LIGA CHAMPIONS

Pentalogi Madrid dan City dalam Jebakan ”Jalur Perak”

Kisah pentalogi Madrid dan City akan tersaji di babak 16 besar Liga Champions musim ini. Setelah duel sengit itu, mereka juga dinanti jalan berliku ke partai puncak.

27 Feb 2026 20:20 WIB · Olahraga

AP/Keystone/Martial Trezzini

Oleh Kelvin Hianusa

NYON, JUMAT — Real Madrid dan Manchester City seperti ditakdirkan untuk saling menyingkirkan. Untuk kelima kali beruntun sejak musim 2021-2022, mereka akan kembali bersua di fase gugur Liga Champions. Pentalogi itu menambah ramai persaingan sengit ”jalur perak” menuju final di Budapest.

Undian babak 16 besar Liga Champions telah selesai dilaksanakan di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat (27/2/2026) WIB. Sebanyak delapan tim yang berhasil lolos dari babak playoff diundi untuk menghadapi delapan tim teratas dari babak grup. Salah satu hasilnya mempertemukan lagi Madrid dan City.

Madrid yang lolos dari jalur playoff sebenarnya memiliki dua opsi lawan, yaitu City atau Sporting CP. Namun, seperti prediksi kiper Madrid, Thibaut Courtois, takdir pasti kembali menyandingkan mereka dengan City. Adapun Madrid dan City selalu bertemu di babak gugur dalam empat edisi terakhir.

Duel itu sangat menarik, baik dari sisi narasi maupun kualitas. Madrid datang membawa dendam dari babak grup. ”El Real” harus susah payah melewati jalur playoff karena terdepak oleh City dari peringkat delapan besar di pekan terakhir. Madrid finis di peringkat ke-9, terpaut satu peringkat dengan City.

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe merayakan golnya ke gawang Manchester City pada laga kedua playoff Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Kamis (20/2/2025) dini hari WIB. Mbappe mencetak tiga gol dan Madrid menang 3-1 pada laga itu.

Sementara itu, ”The Citizens” membawa rasa penasaran dari dua pertemuan terakhir. Tim asuhan Manajer Pep Guardiola itu berturut-turut disingkirkan Madrid, termasuk di babak playoff pada edisi musim lalu. Dampaknya, City tertinggal dari Madrid dalam rekor pertemuan sejak 2021-2022, yaitu 1-3.

Menariknya, saat kedua tim bertemu di fase gugur selain playoff, salah satu dari mereka selalu berujung menjadi juara. Hal itu terbukti dalam tiga musim beruntun, pada 2021-2022, 2022-2023, dan 2023-2024. Wajar jika pertemuan mereka sering disebut sebagai final bayangan.

Menurut Guardiola, bisa bertemu tim tersukses dalam sejarah turnamen seperti Madrid adalah kehormatan besar bagi mereka. ”Bagi kami, itu adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Anda bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi pada masa depan,” kata sang manajer.

Madrid dan City adalah dua tim dengan nilai skuad tertinggi, menurut Transfermarkt. Itu bisa sedikit memperlihatkan kualitas skuad mereka yang bertaburkan bintang. ”Jika kami ingin juara, pastinya kami harus menghadapi tim-tim terbaik (seperti City),” kata gelandang Madrid, Aurelien Tchouameni.

Jalan berliku juga sudah menanti Madrid dan City seandainya lolos dari 16 besar. Mereka berada di ”jalur perak” yang berisikan tim-tim besar. Tiga laga lain yang masuk jalur tersebut adalah PSG versus Chelsea, Galatasaray versus Liverpool, dan Atalanta versus Bayern Muenchen.

Penyerang Chelsea Joao Pedro mencetak gol ke gawang PSG dalam laga final Piala Dunia Antarklub 2025 di Stadion MetLife, Newyork, pada Senin (14/7/2025) WIB. Pedro menyumbang satu gol untuk membawa Chelsea menang 3-0 atas PSG.

Terdapat dua jalur untuk menuju final di Budapest, yaitu ”jalur biru” dan ”jalur perak”. Setiap jalur berisikan delapan tim. Persaingan di ”jalur biru” tidak terlalu ramai karena hanya diisi dua tim raksasa, Barcelona (versus Newcastle) dan Arsenal (versus Bayer Leverkusen).

Lihat saja perbandingan dua jalur itu. Di ”jalur perak”, terdapat banyak tim tradisional yang terbukti bisa berprestasi dalam kancah Eropa. Sebanyak enam tim pernah juara dan mengombinasikan total 31 trofi. Adapun hanya Barca (5 trofi) satu-satunya tim yang pernah juara dari ”jalur biru”.

Bukan hanya dari sejarah, ketimpangan juga terlihat dari performa saat ini. Menurut data analisis Opta yang mengurutkan tim berdasarkan tren performa atau power rankings, ”jalur perak” juga berisikan lebih banyak tim di peringkat sepuluh besar terbaik (6 tim) dibandingkan ”jalur biru” (3 tim).

Selain Madrid dan City, jalan tidak kalah sulit dihadapi oleh PSG dan Chelsea. Duel itu akan menjadi ulangan final Piala Dunia Antarklub 2025. Chelsea berhasil juara ketika itu dengan menang 3-0 atas sang juara bertahan Liga Champions. Pertemuan nanti berbeda karena berlangsung dalam dua laga, di kandang dan tandang.

Pelatih PSG Luis Enrique berkata, jalur berliku justru membuat mereka semakin termotivasi. ”Jika ada tim yang melewati babak grup tersulit dan akan dinanti jadwal sulit lain, itu adalah kami. Anda butuh kompetisi untuk menjuarai Liga Champions dan kami merupakan ahlinya,” ujarnya.

Arsenal, juara grup, pun menjadi pemenang terbesar dalam undian. Jalan tim asuhan Manajer Mikel Arteta itu cukup lapang untuk melaju setidaknya sampai semifinal. Calon lawan mereka di 16 besar, Leverkusen, ataupun di perempat final, Bodo/Glimt atau Sporting CP, berstatus tim kuda hitam.

TOPSHOT - Bayern Munich's Austrian midfielder #27 Konrad Laimer (R) clashes with Arsenal's English midfielder #07 Bukayo Saka during the UEFA Champions League league phase football match between Arsenal and Bayern Munich at the Emirates Stadium in north London on November 26, 2025. (Photo by Ben STANSALL / AFP)

Jalan itu turut memperbesar kans Arsenal yang digadang-gadang sebagai favorit juara. Setelah undian, menurut superkomputer Opta, peluang juara Arsenal naik drastis jadi 27,4 persen. Angka itu merupakan yang tertinggi, jauh meninggalkan tim favorit kedua, Bayern Muenchen (14,28 persen).

Meskipun begitu, itu hanyalah prediksi di atas kertas. Hasil di lapangan bisa berbanding terbaik. Seperti diketahui, banyak kejutan yang terjadi musim ini. Salah satunya keajaiban tim asal Norwegia, Bodo/Glimt, yang berhasil menumbangkan finalis musim lalu, Inter Milan, di babak playoff.

Laga pertama babak 16 besar akan berlangsung pada 10-11 Maret, diikuti dengan laga kedua pada 17-18 Maret. Tim yang berposisi lebih rendah di babak grup akan memainkan laga kandang terlebih dulu. Dalam hal ini, Madrid akan menjamu City sebelum bertandang ke Stadion Etihad pada laga penentu. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar