Kuba memberikan penghormatan kepada para tentaranya yang tewas dalam penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
17 Jan 2026 09:00 WIB · Internasional
AP/Ramon Espinosa
Ribuan warga Kuba bergeming saat hujan lebat mengguyur halaman gedung Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner di Havana pada Kamis (15/1/2026). Sebagian mereka berteduh di bawah payung, sebagian yang lain nekat basah-basahan.
Akhir antrean berada jauh di ujung jalan raya. Ribuan warga itu sabar menanti giliran diperbolehkan masuk ke aula gedung, tempat 32 peti berisi guci sisa-sisa abu tentara Kuba yang tewas saat penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, 3 Januari lalu.
Seorang ibu yang mendapat giliran maju dan berhenti di depan jejeran 32 peti. Ia membuka sebuah koran yang bertuliskan ”kehormatan dan kemuliaan” sambil memberikan penghormatan. Dari total 32 tentara yang tewas, sebanyak 21 prajurit berasal dari kementerian dalam negeri Kuba, yang mengawasi dinas intelijen. Sisanya berasal dari militer.
Sebelumnya, Presiden Miguel Diaz-Canel dan Castro, mantan pemimpin Kuba yang berusia 94 tahun, hadir dengan seragam militer lengkap untuk menerima jenazah para prajurit pada Kamis pagi. Satu per satu, guci-guci berisi abu jenazah yang diselimuti bendera Kuba diturunkan dari pesawat di Bandara Internasional Jose Marti Havana.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/16/4170f49e-1008-420d-ae39-c5fec0ddfdb0.jpg)
Pada acara tersebut, Menteri Dalam Negeri Jenderal Lazaro Alberto Alvarez menyampaikan rasa hormat dan terima kasih negara kepada para tentara yang menurutnya telah ”berjuang hingga peluru terakhir”. Kuba telah memberikan pengamanan bagi Maduro sejak ia berkuasa.
Tidak ada keterangan resmi berapa banyak tentara Kuba yang tewas saat menjaga presiden Venezuela ataupun yang tewas di tempat lain. Dua puluh tiga tentara Venezuela juga tewas dalam serangan Amerika Serikat yang menyebabkan Maduro dan istrinya dibawa pergi untuk diadili di New York atas tuduhan perdagangan narkoba.
Jenazah para prajurit kemudian diangkut dengan jip ke Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner. Ribuan warga dan tentara berjejer di sepanjang jalan dan bertepuk tangan mengiringi prosesi tersebut. (AP/AFP/Reuter)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto