Pengiriman Bantuan Lewat Udara di Gaza Dimulai

Jeda pertempuran 10 jam di Gaza dimanfaatkan untuk distribusi bantuan kemanusiaan.

28 Jul 2025 09:37 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Dua pesawat milik angkatan udara Jordania dan satu pesawat Hercules Uni Emirat Arab berputar-putar di atas reruntuhan kota Gaza. Ribuan warga Palestina di bawahnya memperhatikan sambil melambaikan tangan. Tak lama pesawat mulai menjatuhkan bantuan kemanusiaan dengan parasut yang disambut sorak-sorai warga. Mereka berlarian menuju lokasi jatuhnya bantuan, berusaha menjadi yang pertama.

Walaupun sempat ditentang dengan alasan keamanan, pemberian bantuan yang dijatuhkan lewat udara akhirnya dilaksanakan sebagai upaya untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau dari darat. Jordania dan UEA menyalurkan bantuan lewat udara, melengkapi organisasi bantuan lain yang memberi bantuan lewat darat. 

Paket bantuan kemanusiaan dimuat ke pesawat angkut militer C-130 Hercules Angkatan Udara Kerajaan Jordania di sebuah lapangan terbang sebagai bagian dari misi menyalurkan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.
Pesawat angkut militer C-130 Hercules Angkatan Udara Kerajaan Jordania lepas landas dari lapangan terbang sebagai bagian dari misi penyaluran bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.
Sebuah pesawat angkut militer C-130 Hercules Angkatan Udara Kerajaan Jordania menjatuhkan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.
Warga Palestina menyaksikan sebuah pesawat angkut militer mendekat untuk menjatuhkan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza utara, Minggu (27/7/2025).
Sebuah pesawat angkut militer menjatuhkan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza utara pada 27 Juli 2025.
Bantuan kemanusiaan diterbangkan ke Palestina di atas Jalur Gaza utara, Minggu (27/7/2025).
Warga Palestina berjalan membawa karung tepung di dekat Jabalia, di Jalur Gaza utara, pada Minggu (27/7/2025), setelah truk yang membawa bantuan kemanusiaan memasuki Gaza utara dari penyeberangan perbatasan Zikim.

Militer Israel memberlakukan ”jeda taktis” dari pukul 10.00 pagi hingga pukul 20.00 di Kota Gaza, Deir al-Balah, dan Muwasi, yang semuanya berpenduduk besar. Ini bertujuan untuk memberi kesempatan bantuan kemanusiaan masuk ke tiga wilayah tersebut. Jeda pertempuran terbatas selama 10 jam sehari dimanfaatkan oleh organisasi kemanusiaan dan negara-negara lain untuk membantu mengatasi bencana kelaparan di Gaza.

Foto-foto anak-anak Gaza yang kurus kering telah memicu kritik terhadap Israel, termasuk dari sekutunya yang menyerukan diakhirinya perang. Sebelumnya, Israel membatasi bantuan kepada penduduk Gaza yang berjumlah lebih dari 2 juta jiwa karena menuduh Hamas menyedotnya untuk memperkuat kekuasaannya. Perang yang telah berlangsung selama 21 bulan membuat sebagian besar penduduk Palestina kini bergantung pada bantuan asing.

Di malam hari, lepas dari jeda pertempuran terbatas selama 10 jam, serangan terus berlanjut. Sedikitnya 41 warga Palestina dari Sabtu malam hingga Minggu, termasuk 26 orang yang sedang mencari bantuan, tewas. 

Warga Palestina berkerumun di titik distribusi sup lentil di Kota Gaza di Jalur Gaza utara pada 27 Juli 2025.

Masalah dalam pengiriman bantuan

Setelah mengakhiri gencatan senjata terakhir pada Maret, Israel menghentikan masuknya makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan pasokan lainnya ke Gaza selama 2,5 bulan. Penghentian pasokan bantuan ini untuk menekan Hamas agar membebaskan para sandera. Hamas diperkirakan masih menyandera 50 orang di Gaza di mana lebih dari separuhnya diyakini telah tewas.

Di bawah tekanan internasional, Israel sedikit melonggarkan blokade pada Mei. Sejak itu, rata-rata 69 truk per hari jauh di bawah 500-600 truk yang menurut PBB dibutuhkan. PBB mengatakan tidak dapat mendistribusikan banyak bantuan karena massa dan geng yang kelaparan mengambil sebagian besar bantuan dari truk.

Sebuah pesawat angkut militer menjatuhkan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza utara, Minggu (27/7/2025).
Warga berjalan dengan paket bantuan kemanusiaan melewati bangkai kuda di Jalur Gaza utara Minggu (27/7/2025).  Hari itu dua pesawat Jordania dan satu pesawat Emirat menjatuhkan 25 ton bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza,.
Bocah Palestina bereaksi saat menunggu distribusi sup lentil di Kota Gaza di Jalur Gaza utara, Minggu (27/7/2025).
Bantuan lewat udara diterjunkan ke Palestina di atas Kota Gaza, Jalur Gaza, Minggu (27/7/2025).
Konvoi truk yang membawa bantuan kemanusiaan berbaris untuk memasuki penyeberangan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza, Minggu (27/7/2025).
Asap mengepul dari sebuah ledakan di Jalur Gaza utara, pada Minggu (27/7/2025).
Bantuan kemanusiaan diterbangkan ke Palestina di atas Jalur Gaza utara, Minggu (27/7/2025).

Dalam upaya mengalihkan pengiriman bantuan dari kendali PBB, Israel telah mendukung Yayasan Kemanusiaan Gaza yang terdaftar di Amerika Serikat yang membuka empat pusat distribusi. Namun, lebih dari 1.000 warga Palestina tewas dalam upaya pencarian makanan di sekitar lokasi tersebut. 

Rumah Sakit Awda di Nuseirat menyatakan, pasukan Israel menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk empat anak-anak dan seorang wanita, dan melukai 101 orang saat mereka menuju lokasi distribusi bantuan GHF di Gaza tengah. Militer Israel mengatakan telah melepaskan tembakan peringatan untuk mencegah para penjarah mendekati lokasi pusat distribusi bantuan sebelum jam buka. 

Tiga belas orang lainnya tewas saat mencari bantuan di tempat lain, termasuk Kota Gaza barat laut, tempat lebih dari 50 orang terluka, dan di dekat pelintasan Zikim tempat lebih dari 90 orang terluka.

Yazan Abu Ful, seorang anak kekurangan gizi berusia 2 tahun, berpose untuk foto di rumah keluarganya di kamp pengungsi Shati, di Kota Gaza pada hari Rabu, 23 Juli 2025.

Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu menyebut gambar anak-anak kurus kering dan kekurangan gizi di Gaza ”mengerikan”.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto