Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah mempersembahkan medali emas estafet campuran di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2026 Guiyang, China.
12 Sep 2026 22:27 WIB · Olahraga
World Climbing/Kazushige Nakajima
GUIYANG, KOMPAS — Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah tampil hampir tanpa cela ketika berduet di nomor estafet campuran seri Piala Dunia Panjat Tebing 2026 Guiyang, China. Performa sempurna pemanjat disiplin speed itu berbuah emas kedua tim Indonesia di Guiyang.
Raharjati dan Rajiah meraih emas setelah menyelesaikan perlombaan final dalam waktu 11,35 detik, Sabtu (12/9/2026) malam. Mereka unggul jauh dari pemanjat tuan rumah, Mengli Zhang/Ziyu Zhou, yang mencatatkan waktu 14,85 detik.
Pencapaian Raharjati dan Rajiah merupakan prestasi pertama Indonesia di nomor estafet level dunia. Sebelumnya, Indonesia pernah meraih emas nomor estafet putri di Asian Beach Games 2026 serta estafet putra dan putri di Asian Games Jakarta-Palembang 2018.
Prestasi itu juga menambah koleksi emas Indonesia di Guiyang. Pada kategori individu, Antasyafi Robby Al Hilmi meraih emas speed putra, Jumat (11/9/2026).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/09/12/19b8329e-42e4-4d5e-acd5-f97fe8ec4cbb_jpg.jpg)
”Setelah di Krakow kami berduet dan belum dapat podium, senang rasanya sekarang bisa podium dan bahkan podium tertinggi saat berduet lagi di sini,” kata Rajiah.
Nomor estafet campuran pertama kali dilombakan pada seri Piala Dunia 2026 Krakow, Polandia. Berbeda dengan nomor estafet putra dan putri yang sudah dilombakan di sejumlah ajang, termasuk level dunia lewat The World Games 2025, nomor estafet campuran belum pernah dilombakan sebelumnya di ajang internasional.
Meski begitu, atlet Indonesia terbiasa dengan nomor perlombaan tersebut. Sebab, estafet campuran telah dilombakan di kompetisi nasional seperti PON.
Saat tampil di Krakow, Raharjati/Rajiah terhenti pada babak semifinal. Mereka kalah cepat dari pasangan Amerika Serikat, Samuel Watson/Emma Hunt, yang akhirnya mencetak rekor dunia dengan finis 11 detik. Pada final, Watson/Hunt menajamkannya menjadi 10,89 detik.
Pada perebutan medali perunggu, Raharjati/Rajiah kembali kalah cepat. Mereka tertinggal dari Yafei Zhou/Yicheng Zhao (China) yang mencetak rekor Asia, 11,17 detik.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/09/12/4bdff9bd-df8e-459c-acaa-b317d91ac2af_jpeg.jpg)
Di Guiyang, Raharjati/Rajiah tampil hampir tanpa cela, bahkan sejak babak kualifikasi. Mereka keluar sebagai pemanjat tercepat babak kualifikasi dengan 11,81 detik.
Pada babak 16 besar hingga final pun, tidak ada kesalahan berarti yang mereka lakukan. Raharjati/Rajiah tampak begitu menikmati perlombaan dan fokus menyelesaikan pemanjatan.
Hanya pada semifinal, Rajiah sempat terpeleset. Akan tetapi, kesalahan minor itu tak berpengaruh banyak pada hasil.
Pencapaian di Guiyang lebih istimewa lagi karena merupakan emas pertama Rajiah dan Raharjati di seri Piala Dunia tahun ini. Bagi Rajiah, ini bahkan emas pertama dalam tiga tahun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/09/12/1422b229-d8e2-4ad4-9a3f-cbfcf075b6de_jpeg.jpg)
Rajiah terakhir kali meraih emas di panggung tersebut pada 2023 di seri Chamonix. Sementara itu, Raharjati terakhir menyabet emas di Krakow 2025.
”Tidak ada rahasia kemenangan, cuma latihan dan konsisten. Setelah beberapa kali estafet campuran, Alhamdulillah bisa emas. Semoga bisa mempertahankannya,” ujar Raharjati.
Nomor estafet campuran akan kembali dilombakan di seri Chongqing, China, 18-20 September. Nomor perlombaan ini akan lebih sering muncul di seri-seri Piala Dunia mendatang.
Meski begitu, pelatih tim speed Indonesia Galar Pandu Asmoro mengatakan, mereka tidak akan terlalu fokus pada nomor tersebut. Menurut Galar, jika atlet bisa fokus dengan performa individunya, mereka juga akan bisa tampil baik di nomor estafet.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2018/09/04/0ef08e2a-b48e-4d69-999c-aacbd792d4e3_jpg.jpg)
”Teman-teman tetap harus fokus memperbaiki performa individu. Hasil nomor estafet campuran akan mengikuti setelah tetap menjaga fokus pribadi,” kata Galar.
Indonesia mengirimkan dua tim pada perlombaan nomor estafet campuran ini. Tim lainnya, Antasyafi Robby Al Hilmi/Kadek Adi Asih, terhenti pada perempat final. Mereka kalah cepat dari Watson/Hunt.
Indonesia hanya mengirim lima atlet ke Guiyang. Mereka adalah Raharjati, Rajiah, Robby, dan Asih, dan pemanjat yang akan bersaing di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Berthdigna Devi Surya.
Mereka masih akan berlomba pada nomor estafet putra dan putri pada Minggu (13/9/2026). Selain untuk mematangkan persiapan Asian Games Aichi-Nagoya untuk Berthdigna, ajang seri Piala Dunia tersebut juga diikuti guna menjaga performa para atlet lainnya.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji