatih Kepala LKG BRI Indonesia Tb Wahyudin Syah mengungkapkan, terdapat tujuh pemain yang merasakan kendala fisik selama pemusatan latihan. Menurut dia, durasi istirahat dan pemulihan pemain akan menjadi kunci selama bertarung di Piala Gothia 2025.

”Stamina setiap individu pemain sangat baik berdasarkan VO2 max mereka. Saya dan coach Eddy (asisten pelatih) akan mencoba memaksimalkan ritme istirahat dan bertanding mereka agar semua pemain bisa tetap fit di Swedia nanti,” ujar Wahyu.

”Laskar Kera Sakti”, julukan LKG BRI Indonesia yang merujuk lokasi pertandingan mereka di Liga Kompas U-14 Powered by BRI 2024-2025, tergabung di Grup 29 kategori Boys 15 Piala Gothia 2025. Dua tim tuan rumah, yakni AFC Eskilstuna dan Ojersjo IF, serta klub Inggris, Prep Schools District, bakal menjadi penantang untuk memperebutkan tiket ke fase gugur playoff A.

Pertandingan babak penyisihan berlangsung mulai 14 Juli hingga 16 Juli 2025. Sebelum bertanding, LKG BRI Indonesia mendapat kehormatan mewakili Indonesia pada upacara pembukaan Piala Gothia 2025, yang merupakan edisi ke-50, di Stadion Ullevi, Gothenburg, Minggu (13/7/2025) petang waktu setempat.

M Fadlan, penyerang sayap LKG BRI Indonesia, melepaskan operan di tengah hadangan Cipta Cendikia pada laga uji coba, Senin (23/6/2025), di Lapangan Ayo Arena, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Latih tanding itu menjadi agenda penutup pemusatan latihan tim selama sepekan jelang Piala Gothia 2025.

Makanan

Satu hal yang kerap menjadi kendala bagi tim terbaik Liga Kompas U-14 setiap berlaga di Piala Gothia adalah kecocokan makanan. Para pemain remaja Indonesia sulit beradaptasi dengan makan tanpa nasi.

Selama pemusatan latihan, para pemain hanya dua hari mendapatkan kesempatan makan dengan nasi. Nasi hadir pada dua hari awal pemusatan latihan. Setelah itu, menu makanan tidak menggunakan nasi. Sebagai gantinya, kandungan karbohidrat dihadirkan melalui kentang, jagung, dan roti gandum.

Sejumlah pemain sulit makan tanpa nasi. Meski begitu, mereka mengaku mulai memaksa diri untuk terbiasa makan tanpa nasi demi bisa bermain maksimal di Piala Gothia 2025.

M Fauzan Alhadar, penyerang sayap, mengatakan sudah bisa beradaptasi dengan menu makanan yang akan mereka santap selama berada di Swedia. Ia pun berjanji akan mengurangi nasi seminimal mungkin jelang dua pekan keberangkatan tim pada Jumat, 11 Juli mendatang.

Adi Prinantyo, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas (Kompas.id) sekaligus Ketua Komite Liga Kompas U-14, memberikan pembekalan kepada pemain LKG BRI Indonesia pada sesi terakhir pemusatan latihan, Minggu (22/6/2025), di Citeko, Bogor, Jawa Barat. Setelah jalani pemusatan latihan selama sepekan, pemain kian siap untuk bertarung di Piala Gothia 2025.

”Seminggu ini saya sudah nyaman tidak makan nasi. Jadi, saya tidak mau lagi bergantung nasi supaya bisa langsung terbiasa dengan makanan di Swedia. Makan kentang mirip seperti ubi di kampung saya,” tutur Fauzan, pemain Villa 2000 yang berasal dari Ternate, Maluku Utara.

Mulai terbiasa makan tanpa nasi juga sudah dinikmati oleh bek tengah Abdullah Husain. ”Saya tidak apa-apa makan tanpa nasi. Yang penting (porsi) dagingnya lebih banyak,” kata Husain sembari tersenyum.

Sebelum berangkat ke Swedia, tim LKG BRI Indonesia masih memiliki satu agenda uji coba. Tim U-16 Persija, yang disiapkan untuk mengikuti Elite Pro Academy 2025, akan menjadi lawan tanding pamungkas Laskar Kera Sakti pada Sabtu (28/6/2025) di Lapangan Pusat Latihan Persija, Sawangan, Depok, Jawa Barat.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan