SEPAK BOLA

Sinyal Ancaman dari Penyintas ”Playoff” Liga Champions

Pertarungan sengit dari para penyintas ”playoff” mengindikasikan babak 16 besar tidak akan mulus bagi delapan tim teratas fase liga yang telah terlebih dulu lolos.

26 Feb 2026 14:22 WIB · Olahraga

AP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

TURIN, KAMIS — Fase playoff 16 besar Liga Champions Eropa resmi usai, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Delapan tim menyusul mereka yang telah lolos otomatis lewat peringkat delapan teratas fase liga. Menilik drama yang tersaji, daya juang para penyintas playoff sangat mungkin membuat persaingan pada babak 16 besar menjadi lebih menarik.

Atalanta, Galatasaray, Real Madrid, Paris Saint-Germain, Atletico Madrid, Newcastle United, Bayer Leverkusen, dan Bodo/Glimt memastikan tempat di 16 besar. Lawan-lawan mereka akan ditentukan dalam undian 16 besar yang berlangsung pada Jumat (27/2/2026). Berjibaku lewat playoff bukan berarti kedelapan tim tersebut adalah tim buangan. Sebaliknya, daya juang mereka jauh lebih teruji dan matang lantaran harus menempuh jalan berliku untuk mencapai fase gugur.

Delapan tim teratas fase liga yang telah lebih dulu lolos memang punya keuntungan karena berhak tampil sebagai tuan rumah pada pertemuan kedua nanti. Namun, jangan pernah meremehkan daya juang dari para penyintas playoff. Perlu diingat, juara bertahan, PSG, juga menempuh fase playoff sebelum menjejakkan kaki di final.

Kerasnya persaingan pada fase playoff mengakibatkan seakan tiada kepastian di sana. Galatasaray mengalami hal tersebut saat melawat ke markas Juventus, Stadion Allianz, Turin. Bahkan, berbekal keunggulan tiga gol ternyata tidak cukup membuat langkah Galatasaray ke 16 besar berlangsung tenang.

Galatasaray's Baris Yilmaz, right, scores their second goal during extra time in a Champions League soccer match between Juventus and Galatasaray, Wednesday, Feb. 25, 2026, in Turin, Italy (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Juventus yang tersudut berusaha ”menggigit” hingga akhir. Benar saja, ”Si Nyonya Besar” sanggup mengejar defisit gol pada waktu normal meskipun bermain dengan 10 orang setelah kehilangan bek Lloyd Kelly yang terkena kartu merah. Sayangnya, hasil akhir tidak berpihak pada Juventus seiring kebangkitan Galatasaray pada babak tambahan lewat gol Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz. Meski menang 3-2, Juventus gagal melaju karena kalah agregat, 5-7.

Pelatih Galatasaray Okan Buruk memuji daya juang Juventus hingga menyebabkan timnya kesulitan meski sudah unggul tiga gol secara agregat. Melewati laga yang sengit dan menegangkan layaknya final dalam memenangkan tiket 16 besar, Okan yakin timnya bakal makin kuat sekaligus muncul sebagai ancaman pada laga berikutnya. Galatasaray kemungkinan akan bertemu antara Tottenham Hotspur atau Liverpool pada fase gugur.

”Kami juga kesulitan, bahkan setelah Juventus bermain dengan sepuluh pemain. Para pemain sayap mereka sangat bagus dan memaksa kami untuk bertahan dalam waktu yang lama. Saat jeda, saya meminta para pemain saya untuk lebih tenang, tetapi kami hanya berhasil melakukannya sesekali. Dari segi performa, seharusnya kami bisa bermain jauh lebih baik. Tetapi, yang terpenting adalah kami berhasil mencapai babak 16 besar,” kata Okan Buruk.

Momen dramatis

Pada laga lain, Atalanta juga melewati momen-momen dramatis sebelum menggenggam tiket 16 besar. Menyambut Borussia Dortmund dengan defisit dua gol, Atalanta memberikan perlawanan hingga mampu unggul 2-0 saat jeda.

Atalanta's Lazar Samardzic scores a penalty during the Champions League second leg playoff match between Atalanta and Borussia Dortmund in Bergamo, Italy, Wednesday, Feb. 25, 2026. (Spada/LaPresse via AP)

Laga berlangsung lebih menarik saat Atalanta berbalik unggul 3-2 secara agregat melalui sundulan Mario Pasalic pada babak kedua. Dortmund mampu membalas lewat Karim Adeyemi, tetapi drama penalti akibat pelanggaran Ramy Bensebaini terhadap Nikola Krstovic mengubah hasil akhir.

Lazar Samardzic yang maju sebagai eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan baik. Atalanta unggul saat laga tersisa hanya beberapa detik sehingga tiada ruang bagi Dortmund untuk membalas. Atalanta menjadi satu-satunya wakil Italia yang tersisa. Pada babak 16 besar, Atalanta kemungkinan akan bertemu Arsenal atau Bayern Muenchen.

”Kami berjuang ketika diperlukan, menyerang ketika diperlukan, dan pada akhirnya hasilnya pantas. Pelatih menyuruh kami untuk tetap tenang, memainkan sepak bola kami dan percaya sampai akhir. Kami tahu kami bisa menyakiti mereka dan kami memberikan semua yang kami miliki,” ucap kapten Atalanta, Marten de Roon.

Tim dengan tradisi kuat di Liga Champions, seperti Real Madrid, pun merasakan ketidakpastian meski bermodal keunggulan satu gol saat menjamu Benfica. Rafa Silva menyalakan asa Benfica dengan mencetak gol pada menit-menit awal babak pertama. Untungnya, Real merespons dengan sigap berkat gol pertama Aurelian Tchouameni di Liga Champions.

Vinicius Junior mencetak gol kemenangan Real di babak kedua sekaligus mengakhiri perlawanan Benfica. Jika bukan karena ketenangan dalam situasi penuh tekanan, Real sudah pasti akan kembali menemui mimpi buruk saat digagalkan Benfica lolos langsung ke fase gugur. Meski meraih tiket 16 besar melalui playoff, hal itu tidak lantas menanggalkan status Real sebagai salah satu favorit juara.

Spain Champions League Soccer

Real berpotensi bertemu Sporting Lisbon atau Manchester City di 16 besar. Lantaran lolos lewat playoff, Real akan bertindak sebagai tuan rumah pada pertemuan pertama. ”Orang-orang sudah terbiasa dengan Manchester City karena sudah enam atau tujuh tahun berturut-turut kami bertemu mereka. Sudah terlalu sering, tapi pasti kami akan bertemu lagi. Siapa pun lawannya akan sangat sulit, apalagi leg kedua dimainkan tandang. Keduanya akan menjadi lawan yang sangat tangguh,” kata Pelatih Real Alvaro Arbeloa.

Atalanta, Galatasaray, dan Real sudah membuktikan diri bisa lolos dari situasi darurat. Oleh sebab itulah, mereka akan jadi pesaing berat di 16 besar. Di samping mereka, jangan lupakan sensasi tim kuda hitam asal Norwegia, Bodo/Glimt, yang membuat kejutan dengan menyingkirkan finalis musim lalu, Inter Milan, dengan skor meyakinkan, 5-2, secara agregat.

Inter menjadi tim raksasa ketiga yang ditumbangkan Bodo/Glimt setelah City dan Atletico. Dengan begitu, bukan tidak mungkin mereka akan kembali mengulangi kisah dongeng serupa di fase gugur. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti